42

908 244 26
                                    


Katanya ada meeting setelah makan siang. Namun dia malah terlihat asyik bercanda dengan seorang wanita berambut panjang diseberang sana.

Matanya semakin menajam kala melihat sang suami tertawa mendengar kalimat yang dilontarkan perempuan didepannya.

Hari ini dia berniat menghabiskan waktu dengan Junho. Mereka memulai hari dengan sarapan bersama dimeja makan lalu mengantar Dohyon kesekolah dan pergi ke pusat perbelanjaan. Mereka sudah menonton Film, berbelanja, hingga bermain di time zone.

Dia memberikan reward untuk Junho setelah anak sulungnya itu sukses melalui ujian nasional. Walaupun hasilnya belum keluar tapi minimal anaknya sudah bekerja keras dan perlu di apresiasi.

Dan berakhir disebuah cafe dengan nuansa Eropa yang terletak tak jauh dari kantor suaminya.

Bagusnya, dia jadi mengetahui apa yang dilakukan Seungyoun hari ini pada jam makan siang.

Tatapan mata Yeji dan Junho akan membuat tak nyaman orang yang ditatapnya. Rentetan kalimat sinis berisi 'apa yang akan kita lakukan nanti' turut melengkapi aura hitam yang mereka keluarkan.

"Ma, apa mama membedah mayat?"

"Iya, mama melakukannya"

"Mau kubuat papa jadi mayat dulu baru mama akan membedahnya?"

Yeji menggeleng lalu menusuk kentang goreng dipiringnya dengan garpu dan memakannya.

Setelah dirasa kentang itu masuk dalam perutnya dia menatap tajam Junho.

"Jangan berani berani kau menjadikannya mayat, hanya mama yang boleh membunuhnya. Ingat Junho?"

Junho mengangguk dan kembali melihat pergerakan 2 orang berlawanan jenis kelamin diseberang sana. Kali ini dia bisa melihat sang ayah tersenyum ringan kearah perempuan yang diketahuinya bernama Yoon Jisoo yang sedang tersipu.

Kali ini Junho mengangkat pisau steaknya, laly menusuk daging itu dengan keras. Dan dia bisa melihat ibunya tersenyum miris melihat adegan diseberang sana.

"Bodoh sekali, ingin bermesraan tapi duduk didekat jendela besar. Lihat Jun, papamu sangat bodoh"

Sekali lagi, Junho bisa melihat senyum miris yang hadir dibibir Yeji.

Demi tuhan, ibunya itu hanya harus mengatakan 'Iya' dan Junho akan pergi keseberang dan memukul ayahnya.

"Ma"

Yeji mendongak menatap anak sulungnya.

"Papa berbicara dengan mama akan hal ini? maksudku, apa papa bilang akan makan siang dengan sekretarisnya?"

Yeji menggeleng.

"Mungkin mendadak, mungkin mereka kebetulan meeting di cafe dan sekalian makan siang bersama"

"Ma"

"Junho, tolonglah"

Junho menghela napasnya dan kembali memakan steaknya dengan perasaan marah. Iya, dia marah.

Awal mereka datang, ibunya langsung mengajaknya untuk pindah tempat makan. Tapi dia tak mau, dan tak disangka, dicafe seberang ada ayahnya sedang makan siang dengan seorang perempuan berambut panjang.

Dia ingin sekali pergi keseberang dan menanyai ayahnya tapi sang ibu melarangnya.

Mungkin dia harus membawa Dohyon menginap diapartemennya yang dia dapatkan 3 bulan lalu malam ini.



*******





Dohyon memakan bekal makan siangnya dengan lahap. Hari ini ibunya memasak steak daging sapi untuknya sebagai ganti dia tak ikut One Fine Day Yeji dan Junho.

Hari ini dia makan sendirian, biasanya dia ditemani Junghwan dan Haruto. Namun kedua temannya itu entah pergi kemana, padahalkan dia membawa 2 box gorengan.

Dohyon bukan tipe anak baik disekolah, dia juga bukan tipe anak nakal. Tapi entah bagaimana dia bisa berteman dengan Haruto dan Junghwan yang memiliki image sedikit buruk.

"Kak Dohyon"

Dohyon mendongak, membuat matanya bertatapan langsung dengan onyx cokelat didepannya.

Seorang gadis dengan rambut tergerai dengan pipi merah sedang tersenyum kaku. Gadis itu membawa sekotak cokelat ditangannya.

"iya"

Dohyon menampakkan deretan giginya yang cantik.

"I-ini u-ntuk kakakdarikudimakanya!"

"Hah?"

Dohyon sama sekali tak tau gadis ini berbicara apa. Tapi dia mencoba mengerti lalu tersenyum dan mengangguk patuh.

Gadis itu menaruh sekotak cokelat itu dimeja lalu pergi begitu saja sebelum Dohyon bertanya siapa namanya.

Gadis aneh.

Dia menatap kotak cokelat itu.

Dia sering membawa cokelat ini kesekolah karena Papa sering membeli cokelat merek ini dengan jumlah yang tak main main. Haruto dan Junghwan sering menjadi sasaran untuk menghabiskan.

"Kau mau menyuruh kami untuk makan benda itu lagi?"

Dohyon menatap lurus kedepan. Disana sudah ada Haruto yang sedang meminum jusnya dan Junghwan yang bermain game disampingnya. Dohyon hanya menggeleng lalu menyuapkan kembali steak kemulutnya.

"Seorang gadis memberiku ini, tak akan kuberikan pada kalian"

"Kau menyukainya?"

"No, aku saja tak kenal padanya"

Junghwan hanya mengangguk lalu menaruh ponselnya. Mata tajamnya menatap lapar pada dua kotak bekal lain yang ada didepan Dohyon.

"Delan, kau tak makan dua kotak ini?"

"Makan saja jika kalian lapar, ini extra"

Dengan cepat Haruto dan Junghwan membuka dua kotak bekal Dohyon yang lain.

"Aunty Ashleen memang yang terbaik"

Kata Haruto sembari menatap isi kotak bekalnya yang berisi steak daging sapi.

"Kalian kemana saja?"

"BK"

"Sir Zhoumi lagi?"

"No, Madam Hyo. Kami tak sengaja membuat ban mobilnya kempes. Dan kau lihat Lan, ini surat pemanggilan orang tua ketigaku tahun ini"

Dohyon sedikit bersyukur, jika tadi pagi dia tak diantar mama pasti dia ikut terkena kenakalan Haruto dan Junghwan

Dohyon, Haruto, Junghwan ini satu paket lengkap.










______________
____________________________

gue duduk dibangku akhir masa SMA dan sekarang ini lagi sibuk sibuknya. jadi I really sorry kalo gabisa update tiap hari ky biasanya krn ini luar biasanya.

okay, semangat!

Melepas Rembulan [Cho Seungyoun & Hwang Yeji] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang