Kini jam sudah menunjukkan pukul, 9malam.
Wendy sedang tertidur dengan posisi duduk, tepat disebelah ranjang rawat Renjun. Hyeji sudah pulang sejak satu jam yang lalu.
Tak lama pintu terbuka, dan pemandangan yang pertama kali orang tersebut lihat adalah istri dan anaknya yang tertidur pulas.
Chanyeol beranjak masuk, lalu menaruh sekantung plastik ke atas meja. Wendy yang merasakan ada seseorang yang beraktivitas didalam ruangan tersebut pun terbangun, mulai mengerjapkan matanya.
Wendy menoleh ke arah Chanyeol dengan pandangan yang masih belum jelas.
Chanyeol mendekat lalu mencium pipi Wendy.
"Sudah makan malam?" Tanya Chanyeol. Wendy melenguh, lalu menggeleng. Kini dari suaranya pun Wendy sudah tahu dia siapa.
"Ayo makan, aku membelikan makan malam untuk kita" Wendy tersenyum lalu mengangguk.
"Aku akan cuci muka dulu Oppa" perkataan Wendy hanya dibalas anggukkan oleh Chanyeol.
Wendy beranjak dari duduknya, menuju kamar mandi, dan mencuci mukanya. Tak lama dirinya keluar melihat makanan yang sudah tertata rapih diatas meja.
Wendy pun langsung mendudukkan dirinya di atas lantai, jika ia duduk di atas sofa jarak untuk menjangkau makanan akan jauh.
Chanyeol ikut duduk dihadapan Wendy, mereka pun mulai menyantap makanannya, dan sibuk mengisi tenaga masing-masing.
30menit berlalu, makanan habis dan tersisa sedikit. Wendy mulai membereskan sisa-sisa makanan tersebut.
"Oppa tadi tidak pulang dulu?" Tanya Wendy sembari membereskan bekas makan mereka tadi.
"Tidak" Wendy mencibir.
"Seharusnya Oppa pulang dulu, ganti bajunya dan temui Hyeji sebentar, aku khawatir dengannya" Chanyeol menatap Wendy bingung.
"Khawatir? Untuk apa? Bukankah yang sakit Renjun?" Wendy sempat terdiam sejenak. Tidak mungkin dia bilang bahwa tadi Sehun menemui dirinya kesini.
"Tidak, hanya saja aku takut dia sakit karena terlalu sering menemaniku disini" ujar Wendy dengan berusaha setenang mungkin.
"Dia aman dirumah, fokus pikirkan dirimu dan Renjun" Wendy menghela nafas beratnya, memang terkadang masih terlihat Chanyeol yang tidak terlalu peduli dengan Hyeji.
"Aku mengerti" ujarnya pasrah.
Chanyeol berdiri, mengambil tisu yang berada diatas nakas, lalu mengelap bibirnya guna menghilangkan noda makanan.
Chanyeol melirik sekilas ke arah Renjun, mengelus lembut rambut Renjun, lalu kembali beranjak untuk membuang tisu bekasnya.
Chanyeol menginjakkan kakinya pada besi yang berguna untuk membuka tong sampah, tisu bekas dirinya pun langsung dibuang. Tapi gerakannya tertahan saat ingin menutup tong sampah tersebut. Terlihat raut wajah bingung Chanyeol, melihat dua paperbag yang masih sangat bagus dan utuh dengan isi yang ada didalamnya.
Tanpa basa-basi Chanyeol yang mengambil dua paperbag tersebut, lalu mengecek apa isinya. Wendy yang masih sibuk membereskan meja makan, tak menghiraukan apa yang Chanyeol lakukan.
Tangan Chanyeol meraih isi dari paperbag tersebut, terdapat boneka moomin dan Barbie didalam satu paperbag, dan yang satu lagi dress mini untuk wanita, serta surat dimasing-masing paperbag.
"hadiah dari daddy, jangan lupa bersenang-senang" tulisan didalam paperbag boneka moomin dan barbie. Semenjakan yang didalam dress mini tertulis "dress ini mungkin cocok dipakai ditubuh seksimu, dan ini hadiah kecil sebelum aku membawamu pergi".
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Psychopath -Wenyeol- [TAMAT]✓
Fiksi PenggemarPilihannya hanya 2 'Mengikuti atau dibunuh' "Ini bukan cinta! Ini hanya obsesi!" ~Son Wendy "Dia milikku! Hanya milikku! Jika aku tidak bisa mendapatkannya! Maka orang lain pun tidak akan bisa!" ~Park Chanyeol Park Chanyeol tidak segan-segan akan me...
![Crazy Psychopath -Wenyeol- [TAMAT]✓](https://img.wattpad.com/cover/182120840-64-k483655.jpg)