39 - double date

1.4K 37 7
                                        

Jangan lupa komen di setiap paragraf!!!

***

"Avneet bilangin dong sama Sidd suruh balikin liptin sama bedak gue," rengek Reem.

Sejak anak anak osis keluar dari kelasnya Reem terus saja membujuk Avneet untuk meminta Sidd mengembalikan liptin dan juga bedak nya yang di sita.

"Cuma liptin sama bedak doang ya elah" kata Arishfa.

"Bukan apa apa itu gue baru beli," kata Reem. "Mana baru di pake sekali lagi,"

"Tinggal beli lagi aja sih apa susah nya," kata Avneet.

"Lo mah enak ngomong nya," kata Reem.

Avneet memilih untuk tidak meladeni Reem, ia malah menaruh kepalanya dilipatan tangan nya di atas meja guna untuk tidur.

"Avneet," Reem menggoyang goyang kan lengan Avneet agar gadis itu bangun.

"Udah sih biarin Avneet molor," kata Arishfa sembari memainkan hp nya.

"Terus ini gimana nasib bedak sama liptin gue," kata Reem.

"Beli lagi lah," kata Arishfa.

Reem mendesah kecewa karena bedak dan liptin nya tidak dapat kembali lagi ke tangan nya.

***

"Eh paijo," kata Abhi.

Abhi saat ini tengah berada di depan kelas X IPS 4 dimana kelas nya Avneet dia datang kesini karena ada niat terselubung.

"Lo manggil gue?" tanya seorang cowok yang baru saja hendak mau masuk ke dalam kelas.

"Ya iyah lah," kata Abhi mencibir.

"Nama gue Rendi bukan Paijo," kata Rendi kesal. Untung saja cowok di depan nya ini adalah anak dari pemilik yayasan.

"Bodo amat mau nama lo Rendi atau Sukinem kek. Sekarang tolong panggilin Avneet," kata Abhi.

Abhi males masuk ke dalam kelas karena suasana kelas masih rame.

"Kenapa gak manggil sendiri aja sih," kata Rendi.

"Jangan banyak tanya lo, udah sana panggilin bocah nya." kata Abhi. Ia mendorong tubuh Rendi agar masuk ke dalam kelas.

"AVNEET!!" Rendi masuk ke dalam kelas dengan berteriak.

"Rendi anjing! Gue kaget,"

"Bangke gue kira guru tadi,"

"Rendi lo ngajak ribut yak!"

"Minta di cincang cincang nih anak,"

Rendi menyengir tanpa dosa saat mendapatkan umpatan dan tatapan tajam dari teman teman kelas nya.

"Yang namanya Avneet mana?" tanya Rendi.

"Ngapain lo nyariin temen gue?" tanya Reem dari belakang.

"Temen lo mana?" kata Rendi.

"Tuh," Reem menujuk Avneet yang sedang tidur.

"Avneet!" Rendi kembali berteriak.

Ketos Siddharth Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang