PBR 34

172 13 1
                                    

Afgan jadi marah saat melihat Ratu dipindahkan ke ruang rawat kelas 3 yang tampak ramai dan jauh dari kata nyaman.
"Mana orang yang meminta kalian memindahkan Ratu ke tempat ini mana orang nya?" Hardik Afgan kesal.
"Tadi ada disini pak" jawab suster dengan wajah ketakutan.. "Jangan-jangan dia adalah pelaku penculikan nya, dia ingin menghapus bukti, dengan cara menjauhkan Ratu dari kita" ungkap Rossa dengan wajah resah.
"Kamu tenang aja, kita akan pindahkan Ratu ke ruang VVIP dan kita tingkatkan penjagaan nya, kalau perlu aku akan minta polisi membantu menjaga Ratu" tukas Afgan tegas.. "po..pol..polisi?" Tukas si suster dengan wajah gugup.
"Kenapa mhak' kok mbak suster nya jadi gugup gitu?" Tanya Putri yang membuat si suster kian panik dan gugup, membuat Afros curiga dan meminta perawat lain membantu mereka memindahkan Ratu ke ruang rawat VVIP setelah Ratu di ruang vvip Afgan langsung menghubungi Anton kepala rumah sakit tempat Rossa bersalin, dan meminta agar kasus penjualan bayi di rumah sakitnya segera di tindak lanjuti. Setelah mendapat telefon dari Afgan Anton langsung mendatangi rumah sakit tempat Ratu di rawat dan menemui Afros  "Selama 18 tahun banyak perawat dan karyawan sudah di rumahkan lalu di ganti dengan pegawai baru, tapi saya sudah menemukan titik terang, perawat yang membantu ibu waktu itu adalah suster Marni" ungkap Anton yang di benarkan oleh Rossa' "iya dokter benar, suster itu bernama Sumarni saya sempat membaca nametag nya"ujar Rossa, saat Afros dan Anton hendak melangkah ke cafetaria mereka berpapasan dengan suster yang memindahkan Ratu ke ruang rawat kelas 3 dan..
"Sukma" panggil Anton, "dia Sukma anaknya suster Sumarni"  lanjut Anton membuat Afros tersentak sementara Sukma memilih lari menghindari Afros jg Anton, melihat hal tersebut Afgan langsung mengejar Sukma. "Sukma berhenti" Teriak Afgan "pak satpam hentikan dia" teriak Rossa dan satpam langsung memegang Sukma "suster Sukma ada apa ini?" Tanya satpam bingung, dan Afros juga Anton mendekat "kalau kamu tidak bersalah, kenapa kamu harus lari?" Hardik Anton, dimana ibu kamu?" lanjut Anton menanyai Sukma, yang mulai ketakutan sementara Rossa mulai kehabisan kesabaran "Jawab dimana ibu kamu, dimana perempuan jahat itu ha?" bentak Rossa yang sudah terbawa emosi. "sabar sayang" bujuk Afgan sambil merangkul Rossa. "kalau kamu tetap bungkam maka kamu akan kami bawa ke kantor polisi" ancam Anton membuat Sukma semakin ketakutan hingga menangis. "ampun pak bu, jangan penjarakan ibu saya" ucap Sukma. "kami minta kamu jujur dimana ibu kamu, saya seorang ibu, dan karena kejahatan ibu kamu, saya sudah kehilangan putri saya selama 17 tahun, dan saat saya menemukan putri saya' kamu lihat kondisinya dia kritis" ucap Rossa yang sudah tak kuasa menahan tangisnya, "dia seorang ibu tapi dengan tega nya dia menjual bayi orang lain hanya untuk uang" lanjut Rossa lg dengan suara terbata karena terisak.

Tbc

PUTRI BUKAN  RATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang