Avneet berjalan dengan cepat mendekati tempat perkemahan.
"Pak itu Avneet," seru Reem.
Reem melihat Avneet yang berjalan mendekati perkemahan. Teriakan gadis itu menarik perhatian semua orang disana.
"Alhamdulillah," para guru mengucapkan syukur.
"Kamu gak kenapa napa?" tanya Pak Karan. Laki laki paruh baya itu memeriksa tubuh keponakan nya apakah ada yang lecet atau tidak.
"Aku gak papa," jawab Avneet tersenyum tipis.
"Kamu habis dari mana?" tanya Pak Karan mengintimidasi.
"Aku kesasar,"
"Kenapa bisa? Kamu gak bareng sama kelompok kamu,"
Mata Avneet melirik ke arah Anushka dimana gadis itu dengan santai sedang makan popmie.
"Aku tadi kebelet pipis eh gak tau nya malah kesasar," Avneet sengaja berbohong.
"Oh yaudah lain kali minta di anterin kalau mau kemana mana,"
Avneet mengangguk cepat.
"Cepat kasih tau Pak Gibran kalau Avneet sudah diperkemahan," seru Pak Karan.
"Kamu istirahat yah," menatap Avneet.
"Iya,"
Pak Karan pergi dari hadapan Avneet dan semua orang fokus dengan kegiatan nya sendiri sendiri.
"Suami lo mana? Bukan nya tadi dia pergi nyari elo," tanya Arishfa.
"Gue tinggal di belakang," jawab Avneet.
"Gue tau lo pasti kaga kebelet pipis kan?" tuding Reem. "Ceritain sama kita berdua yang sebenarnya,"
Avneet menghela nafasnya dia sangat sulit untuk berbohong sama kedua sahabat nya.
"Nanti gue ceritain," kata Avneet.
"Avneet,"
ARA menoleh dimana ada Sidd dan Riyaz yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Lo kok malah ninggalin gue sama dia sih," ucap Riyaz mencibir.
"Apa lo," ngotot Sidd.
"Lo yang apa!"
"Lo lah jadi suami kok gak becus sih,"
"Lo jadi cowok sukanya deketin istri orang,"
Untung saja Riyaz dan Sidd beragumen nya tidak terlalu kencang.
"Udah diem!" kata Reem terlihat galak.
"Kenapa jadi malah kayak anak kecil sih," kata Arishfa.
Avneet yang memang sudah lelah memilih untuk masuk ke dalam tenda nya.
"Avneet, tunggu." panggil Sidd.
Sidd baru saja mau menyusul Avneet namun nama nya di panggil.
"Kak Siddharth, dipanggil sama Pak Karan."
Sidd mengangguk dan memilih untuk menemui adik dari mertua nya dulu.
"Eh mau kemana lo," Reem mencekal tangan Riyaz yang hendak memasuki tenda nya.
"Tidur lah capek gue," jawab Riyaz.
"Enak aja main tidur aja ceritain dulu sama kita berdua yang sebenarnya terjadi," ucap Reem.
"Iyak betul tuh dan kenapa lo bisa sama Avneet," timpal Arishfa.
"Oke gue ceritain tapi ada syarat nya," ucap Riyaz.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Siddharth
CintaRank📝 #3 perjodohan #28 ketuaosis #1 siddharthnigam #3 masaputihabuabu #237 masalalu #3 avneetkaur #2 siddneet #232 suami #227 istri #60 anushkasen ⚠ Banyak kata kasarnya *** Bagaimana rasanya menikah di umur yang masih sangat muda yakni 17 tahun...
