22. Berbahagialah

54.3K 5.7K 118
                                        

Seorang wanita berpakaian elegan mengetuk pintu rumah Varo. Lily tentu saja tidak mengenali wanita itu pada awalnya, sampai akhirnya ia ditampar dan di maki.

"Menjauhlah dari anak ku!"

Pipi gadis itu berdenyut sakit. Bahkan Arion yang tadi bermain didekat pintu, kaget dan menangis mendengar teriakan wanita itu.

"Mama~mama~"

"Kalian bahkan memiliki anak haram!"

Lily refleks berlari kearah Arion dan memeluknya. Gadis itu sangat ketakutan karena wanita itu terlihat ingin memukul Arion.

Untungnya beberapa bodyguard datang dan menjauhkan wanita itu dari Lily.

10 menit kemudian Varo datang, pria itu terlihat marah. Ia lebih marah lagi begitu melihat wajah Lily yang memar.

"Aku tidak pernah menganggu kehidupanmu! Aku bahkan memberikan rumah warisan kakek padamu. Apa lagi yang kamu inginkan?"

Varo membentak wanita yang duduk santai di ruang tamunya itu. Wanita itu menatapnya sambil tersenyum dingin.

"Aku ingin kamu menikah dengan gadis pilihan ku."

Varo mendengus kesal. "Apa hak mu mengatur kehidupanku? Kamu sama sekali tidak punya hak mengaturku."

"Aku ibumu, tentu saja aku berhak."

"Ibu?" Varo tersenyum jijik. "Sejak kapan kamu jadi ibuku?"

Wanita itu marah. "Aku yang melahirkan dan membesarkanmu."

"Bullshit!" Varo menatap wanita itu dengan pandangan dingin. "Kamu melakukan sterilisasi sejak usia 20 tahun sebelum kamu menikah dengan ayah. Jadi bagaimana mungkin kamu melahirkan ku. Membesarkanku? Aku bahkan tidak punya sedikitpun kenangan bersamamu. Kau bahkan tidak mengizinkanku memanggilmu ibu. Jadi bagaimana bisa kamu menjadi ibuku? Aku memanggilmu ibu, karena aku tidak tau harus dengan cara apa aku memanggilmu selain itu. Hanya itu identitas yang diberikan oleh keluarga ini padaku, bahwa aku harus menganggapmu ibuku."

"....."

Wanita itu terlihat shock.

"Aku dulu mungkin hanya dianggap tidak ada di keluarga itu, tapi aku tidak bodoh. Aku tau semua kebusukan yang berusaha kalian tutupi. Aku tau kalian memanfaatkan aku dan kakakku. Kalian...aku membenci kalian semua."

"Lalu kenapa kamu masih berpura-pura sebagai pewaris harta kekayaan Adrian. Aku bahkan punya bukti bahwa kamu bukan anakku. Sekali aku bertindak, maka reputasi mu akan hancur."

Varo menatap wanita itu dingin. Tapi wanita itu telah kembali ke ketenangannya. "Aku awalnya mau bersikap baik. Aku meninggalkan calon suamiku dan kembali berperan menjadi seorang ibu. Aku bahkan sengaja datang jauh dan berniat tinggal denganmu. Sayang sekali kamu tidak mau bekerja sama. Aku akan melakukan wawancara besok, menjelaskan bahwa aku adalah korban ketidakadilan kalian. Lalu kita bisa melihat hasilnya. Yah...kecuali kamu bersedia bekerja sama denganku."

Wanita itu pergi setelah mengatakan hal itu, meninggalkan Varo yang menatap kepergiannya dengan pandangan kecewa.

🌺🌺

Lily keluar dari kamar tamu. Ia sejak tadi menguping pembicaraan antara Varo dan ibunya.

"Papa~" Ucap si kecil mengulurkan tangannya untuk mengelus pipi pria itu.

Varo tersenyum namun detik berikutnya pria itu meminta ma'af sambil mengelus wajah Lily yang lebam.

"Tidak apa-apa, seminggu juga hilang."

A Little Cupid (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang