8 - ribet amat

1.8K 61 5
                                        

Sebutin satu judul cerita favorite kamu karya dwita_Ratri?!

Tinggalkan jejak yah:b

***

"Pa, aku hari ini bawa mobil sendiri aja yah." kata Avneet.

Saat ini keluarga Dirgantara tengah sarapan bersama komplit ada Abhi juga disana.

"Gak mau bareng gue aja?" tanya Abhi.

"Gak ah, mau bawa mobil sendiri aja." kata Avneet. "Boleh kan Pa?" menatap Papa nya seakan minta izin.

"Boleh boleh aja sih Papa mah." jawab Rio santai.

Avneet bersorak senang.

"Tapi kamu bawa mobil nya harus hati hati." kata Ldya.

"Iya Ma." Avneet mengangguk.

"Yaudah Pa Ma, Abhi berangkat dulu."

Abhi beranjak dari duduk nya begitu pula dengan Avneet.

"Aku juga." kata Avneet.

"Ye ngikutin gue aja lo." kata Abhi.

"Dih biarin." balas Avneet.

"Udah udah jangan ribut sana kalian berdua berangkat nanti telat lagi." lerai Ldya.

Abhi dan Avneet sama sama mengecup tangan Rio dan Ldya lalu keluar bersama menuju garasi rumah nya.

"Yakin nih gak mau bareng aja?" tanya Abhi sekali lagi.

Abhi baru mau masuk ke dalam mobilnya sedangkan Avneet masih memakai sepatu nya di teras rumah nya.

"Enggak, udah sana berangkat lo masa wakil ketua osis telat sih." kata Avneet.

"Yaudah." Abhi langsung masuk ke dalam mobil nya.

Tin tin

Dilihat nya mobil kakak nya sudah keluar dari gerbang rumah nya.

Avneet yang sudah selesai memakai sepatu pun segera masuk ke dalam mobil nya. Avneet bisa membawa mobil karena di ajarkan oleh Rio itu juga dengan cara merengek selama satu minggu soal nya Mama--Ldya tidak mengizinkan diri nya untuk menyetir mobil karena katanya cewek berbahaya. Padahal di luaran sana banyak cewek cewek yang sudah bisa mengendarai mobil Mama nya saja yang parnoan.

Avneet melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Saat lampu merah dia berhenti, Avneet biar pun nakal dan seorang badgirl namun tidak akan melanggar lampu lalu lintas dan tetap patuh.

Setelah beberapa menit akhirnya Avneet sudah sampai di sekolah. Ia turun dari mobil dan tak lupa menguncinya.

Tit tit

Kaki Avneet berjalan santai melewati lapangan, lalu koridor sekolah menuju kelas nya. Saat mau naik tangga Avneet tak bisa karena ada seseorang yang baru mau turun dari tangga dengan membawa setumpukan buku.

"Minggir lo!" kata Avneet.

"Lo yang minggir lah."

Ketos Siddharth Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang