29. Dirty Talk

55.8K 5K 156
                                        

Warning!
Cerita di Bab ini agak menjurus😅. Di harap bijak dan jangan baper. Obrolan ini terjadi pada mereka yang udah nikah. Jomblo boleh sedikit menjauh, hahahaha

Happy reading...

🌺🌺

Hujan terlihat deras di balik jendela. Langit sore yang biasanya cerah, kini terlihat kelam membuat orang-orang tak mau beranjak dari tidur mereka.

Begitu juga pasangan pengantin baru ini. Bedanya yang satu tertidur lelap sedangkan yang lainnya tak bisa tidur sama sekali.

"Kenapa kamu nggak tidur di kamar aja sih!"

"Aku nggak mau tidur sendirian. Nggak ada yang dipeluk."

"....."

"Tapi...Rion tidur di kamar kamu dan dia sendirian."

"Bagus. Jadi aku bisa bebas meluk kamu."

"...." Pria ini...sejak kapan jadi mesum kayak gini?

Lily berusaha bangkit dari sofa. Ia juga berusaha melepaskan lengan Varo yang sejak 2 jam yang lalu meliliti pinggangnya.

"Akhirnya aku bisa tidur di sini juga. Kamu nggak tau kalau aku sudah lama ingin tidur disini sambil memeluk kamu."

What?!!

Gerakan Lily berhenti. "Kamu ngomong apa sih?"

Varo tersenyum. "Dulu...aku sering lihat kamu tidur siang sama Rion di sofa[Bab. 13]. Aku iri. Kalian bisa tidur nyaman di sofa saling berpelukan. Aku...juga pengen, jadi...aku beli sofa yang lebih besar, biar kita bisa tidur bertiga. Aku...juga pengen di peluk waktu tidur."

"....."

Keinginan yang simpel tapi membuat gadis yang ada di pelukannya merinding.

"Kamu...nggak ada rencana ke luar negeri lagi? Apa...masalah yang kemarin itu udah selesai?" Lily mengalihkan topik pembicaraan.

"Kamu mau bulan madu kemana?"

"Woy! Aku nanya yang lain, jangan balas nanya dong!"

Varo mengeratkan pelukannya. "Kita udah nikah selama 1 bulan. Kita ini pengantin baru, tapi kita belum melakukan apapun yang berhubungan dengan suami istri. Aku akui aku salah karena sibuk ngurusin kerjaan. Tapi kamu juga nggak nanya hal lain dan minta apapun dariku. Kamu bahkan sepertinya tidak menganggapku sebagai suami."

"Ka...kalau aku nggak menganggap kamu suami. Aku nggak akan ngizinin kamu peluk-peluk kayak gini."

"Tapi dari tadi kamu berontak pengen dilepasin."

"....itu karena aku nggak terbiasa. Dan gimana kalau ada yang lihat?"

Varo mencibir. "Yang tinggal di rumah ini kan cuma kita dan Rion. Dan kamu harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini mulai sekarang. Yang pasti nggak sekedar peluk-peluk aja."

"Kamu...kok jadi mesum sih?!"

"Sama istri sendiri nggak apa-apa, kan! Dan lagi...aku suka skinship sama kamu."

"....."

"Aku nggak seperti ini sebelumnya. Dulu aku paling benci berdekatan dengan orang lain. Benci bau parfum yang melekat pada wanita. Tapi aku suka baumu dan Rion, kalian berbau bayi. Dan...kulit kalian sama-sama lembut, enak dipeluk."

"....."

"Dan yang terakhir kali aku lakuin ke kamu...aku juga menyukainya."

"Terakhir apa?"

A Little Cupid (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang