Rendy sudah siap dengan kaos dan juga jaket kulit miliknya. Matahari baru saja tertib dan ia sudah siap mental menghadapi resiko yang ada didepan sana.
Rendy kembali membuka ponsel miliknya, mencari Rafi di Zenly dan tak dapat menemukan letak Rafi dimanapun.
Rendy menjadi heran, mengapa bisa seperti ini? Rendy lalu meletakkan ponselnya saat pintu diketuk.
Setelah membuka pintu, Rendy langsung saja menyuruh orang itu masuk beserta beberapa orang yang mengikuti.
"Aku sudah siap dengan beberapa anak buahku Rendy." Ujar orang itu dengan tersenyum setelah Rendy menyuruhnya untuk duduk.
"Kau memang tak pernah berubah Luke. Terimakasih banyak sudah membantu." Ujar Rendy menyatukan kedua tangannya didepan dada.
"Kau dulu sering membantuku Rendy. Jadi alasan apa yang membuatku tidak harus membantumu?"
Rendy senang bertemu Luke di Dubai. Waktu ia sampai disini, Luke pun habis melakukan penerbangan. Mereka akhirnya berjabat tangan setelah 20 tahun tak bertemu.
"Bagaimana keponakanmu bisa diculik sampai sejauh ini?" Rendy menghela nafas lalu mengeluarkannya dengan pelan.
"Ceritanya panjang, Luke. Aku bingung harus memulai darimana. Akupun tak tau siapa dalang dibalik ini semua."
Luke mengangguk mengerti, Rendy terlihat sedih sekaligus bingung bagaimana cara membawa keponakannya itu pulang.
Luke pernah mendengar cerita yang sama persis dengan Rendy pada temannya. Biasanya hal ini berhubungan dengan masa lalu yang tidak selesai.
Akibatnya orang itu datang setelah berpuluh puluh tahun tak pernah terlihat. Hingga membalas dendam bukan pada Rendy namun pada keturunannya.
"Apakah kau tidak melupakan masa lalumu Rendy?"
"Apa maksudmu Luke?" Tanya Rendy bingung karena ia tak mengerti maksud Luke.
"Jadi begini, hal ini pernah terjadi juga pada temanku, dan hal itupun berhubungan dengan masa lalunya. Apakah ada masa lalumu yang belum pernah terselesaikan?" Luke bertanya hingga atmosfer diantara mereka terlihat panas.
Orang orang itupun hanya melihat satu sama lain, mereka tak mengerti apa yang diucapkan Luke dan Rendy karena mereka berdua berbicara dengan bahasa Indonesia.
Dulu, Luke dan Rendy adalah teman dekat sejak Rendy masuk kuliah dan Rendy bertemu Luke di kelasnya. Mereka menjadi teman dekat hingga lulus bersama sama.
Rendy menekuni bidangnya menjadi seorang dokter begitupun dengan Luke. Bedanya Luke menjadi dokter namun bukan di Indonesia.
Mereka akhirnya berpisah di bandara saat itu. Rendy dan Luke selama beberapa tahun masih berkomunikasi namun karena Rendy sibuk dan jarang lagi memegang ponsel ia jadi tak pernah menghubungi atau mengirim pesan pada Luke begitupun sebaliknya.
"Aku tak tau Luke apakah masih ada masa lalu yang belum terselesaikan."
"Mungkin karena sudah berpuluh puluh tahun yang lalu, aku jadi tak mengingat apapun." Ujar Rendy kembali.
"Tak apa Rendy. Aku tak memaksamu untuk mengingat." Luke akhirnya berdiri berjalan mendekat kearah Rendy yang terlihat frustasi.
"Tapi, apakah ada hubungannya dengan kakakku?" Tanya Rendy bermonolog.
"Maksudmu apa?"
"Kakakku, ayah dari Raina. Dia pernah menabrak seseorang." Ujar Rendy dengan pelan.
Luke tau, ada rahasia yang Rendy sembunyikan. Luke pun tak mau Rendy memberitahunya karena itu adalah privasinya sendiri.
"Sudah Rendy. Jangan diceritakan lagi jika tak sanggup. Aku mengerti apa yang kau rasakan." Ujar Luke menepuk bahu Rendy yang menunduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ranzir
JugendliteraturDia Raina Alexandria. Seorang perempuan dengan seribu bahasa yang ia simpan dimulut. Bukan masa lalu yang membuat ia sekarang diam, tetapi seseorang yang telah mengambil hatinya kini membenci dirinya. **** Dia, Razir Smolither menyukai seorang cewek...
