2 - gara gara kucing

2.5K 69 6
                                        

Kediamaan adalvino

"SAYANG BANGUN!"

"Iya Mi, ini udah bangun kok."

"Buruan, Mami tunggu di meja makan yah sayang."

"Iya, Mih."

Seorang laki laki baru saja bangun dan selesai mandi lalu tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Laki laki itu adalah Siddharth atau yang sering di panggil Sidd.

Sidd bukan lah tipe anak yang susah untuk dibangunkan sejak masih SD kelas 5 dirinya sudah biasa untuk bangun sendiri. Sehingga sang Mami tidak perlu repot repot untuk teriak berulang kali untuk membangunkan diri nya.

Setelah dipastikan rapih semua Sidd segera mengambil tas nya yang ada di atas kasur dan menaruh nya di pundak nya. Tak lupa juga dirinya membawa hp nya serta kunci mobil lalu turun ke bawah.

"Pagi boy." sapa Clara a.k.a Mami nya.

"Hm."

Sidd memang laki laki yang irit bicara entah itu disekolah atau dirumah diri nya akan berbicara seperlunya saja namun jika disekolah Sidd benar benar akan menjadi sangat datar dan dingin lain hal nya dengan dirumah maka dirinya akan sedikit
tersenyum.

"Mau sarapan apa? Roti atau nasi goreng?" tanya Clara lembut.

"Nasi goreng." jawab Sidd.

"Baiklah." dengan sigap Clara pun menyiapkan sarapan untuk sang putra.

"Papa?" tanya Sidd.

Meski bicara singkat namun Clara sudah paham dengan yang di maksud mungkin karena dirinya adalah ibu nya.

"Oh, Papa kamu masih di kamar masih bersiap siap." jawab Clara sembari memberikan piring yang sudah terisi oleh nasi goreng buatan nya itu.

"Stela?" tanya Sidd kembali.

"Adek kamu itu masih tidur." kata Clara sedangkan Sidd mengangguk.

Sidd mulai memakan nasi goreng nya dengan tenang.

"Berapa banyak murid baru nya sayang?" tanya Clara. Perempuan berusia tiga puluh lima tahun itu memang kerap kali menanyakan tentang kegiataan Sidd disekolah entah itu dari kegiatan osis atau kegiatan basket nya.

"Tahun ini sepertinya lebih banyak Mi murid baru nya." jawab Sidd.

"Oh ya, berapa?"

"Kalau gak salah sekitaran 200 murid yang keterima." kata Sidd.

Clara mengangguk kecil.

"Pagi."

Dilihat nya seorang laki laki berwibawa tengah menuruni tangga sembari memegang tas kerja nya di lengan tangan sebelah kanan nya.

Dia adalah Adyatma Mahavir Adalvino, suami Clara sekaligus Papi dari Siddharth. Pria berusia tiga puluh sembilan tahun itu masih terlihat sangat gagah apalagi tubuhnya yang sangat kekar.

Sidd adalah blasteran Mexico, India, Indonesia. Adyatma---Papi nya adalah keturunan Mexico sedangkan Clara Mami nya adalah keturunan India dan Indonesia. Karena sudah hampir lama tinggal di Indonesia maka Papi nya sudah sangat lancar berbahasa Indonesia. Sidd dan Stela---adik nya terpaut usia yang cukup jauh tapi biar begitu Sidd sangat menyayangi adik perempuan nya itu.

"Morning, sayang." ucap Adytama pada istrinya.

Cup

Adytama memberikan kecupan singkat dibibir istrinya itu lalu duduk dikursi biasanya yang dirinya tempati.

Ketos Siddharth Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang