"Apa Fathur gak menepati janjinya?"
Suara bariton itu mengintrupsi kedua insan tersebut untuk menoleh. Baik Dewa maupun Bela segera bangkit dari tempat duduknya karena terkejut dengan kehadiran seseorang yang tak diundang.
"Raihan?" gumam Dewa setengah terkejut.
Raihan berjalan mendekati Dewa dan Bela yang tengah mematung di tempatnya.
"Lo sejak kapan ada di sini, Han?" tanya Dewa gelagapan.
"Lo belum jawab pertanyaan gue. Apa sampai sekarang Fathur gak menepati janjinya?" tanya Raihan sekali lagi.
Dewa tertawa garing untuk menutupi kegugupanya."Hahaha, lo nanya apaan sih, Han?"
"Gue denger semuanya." Kalimat itu membuat senyum di wajah Dewa hilang seketika dan berganti dengan wajah serius.
"Sejak dulu sampai sekarang, sepulang sekolah Kaila selalu pergi ke Panti. Berharap Kak Fathur datang buat nemuin dia. Tapi sampai detik ini hasilnya nihil. Kak Fathur gak pernah kembali. Hilang begitu aja bagaikan ditelan bumi." jelas Dewa.
Raihan termenung sejenak. Lelaki itu mengingat saat pertemuanya dengan Kaila di Panti Asuhan saat Ia mengantarkan tantenya. Ketika Raihan bertanya pada Kaila untuk apa gadis itu di sana, Kaila menjawab bahwa Ia menunggu seseorang. sekarang Raihan Tahu siapa yang sebenarnya Kaila nanti-nantikan.
"Lo aktris yang handal, cewek alien. Lo mampu menyembunyikan luka sedalam ini," batin Raihan.
"Lo inget kan saat dia hampir ketabrak motor lo? Dan lo maki-maki dia?" tanya Dewa.
Raihan mendongakkan wajahnya menatap sahabatnya kemudian mengangguk. Tentu saja ingat. Kejadiannya baru dua hari yang lalu. Mana mungkin Raihan melupakan kejadian yang merenggut impiannya.
"Saat gue anter balik dia dari rumah sakit, dia cerita sama gue kalo dia ngelihat cowok yang mirip banget sama Kakaknya. walaupun Kaila gak tau wajah Kakaknya sekarang, tapi hatinya yakin kalo orang yang dia lihat itu adalah Fathur. Kakak laki-lakinya yang selama ini dia tunggu."
"Makannya dia nyebrang jalan begitu aja buat nemuin cowok itu," sambung Raihan sambil mengingat kejadian tersebut.
Raihan sangat ingat saat itu Kaila tiba-tiba berlari menyebrang jalan dengan menatap lurus ke sebuah toko di seberang jalan. Tanpa melihat keadaan jalan yang saat itu juga cukup ramai. Tiba-tiba rasa penyesalan menghampiri Raihan. Jika tahu masa lalu Kaila dan alasannya menyebrang sembarangan saat itu mungkin Raihan tak akan memakinya habis-habisan.
"Maafin gue, cewek aneh. Kalo aja gue tahu alasan ini sejak awal, gue gak akan maki-maki dan membenci lo," sesal Raihan dalam hati.
"Jujur gue kangen ngelihat senyum dari bibir cantik Kaila, gue rindu celotehanya saat kecil, gue rindu gimana manjanya Kaila ke gue dan Kak Fathur, gue rindu semuanya tentang Kaila yang dulu."
Raihan dan Bela termenung melihat Dewa yang terlihat sangat merindukan sosok Kaila yang dulu. Dan baru kali ini Raihan melihat sahabatnya begitu peduli dengan seorang perempuan. Dan itu adalah Kaila. seorang gadis misterius yang menyimpan sejuta rahasia. Bahkan jika ada di posisi Dewa pun, Raihan akan mengharapkan hal yang sana
"Kenapa lo bisa nyembunyiin rahasia sebesar ini dari gue dan yang lain? Kenapa lo bersikap seolah-olah gak pernah kenal Kaila di depan gue? Lo malu sama sikap Kaila yang sekarang? Atau lo takut dijauhin banyak orang kayak mereka jauhin Kaila?" berondong Raihan.
Kurang lebih tiga tahun lamanya Raihan mengenal Dewa. Tetapi Dewa mampu menyembunyikan rahasia sebesar ini darinya maupun tiga sahabatnya yang lain. Dewa memang pernah bercerita tentang Panti yang menjadi tempat tinggalnya sebelum diadopsi oleh keluarga kaya. Dewa juga beberapa kali bercerita tentang sahabat kecilnya. Namun, Ia tak pernah menyebutkan bahwa orang itu adalah Kaila Putri. Jika saja Dewa memberitahunya sejak awal, mungkin sikapnya kepada Kaila tak akan seburuk ini. Dan dapat Raihan pastikan Kaila tak akan dijauhi banyak orang seperti sekarang.
"Apapun keadaan Kaila gue bakal selalu terima dia apa adanya. Bukan gue yang pengen menjauh, tapi Kaila yang minta untuk dijauhi. Lo pikir gak sakit jauh dari orang yang udah lo anggep adek sendiri?" Dewa menatap Raihan dengan sorot terlukanya.
"Gue mohon sama kalian jangan sampai ada yang tahu tentang ini semua. Dan jangan pernah membahas hal ini di depan Kaila. Karena gue gak mau Kaila tambah sedih," ucap Dewa menatap lekat Raihan dan Bela bergantian.
Raihan berjalan menggunakan tongkatnya mendekati Dewa Kemudian menepuk bahu sahabatnya tersebut. "Lo tenang aja, kita gak akan pernah membahas hal ini di depan Kaila. Dan gue pastiin gak akan ada yang tahu tentang hal ini tanpa seizin lo ataupun Kaila."
"Lo rindu sama senyum dan sifat ceria Kaila kan? Gue akan bantu lo mewujudkan itu semua. Lo bisa pegang omongan gue," tekad Raihan bersungguh-sungguh. Setidaknya dengan ini Ia dapat menebus kesalahannya pada Kaila maupun Dewa.
Bela yang sedaritadi terdiam juga melangkah mendekat ke arah Raihan dan Dewa. "Gue ikut buat mewujudkannya. Lo juga bisa pegang janji gue. Gue pastiin Hidup Kaila akan kembali ceria lagi seperti dulu, " tekad Bela dengan wajah serius.
"Dan mulai sekarang kita akan bantu nyari keberadaan Kak Fathur." Bela memasang wajah serius yang malah terlihat aneh di mata kedua lelaki di hadapannya.
Raihan dan Dewa saling bertukar pandang. Kemudian beralih menatap gadis di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat senyum di bibir Bela sirna begitu saja dan berganti dengan wajah cemberut. Apakah ada yang salah dari ucapannya?
"Kenapa lo berdua ngeliatin gue kaya gitu? Gak percaya sama gue?"
Tak ada jawaban. Namun, sedetik kemudian tawa Raihan dan Dewa pecah seketika. Membuat kerutan di kening Bela semakin dalam.
"Kok malah ketawa sihh?!" gerutu Bela dengan bibir yang mengerucut.
"Lo gak pantes pasang muka serius. Muka lo malah keliatan lucu," ucap Dewa setelah mengontrol tawanya.
Bela kembali mengerucutkan bibirnya membuat kedua laki-laki tersebut kembali tertawa geli. Namun, di antara kedua lelaki itu ada salah satu lelaki yang mencuri perhatianya. Tanpa Bela sadari kedua sudut bibirnya terangkat membentuk lekungan senyum ketika melihatnya tertawa seperti ini.
"Manis," Batin Bela.
Gimana ceritanya? Gaje kah😄
Lanjut yuk, dijamin semakin ke sana semakin seru ceritanya.
Jangan lupa pencet bintangnya ya, itung-itung nambah semangat buat aku🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaila
Ficção Adolescente# 1 Sedih 14-02-2022 # 1 Amnesia 08-11-2022 # 1 Panti 12-11-2022 Menceritakan tentang sepasang adik kakak yang tinggal di sebuah Panti Asuhan. Fathur sangat menyayangi Kaila begitu juga Kaila. Jika ada yang ingin mengadopsi Fathur, mereka juga harus...
