Putri menjelaskan pada Afgan mengapa Rasya tidak datang untuk membantu Putri belajar mengejar ketertinggalan pelajaran, dengan mengatakan jika Rasya akan membantunya di sekolah, Afgan hanya mengangguk dan duduk di dekat Putri untuk menemani nya, waktu berlalu pagi tiba Putri bersiap kesekolah dan saat membuka pintu kamar, afgan berdiri dengan boneka besar..
"Surprise happy sweet 17 syng" Ucap Afgan dengan senyum.
"Ya Allah papa terimakasih, Putri aja lupa kalau hari ini Putri ultah" Ucap Putri menerima boneka dari Afgan lalu membawanya ke kamar, meletakan boneka di atas ranjang lalu kembali pada Afgan dan memeluk erat sang papa.. "Terimakasih papa, Putri sayang banget sama papa, kira-kira mama ingat gak ya hari ini Putri ultah?
"Pasti ingat dong sayang masa lupa" ucap Afgan menenangkan Putri. "Sekarang ayo berangkat sekolah nanti terlambat.
Afgan mengantar Putri ke sekolah dan saat tiba di sekolah keadaan tampak sepi, dan Putri di sambut Rasya di gerbang.
"Sya sepi banget pada kemana?" Tanya Putri dengan wajah bingung.
"Semua ada di Aula Put!" Jawab Rasya "aku sengaja nungguin kamu biar kamu gk bingung.
"Ya udah aku pamit papa aku dulu.. papa" panggil Putri. "Mobilnya ada, tapi kok papa aku gak ada ya Sya?
"Ke toilet kali Put, kita masuk aja yuk, nanti kamu bisa chat papa kamu di dalam" ucap Rasya dan mengajak Putri masuk ke Aula, begitu tiba di Aula Putri di buat terkejut melihat teman-teman 1 kelas nya berteriak "Surprisee dengan kue tart berukuran sangat besar, Rasya meminta Putri make a wish lalu meniup lilin nya, begitu lilin mati tiba-tiba kue pecah dan di dalam kue keluar Rossa dengan kue kecil berbentuk hati sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Putri.
"ma..mama..mama" ucap Putri terbata sambil melangkah mundur..
"Jangan pergi sayang, maafin mama" ucap Rossa sambil terus melangkah maju menghampiri Putri..
"Sayang, Putri yang papa kenal adalah anak papa yang pemaaf dan baik hati, kita kasih mama kesempatan ya nak" ucap Afgan yang sudah berdiri di belakang Putri.
"Papa?" Sapa Putri dan langsung memeluk Afgan lalu menangis. "Putri takut pa, Putri gak mau pesta ini" sergah Putri sambil melepaskan pelukannya pada Afgan dan berlari meninggalkan aula.
Putri tunggu Put" teriak Rasya yang langsung mengejar Putri diikuti Afgan sementara Rossa memberikan kua pada Verel dan ikut berlari mengikuti Afgan, tiba di luar terlihat Rasya sedang merangkul Putri yg menangis terisak, Afgan menghampiri Putri dan Rasya.
"Put, sini nak" Panggil Afgan yang di sambut pelukan Putri. "Pa Putri mau pulang, Putri gak mau pesta ulangtahun, Putri hanya mau belajar, Putri hanya butuh papa gak mau ada siapa-siapa lagi, Putri gak mau pa, Putri gak mau pa" ucap Putri di tengah isaknya, lalu terdiam dan hanya memeluk Afgan.
"Kita pulang sayang" ucap Afgan dan menggandeng Putri pergi..
"Sayang maafkan mama" teriak Rossa yang sudah mulai menangis, dan teriakan Rossa di balas Afgan dengan mengangkat tangannya, Afgan dan Putri meninggalkan gedung sekolah dan kembali ke apartemen.
Setelah memastikan Putri tenang dan bisa beristirahat, Afgan kembali menemui Rossa di rumah mereka, tiba di rumah Afgan menemukan Rossa masih menangis.
"Putri masih trauma Cha, kalau kamu terus mendekatinya, lama-lama dia pasti luluh juga." ucap Afgan membuyarkan lamunan Rossa.
KAMU SEDANG MEMBACA
PUTRI BUKAN RATU
RomanceKisah tentang 2 anak kembar yang tidak identik dan terpisah oleh keadaan, Kisah Putri yang merasa di perlakukan tidak adil oleh ibunya sendiri sejak kehadiran Ratu yang nota bene adalah sahabat Putri sendiri. Perselisihan antara 2 sahabat terjad...
