5. Kontrak Kerja

74.6K 7.1K 248
                                        

Kontrak Kerja : 2 tahun
Gaji : Rp. 5 juta
Libur : Minggu
Jika ingin cuti harus izin 3 bulan sebelumnya, jika melanggar kontrak denda 100 juta rupiah."

"...Gajinya boleh dinaikin nggak Bos. Jarak kontrakan saya ke rumah ini memakan waktu 1 jam dan belum lagi ongkosnya pulang pergi. Naik Ojol bahkan hampir 100 ribu sehari. Untuk ongkos jalan saja bisa menghabiskan hampir 3 juta sebulan. Rugi saya."

"Pindah kontrakan!"

Lily memonyongkan mulutnya. "Kontrakan di sana itu tahunan Bos, dan saya udah bayar untuk setengah tahun, itu uang nggak bisa ditarik, nyari kontrakan di Jakarta yang mau dibayar setengah itu susah. Naikin 2 juta lagi napa, pelit amat!"

"....."

"Atau....saya boleh tinggal disini, kan ada kamar kosong, jadi saya nggak terlalu merasa rugi....

"Orang luar nggak diizinkan tinggal disini!"

Jawaban super dingin dan menyebalkan itu lagi. Dasar orang kaya pelit!

"Kalau gitu naikin 2 juta."

"Enggak!"

"....kalau gitu aku nggak mau kerja disini. Gaji di cafetaria emang cuman 3 juta, tapi nggak pakai ongkos jalan, makan juga gratis dari cafetaria."

"....."

Lily sudah tersenyum karena berpikir kalau Varo pasti setuju. Tapi jawaban pria itu akhirnya membuatnya sedikit kesal.

"4 juta, supir antar jemput kamu, makan gratis."

Kenapa malah gajinya berkurang. "5 juta supir antar jemput, makan gratis." Tawar Lily lagi, dan pria itu mengangguk.

"Tanda tangan!"

Lily terdiam sebelum akhirnya kembali mengajukan tambahan persyaratan. "Kecuali keadaan mendesak, seperti ada keluarga yang sakit, aku diperbolehkan minta cuti 2 minggu."

Varo berpikir sejenak sebelum akhirnya menetapkan, "5 hari atau nggak sama sekali."

"....Oke." jawab Lily lesu.

"Dan kalau keadaan mendesak, hari minggu kamu tetap harus bekerja."

Lily mendengus sebelum akhirnya menandatangani kontrak kerja itu. Kalau bukan karena ia terlanjur sayang pada Arion, ia pasti menolak dan memilih tetap bekerja di cafetaria.

Begitu penandatanganan kontrak selesai, Lily langsung mengajak Arion bermain, sementara Varo menyibukkan diri membaca diruang tamu. Lily baru ingat kalau hari ini hari minggu dan ia merasa sedikit aneh dengan adanya pria itu di rumah. Tapi karena pria itu juga tak terlalu memperdulikan keberadaan Lily, jadi gadis itu memutuskan untuk pergi memasak sesuatu di dapur sambil tetap bermain bersama Arion.

Aneh untuk tidak melihat adanya pekerja di rumah itu pada hari minggu. Lily pernah bertanya pada Bik Seli kalau Varo lebih suka hari libur bekerjanya ia habiskan di rumah sendirian bersama Arion, jadi akhirnya Lily mengerti kenapa Arion tidak merasa canggung bersama dengan Varo, karena ternyata pria itu benar-benar mengkhususkan hari minggu untuk keponakan kecilnya itu.

Lily membuatkan bubur tim kentang-dada ayam dan buah semangka untuk Arion. Selesai membuat makanan untuk si kecil itu, Lily melirik kearah ruang tamu, bimbang antara memasak makanan untuk dirinya sendiri, atau memasak juga untuk Varo.

"Baiklah setidaknya, kalau dia tidak mau makanannya bisa disimpan, atau aku bawa pulang." Gumam gadis itu.

Bau pindang udang tercium harum sampai keruang tamu. Membuat Varo yang memang kelaparan akhirnya pergi kearah dapur.

A Little Cupid (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang