68 - takut

1.7K 55 13
                                        

Masih suka sama cerita ini gak

***

Beberapa bulan kemudian.

Hubungan Sidd dan Avneet sejauh ini masih baik baik saja meski pun sampai saat ini Sidd masih saja dekat dekat dengan Anushka. Tapi Avneet sudah tidak mau mengambil pusing lagi untuk masalah itu hati nya sudah lelah.

Avneet ingin meminta pisah dengan Sidd tapi ia berfikir dua kali terlebih dahulu. Avneet tak mau membuat Mama dan Papa nya bersedih selama Sidd dan Anushka tidak macam macam maka Avneet akan tetap diam ya dialah yang harus mengalah.

Avneet juga tidak bisa melepaskan Sidd untuk Anushka, karena dia mencintai laki laki itu. Ada yang bilang jika orang mencintai seseorang maka akal sehat nya tidak akan di pakai dengan baik maka itu sudah di sakiti berkali kali pun masih saja tetap mencintai. Avneet akui memang dirinya seperti itu, gadis itu sudah terlalu dalam untuk mencintai suami nya sendiri.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat Avneet sekarang sudah berada di kelas XI dan Sidd sudah ada di tingkat akhir yaitu kelas XII. Sekitar satu bulan yang lalu mereka baru saja menerima rapot kenaikan kelas setelah beberapa minggu dari camping di adakan.

Masa jabatan Sidd sebagai ketus osis tinggal menghitung bulan saja maka cowok itu akan memberikan jabatan nya pada adik kelas nya.

Keadaan kelas XI IPS 3 sedang ramai dikarenakan guru yang mengajar tidak masuk dan itu adalah kelas nya Avneet.

"Woi main true or dare yok!!"

"Skuy lah!!"

"Ayo weh lah jangan pada tiduran aja kerjaan nya,"

"Avneet ayok ikutan main,"

"Males," balas Avneet. Dia lebih memilih untuk duduk di bangku nya sendiri.

"Gak asyik lo,"

"Bodo,"

Reem dan Arishfa sudah ikut bergabung bersama teman sekelas nya.

Untung lah teman teman sekelas nya tidak di acak dan masih sama seperti kelas X bahkan sampai nanti kelas XII.

"Riyaz mana woi," teriak Avneet.

"Cie nyariin Riyaz, ada apaan nih." goda Rendi.

"Gue cuma nanya aja ya sat," ucap Avneet.

Sat (bangsat)

"Santai dong nyet," balas Rendi.

"Si Riyaz lagi latihan futsal,"

"Lah tumbenan amat,"

"Emang lo gak tau kan mau ada turnamen,"

Avneet manggut manggut.

"True or dare," tanya Rendi.

Kali ini Arishfa lah yang kena.

"True," jawab Arishfa.

"Ah gak seru masa dari tadi pada milih true semua," ucap Rendi mengerucutkan bibir nya.

"Yaudah deh gue milih dare," ucap Arishfa.

"Nah ini kan baru seru,"

"Jadi apaan dare nya,"

"Lo ajak Bombom makan bareng nanti waktu istirahat," ucap Reem.

Ketos Siddharth Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang