Keluarga

900 95 35
                                        

"Mommy! Mom! MOM NJUNNYA!!" Teriak anak kecil yang berjenis kelamin perempuan itu.

Iya dia adalah Park Hyeji. Anak dari Sehun dan Wendy. Ralat, Chanyeol menganggap itu anaknya.

"Hyeji! Sudah berapa kali Daddy bilang! Tidak boleh teriak, tidak boleh cengeng, harus kuat" ujar Chanyeol dengan nada dingin.

Hyeji langsung terdiam menggigit takut bibir bawahnya.

2tahun berlalu membuat keluarga Park benar-benar berubah. Bertambah harmonis, Chanyeol sudah menerima Hyeji sebagai anaknya, untungnya Hyeji lebih mirip kepada Wendy daripada Sehun.

Tetapi cara Chanyeol mendidik Hyeji dan Renjun sangat berbeda dengan cara Wendy mendidik Hyeji dan Renjun. Chanyeol lebih mendidik anaknya dengan keras, sama seperti dirinya.

"Oppa, sudahlah, Hyeji takut" Wendy menarik tangan Hyeji agar tubuh Hyeji mendekat ke arahnya.

Wendy mensejajarkan tingginya dengan Hyeji, kemudian menangkap wajah Hyeji dan mengangkatnya agar menatap Wendy.

"Jangan teriak lagi ya, nanti Daddy marah" ucpa Wendy pelan. Hyeji mengangguk gemas.

Hyeji melirik ke arah Chanyeol yang sedang duduk di sofa, dengan pandangan yang memperhatikan mereka.

"Kenapa Renjun?" Tanya Wendy lembut.

"Njun! Tidak mau gantian menonton video di handphone Daddy! Njun pelit" kesal Hyeji sembari menunjuk Renjun yang masih sibuk menatap layar handphone Chanyeol.

Wendy melirik Chanyeol seakan meminta bantuan untuk melerai kedua anaknya yang sering berebut handphone ini.

"Hyeji kan bisa nonton bareng Renjun" ujar Wendy dengan senyuman lembutnya.

Hyeji menggeleng "Hyeji tidak suka sama apa yang ditonton Njun, Njun nonton boneka buket yang warna putih itu mommy, Hyeji mau nonton yang lain" lapor Hyeji.

Wendy menghela nafas beratnya. "Yaudah ini Hyeji pakai handphone mommy ya?" Wendy mengambil handphone miliknya yang berada di sofa, tepat sebelah Chanyeol.

"Benar mom? Apa boleh?" Tanya Hyeji antusias.

Belum sempat Wendy membalas, Chanyeol menarik handphone milik Wendy dan juga handphonenya yang sedang digunakan oleh Renjun.

"Dad--"

"Tidak! Tidak boleh bermain handphone masing-masing! Daddy sudah bilang, satu handphone untuk berdua dan bergantian. Dan ini sudah melewati batas main handphone kalian, jadi tidak boleh ada yang bermain handphone lagi!" Ujar Chanyeol yang memotong ucapan Renjun.

"Iya dad" jawab Renjun pasrah, semenjakan Hyeji hanya menunduk.

Chanyeol memang sangat mengatur segala kegiatan anaknya. Seperti ia mengatur kehidupan Wendy dahulu.

Hyeji dengan Renjun pun selalu menurut, tidak pernah membantah, takut jika Chanyeol marah. Dibentak saja mereka langsung takut, apalagi jika melihat kemarahan Chanyeol.

Wendy mengelus lembut pipi Hyeji lalu tersenyum. "Tuh kan di omelin Daddy, udah ya main handphonenya, kalian bisa mainan yang Daddy sama mommy belikan kemarin" Hyeji dan Renjun tersenyum lalu mengangguk.

Setelahnya Renjun dan Hyeji berlari ke kamarnya, untuk bermain mainan-mainannya dikamar, meninggalkan Chanyeol dengan Wendy di ruang keluarga.

Wendy menegakkan tubuhnya. Menoleh ke arah Chanyeol.

"Oppa, hari ini aku ingin pergi ke butik, untuk melihat keadaan dibutik" ujar Wendy.

"Denganku, aku temani" Wendy tersenyum dan mengangguk.

Crazy Psychopath -Wenyeol- [TAMAT]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang