BAGI YANG MAU GABUNG DI GRUP CHAT NAYLA.. CEK DI KETERANGAN PROFIL WATPAD AKU... DI SANA ADA LINK GC.. YANG MAU GABUNG DI GRUP CHAT NAYLA KLIK AJA LINK NYA :)
JANGAN LUPA VOTE 🌟🌟
VOTE KALIAN BUAT AKU SEMANGAT UPDATE :)
🌈 HAPPY READING 🌈
Di kamarnya, seseorang diam menatap ponselnya. Sudah beberapa menit dia hanya menatap foto yang ada di ponselnya. Lain dengan sahabat-sahabatnya yang sibuk bermain game, ia hanya diam.
"Lo ngapain sih liatin hp lo mulu?" Tanya Bimo seraya menghampiri Ditto.
Ditto.
"Eitss foto siapa tuh?!" Tanya Ryan sambil merebut ponsel Ditto.
"Astaga Ditto! Lo belum move on dari Nayla?" Tanya Ryan heboh sambil memegang kedua pipi Ditto.
"Ngapain lo pegang-pegang pipi gue! Najis tau gak?!" Kata Ditto kesal.
"Gue gak nyangka aja Nayla berubah sampai segitunya" kata Ditto sambil menundukkan kepalanya.
"Nayla gak mungkin kayak gitu gue yakin, sekalipun dia pacaran sama Nicho dia gak mungkin foto kayak gitu" lanjut Ditto.
"Jangan-jangan dia dijebak sama si Nicho!" Kata Bimo.
"Eh bisa juga tuh!" Sahur Ryan.
"Vino.. jangan sampai Nayla tau, kita harus kasih Nicho pelajaran" kata Aldo seraya berdiri dari duduknya.
"Tapi kan kita gak ada bukti kalau Nayla di jebak si Nicho" kata Vino dan semuanya mengangguk. Benar juga.
"Gue bakal bicara sama Nayla besok" kata Ditto membuat sahabat-sahabatnya menoleh kearahnya.
****
Keesokan harinya Nayla memaksa untuk pergi ke sekolah. Saat melangkahkan kakinya menuruni tangga, Nayla mendapatkan pesan dari Nicho.
Nicho
Berangkat sendiri
Gw g bs jmpt
Nayla menghembuskan nafasnya pelan. Nayla berjalan menuju ruang makan dengan lemas.
"Kok-kok lo sekolah sih Nay?" Tanya Vino.
"Bosen gue di rumah kak" jawab Nayla kemudian memakan sarapannya.
Vino bingung harus melakukan apa agar Nayla tidak pergi ke sekolah. Karena jika Nayla pergi ke sekolah, Nayla pasti mengetahui kalau satu sekolah sedang membicarakan fotonya dengan Nicho.
"Nay lo kan masih sakit.. entar kalau pingsan gimana?" Kata Vino masih berusaha membujuk Nayla.
"Ishhh Kak Vino.. gue mau sekolah oke?" Kata Nayla kemudian melenggang pergi.
Baru satu langkah turun dari mobil, Nayla menerima tatapan tak bersahabat dari semua orang. Nayla sedikit bingung. Nayla mengecek penampilannya, tidak ada yang salah.
"Najis banget"
"Gak malu gitu ya"
"Jijik gue"
"Nayla semangat!"
"Sok suci"
Nayla berusaha tuli tapi tetap saja caci maki mereka masih terdengar. Nayla tersentak kaget ketika seseorang menarik tangannya tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayla
AcakJatuh cinta kepada seseorang tidak membutuhkan waktu. Jatuh cinta kepada seseorang tidak membutuhkan alasan. Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tentang perjalanan cinta yang rumit. Tentang perjalanan cinta yang penuh masalah. Tentang pe...
