🌈 Happy Reading 🌈
❣ Semoga sukaaaa ❣
🌠 Jangan lupa vote 🌠
🌹🌹🌹
Sepanjang berjalan menuju ruang OSIS, seluruh orang membicarakan tentang penampilan Salsa dan Ditto.
"Sabar Nay.." Kata Sely mengelus punggung Nayla.
"Bagus banget ya penampilan X MIPA 2, romantis banget gilaaaa" heboh Steffi saat memasuki ruang OSIS bersama Rina. Rina melirik Nayla dan sahabat-sahabatnya kemudian tersenyum licik.
"Iyalah! Gue rasa gak lama lagi Kak Ditto sama Salsa pacaran!" Tambah Rina dengan suara yang sengaja ditinggikan.
"Pasti! Gue bakal dukung kalau mereka pacaran, mereka bakalan jadi pasangan yang romantis" kata Steffi lagi.
"Berisik tau gak!" Kata Tasya dingin.
"Sorry, gue gak tau kalau ada orang" kata Steffi sambil memainkan ujung rambutnya.
"Kalian liat penampilan kelas X MIPA 2? Romantis banget ya kan? Semoga aja mereka masuk 3 besar terus tampil di acara HUT!" Sahut Rina.
"Udahlah Rin, pasti mereka masuk 3 besar. Emmmm Nay, lo pasti banggakan kalau X MIPA 2 masuk 3 besar?" Kata Steffi mencoba memancing emosi Nayla.
"Iyalah pasti" jawab Nayla dengan santai. Berbeda dengan kondisi hatinya.
"Wahhh sepertinya pacarnya Kak Ditto udah rela nih kalau Kak Ditto pacaran sama si Salsa!" Ucap Steffi.
"Ya iyalah! Paling juga Kak Ditto udah bosan sama Nayla, dan Nayla juga bosan sama Kak Ditto" kata Rina.
"Oke, kita keluar dulu ya! Daaaaa" kata Rina seraya keluar bersama Steffi.
"Masih kurang berapa penampilan?" Tanya Nayla ke Tasya.
"Masih banyak, ini masih kelas MIPA Nay kelas IPS belum. Kalau lo mau pulang dulu gak papa, nanti biar gue yang bicara ke Rey" kata Tasya.
"Balik yuk! Entar dicariin" kata Nayla dan mereka hanya mengangguk.
****
Akhirnya pensi selesai. Setelah melakukan rapat evaluasi sebentar, seluruh panitia boleh pulang ke rumah masing-masing.
Nayla berjalan menuju parkiran mobil beriringan dengan Ditto. Setelah memasuki mobil Ditto, Nayla menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya.
"Nay" kata Ditto membuat Nayla menoleh kearahnya.
"Gak usah didengerin omongan orang lain tentang gue sama Salsa, gue gak ada perasaan suka sedikitpun sama Salsa" kata Ditto membuat Nayla tersenyum kecil mendengarnya.
"Aku udah nyoba tuli, tapi tetep aja kedengaran. Ya tapi biarin aja sih, males ngurusin mereka yang suka ikut campur sama urusan orang lain" kata Nayla dan Ditto tersenyum lega. Tangannya bergerak mengacak rambut Nayla lalu menatanya lagi.
"Langsung pulang aja ya? Aku capek" kata Nayla.
"Aku capek sama semua orang, mereka semua setuju kalau Kak Ditto sama Salsa.." kata Nayla lesu.
"Aku gak papa kalau misalnya itu yang terbaik, mending kita-" belum juga Nayla menyelesaikan perkataannya, Ditto menempelkan telunjuknya di bibir Nayla membuat Nayla diam.
"Dengerin gue, jangan dengerin apa yang orang lain bicarain tentang kita.. biarkan mereka berbicara apapun terserah mereka.. Lo gak boleh kayak gini, lo mutusin keputusan yang salah Nay" kata Ditto lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayla
De TodoJatuh cinta kepada seseorang tidak membutuhkan waktu. Jatuh cinta kepada seseorang tidak membutuhkan alasan. Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tentang perjalanan cinta yang rumit. Tentang perjalanan cinta yang penuh masalah. Tentang pe...
