32 - gue kira...?

1.3K 43 1
                                        

Jangan lupa komen di setiap paragraf!!!

Yang baru tambahin cerita ini ke perpustakaan komen dong

***

Pukul 22.00

"Gue haus sial,"

Abhi saat ini tengah bersantai di atas kasur sembari menonton tayangan sepak bola. Karena merasa kehausan Abhi turun dari kasur dan keluar kamar untuk mengambil minum dirinya lupa membawa minum tadi sebelum masuk ke kamar.

Abhi menghentikan kaki nya begitu melewati kamar Sidd dan Avneet, dia seperti mendengar suara dari dalam kamar sana. Karena penasaran Abhi pun berusaha untuk menguping nya dia meletakkan kuping nya di pintu agar terdengar.

"Ah sakit sialan,"

"Pelan pelan dong,"

"Aduh kekencengan,"

"Lo terlalu bersemangat banget sih,"

"Emm--enak ah,"

"Pelanin dikit,"

"Nah iya segitu terus,"

"Eh enggak enggak kencengan dikit,"

"Nah ah mantap,"

Mata Abhi melotot ketika mendengarnya. Pikiran kotor mulai masuk ke dalam otak nya ketika mendengar suara Sidd yang sedang mengaduh kesakitan di dalam sana.

"Anjir kuping gue ternodai," kata Abhi.

"Bener bener tuh orang kalau mau gitu gitu gak bisa apa pas enggak ada gue disini,"

"Mana suaranya kenceng banget lagi,"

Abhi mengomel sendiri. Ingin rasanya dia membuka pintu kamar itu dan melabrak Sidd dan Avneet yang mungkin di dalam sana sedang melakukan---ya pasti tau lah apa yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri.

"Akh!!"

Sidd kembali berteriak saat Avneet kembali menggoreskan koin ke punggung nya, kini nampak sekali punggung Sidd yang putih sudah banyak bekas merah bergaris.

"Katanya gak bakal teriak," Avneet mengejek Sidd lalu kembali mengerok punggung cowok itu dengan koin yang dipegang nya.

"Sakit,"

"Lemah banget, baru segitu juga." Sidd memutar bola matanya malas, dasar saja gadis itu tidak merasakan sakitnya.

"Udah ah," Sidd bangkit lalu memungut bajunya yang berada di lantai.

"Woi suara nya pelanin,"

Sidd dan Avneet saling tatap dengan bingung.

"Kenapa abang lo teriak?" tanya Sidd.

Avneet mengedikan bahu nya acuh tidak tahu kenapa abang nya berteriak seperti itu. Karena penasaran Sidd dan Avneet berdiri untuk segera membuka pintu kamar nya.

Ceklek

Sidd dan Avneet dapat melihat Abhi sedang berdiri di depan kamar nya.

Ketos Siddharth Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang