PBR 43

229 20 19
                                    

Dengan tangis tertahan Rossa menjelaskan pada Afgan jika dia tak bermaksud menyakiti Putri, rasa takut kehilangan Ratu untuk kedua kali membuatnya mengabaikan Putri, tanpa di sadarinya.
"Bermaksud atau tidak Cha, kamu sudah melakukan nya dan ini untuk kesekian kalinya, kamu lupa kita hampir kehilangan dia karena kecelakaan? Aku Cha, aku papanya yang memberikan darahku untuk Putri, masih jelas di telingaku apa yang dia ucapkan saat dia siuman, dia bilang kenapa dia masih hidup? Mungkin dengan kematian nya bisa membuat kamu bahagia! Dan sekarang semua terulang lagi Cha, aku gak akan biarkan Putri celaka untuk ke dua kalinya" tutur Afgan tegas lalu kembali fokus pada laptopnya. "lebih baik kamu pulang, puaskan kebersamaan kamu dengan Ratu, aku tidak melarang tapi jangan terlalu manjakan anak itu, ingat ucapan nya di meja makan, ucapan itu yang membuat Putri memutuskan untuk kost" lanjut Afgan lagi.
"Tapi pa, dimana tempat kost Putri? Aku ingin bertemu dengan nya" tukas Rossa sedikit memohon,  "untuk apa kamu bertanya? Kamu tau dimana Putri kuliah kan, dan jam segini dia masih di kampus" tandas Afgan tanpa melihat Rossa..  "Pa aku mohon antar aku menemui Putri, kali ini aja" pinta Rossa dengan sedikit memelas.
"Bukan aku gak mau mengantar kamu ma, tapi ini kesekian kalinya kamu mengecewakan aku, sekarang coba kamu cari cara sendiri untuk meyakinkan Putri, jika dia mau pulang aku juga akan pulang, jika dia tidak mau pulang, aku juga gak bisa pulang, kamu mengurus Ratu dan aku akan urus Putri" tukas Afgan dengan nada datar, lagi-lagi tanpa menoleh pada Rossa.
Sikap Afgan yang datar dan dingin, membuat Rossa menangis histeris, sikap sang suami yang jauh berubah di matanya. "tolong jangan perlakukan aku seperti ini papa" pinta Rossa memohon "Itu yang Putri rasakan Cha, gak enak kan? sekarang coba kamu bayangkan gimana perasaan Putri saat saat kamu menjemput Ratu dengan mobil, sementara Putri kamu biarkan berpanas-panas naik ojek, gimana perasaan Putri saat kamu paksa dia mengiklaskan barang" kesayangan nya untuk di berikan pada Ratu, gimana rasanya Putri sewaktu di meja makan tidak ada lagi selai coklat kesukaan nya yang sejak kecil selalu kamu sediakan untuk nya, sekarang yang ada hanya selai strawberi kesukaan Ratu" Tukas Afgan mengingatkan semua prilaku Rossa yang pilih kasih.
"Aku salah pa, tapi untuk terakhir kali aku mohon, kasih aku kesempatan memperbaiki semuanya" tutur Rossa dengan isak tersisa.. "berapa kali lg kamu akan begini Cha, memperbaiki dan mengulangi kesalahan yang sama lagi dan lagi" tukas Afgan tegas.
"Aku janji, ini gak akan terjadi lg, aku akan membagi kasih sayangku dgn adil pada kedua anakku" tukas Rossa cepat Membantah ucapan Afgan "aku janji" lanjuttnya menegaskan. Afgan tak menjawab hanya menghentikan aktivitas nya lalu menatap Rossa dengan tarapan yg sulit untuk di artikan oleh Rossa.
"kenapa kamu memandang aku seperti itu papa?" Tanya Rossa
Tbc

PUTRI BUKAN  RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang