Author's pov
Mata Wendy tertuju pada televisi yang menyala, tapi pikirannya tidak ada disitu, pikirannya terus memikirkan hal yang lain-lain, dia berfikir, bagaimana harinya esok? Bukankah menyenangkan terbebas walaupun hanya sebentar? Hatinya sangat senang memikirkan untuk esok hari, tapi batinnya masih tertekan, dia takut jika ia melakukan kesalahan dan membuatnya terpaksa tidak bisa bekerja lagi, jika seperti itu, apa gunanya lulusan S2?
Huhhh
Membayangkannya saja sudah mengerikan, apalagi itu terjadi pada dirinya nanti, dia harus benar-benar melakukan apa perintah Chanyeol jika masih ingin bekerja.
Tidak lama Chanyeol duduk di sebelahnya dan merangkul pinggang Wendy posesif, yang berhasil membuat Wendy tersadar dari lamunannya.
"C-chan..." Wendy seberusaha mungkin untuk tidak gugup, tapi kenapa mulutnya tidak mau di ajak untuk kerjasama.
"Hm??" ucapnya masih sambil berfokus ke televisi, yang entah apa yang di tontonya sedari tadi.
"B-boleh aku, meminta s-sa--"
"Permintaanmu sudah banyak My Candy!" ucapnya smbil menatap Wendy tajam, Wendy sudah menebak bahwa Chanyeol tidak akan mengabulkan permintaannya lagi.
"Aku mohon" lirih Wendy sambil menatap manik mata Chanyeol yang memancarkan aura yang menyeramkan.
"Ini terakhir!" ucapnya setelah membuang nafasnya kasar, dia tidak tega melihat raut wajah Wendy yang begitu memancarkan aura permohonan.
"Bu-bukankah lebih baik jika ki-kita tinggal di kota saja?" ucapnya dengan hati-hati, sambil melirik Chanyeol dan kembali menatap televisi, takut akan jawaban Chanyeol yang tidak menyetujui, atau Chanyeol yang akan marah.
"Tidak!" ucapnya dingin dan masih fokus menatap ke pada televisi, Wendy menghela nafasnya berat, sudah dia duga, bahwa permintaannya yang ini tidak akan di setujui.
"Aku mohon" lirih Wendy, dengan raut wajah yang sangat-sangat memohon, dia ingin sedikit bebas, ingin menghirup dan melihat pemandangan kota, dia kangen dengan semua itu, tidak ada niatan kabur sedikitpun di dalam benaknya, sama sekali tidak ada, dia hanya ingin menghirup udara kota itu saja tidak lebih.
Chanyeol yang mendengar lirihan Wendy pun melihat wajah gadisnya itu, hati nya merasa kasihan, dan ingin sekali menuruti permintaan gadisnya itu, tetapi dia juga takut jika Wendy akan kabur jika mereka tinggal di kota.
Chanyeol menghela nafasnya kasar
"Baiklah! Kita tinggal di kota" setelahnya matanya kembali menatap televisi.
Manik mata Wendy langsung berbinar, senyumannya langsung merekah, dan wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat-sangat senang.
"Benarkah?" tanya nya lagi memastikan, Chanyeol mengangguk tanpa mengalihkan matanya dari televisi.
"Kalau begitu, akan ku siapkan bajuku untuk besok berangkat" kata Wendy antusias dan berniat beranjak dari duduknya untuk pergi.
Belum sempat pergi, tangannya di tarik hingga badannya terjatuh tepat di atas paha Chanyeol (di pangkuan Chanyeol)
Jantungan berdetak dua kali lebih cepat, manik matanya bertemu dengan tatapan tajam dingin Chanyeol, tetapi senyuman indahnya tetap merekah di bibirnya, dan seberusaha mungkin menetralkan posisinya sekarang dan tidak terlihat gugup.
"Tapi tidak gratis, kau harus membayarnya" ucap Chanyeol yang membuat senyuman Wendy menyurut dan mengerutkan alisnya.
"Apa itu?" Tanya Wendy dengan wajah yang penasaran.
"Cium" ucapnya santai, semenjakan Wendy terbelalak tidak percaya dengan ucapan Chanyeol.
Dia belum pernah mencium Chanyeol sebelumnya, hanya Chanyeol yang terus menerus mencium dirinya, entah di kening, pipi, ataupun bibir, yang pasti Wendy tidak pernah mendahului itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Psychopath -Wenyeol- [TAMAT]✓
FanfictionPilihannya hanya 2 'Mengikuti atau dibunuh' "Ini bukan cinta! Ini hanya obsesi!" ~Son Wendy "Dia milikku! Hanya milikku! Jika aku tidak bisa mendapatkannya! Maka orang lain pun tidak akan bisa!" ~Park Chanyeol Park Chanyeol tidak segan-segan akan me...
![Crazy Psychopath -Wenyeol- [TAMAT]✓](https://img.wattpad.com/cover/182120840-64-k483655.jpg)