Semuanya kini memang sudah berubah
-Raina Alexandria-
******
BERIKAN VOTE SEBELUM MEMBACA
DAN BERIKAN COMMENT SETELAH MEMBACA
HAPPY READING
《-》
Pada kehidupan yang biasa setiap terjadi, tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana kehidupanmu yang selanjutnya.
Bagaimana semua ketidakberdayaan yang Raina rasakan pada kehidupannya menuntutnya pada sebuah rasa kecewa.
Dahulunya ia adalah anak periang yang selalu aktif bercanda dan bermain. Tapi kini jauh dari kata dua itu.
Kehidupannya kini berubah total.
Ia hanya sedang bermain pada semua konflik yang akan datang padanya.
Topeng yang selalu ia lihatkan pada sahabatnya menuntut Raina agar terlihat baik baik saja.
Sebuah kehilangan kasih sayang ia tutup dari rasa penasaran semua orang yang ingin mengetahuinya.
Kata yang harus ia ungkapkan pada kejamnya dunia ia pendam dalam sebuah coretan kertas diarynya.
Ketika sebuah tangan menepuk bahunya lantas kesadaranya pun tiba.
"Kenapa bengong aja dari tadi?" ujar Wina.
"Enggak gue nggak bengong." Ujar Raina berbohong.
"Terus daritadi lo ngapain aja kalau bukan bengong?" Tanya Zira yang kini mulai bergabung dan duduk disebelah Raina.
"Gue lagi mikir aja."
"Mikir apaan sampe bengong kek gitu?" Tanya Wina penasaran.
Elah pake nanya terus nih curut- Ujar Raina.
"Yaa--- mikir. Mikir apaan gitu," Ujar Raina asal bicara.
"Somplak lo," ujar Wina menoel kepala Raina. Raina pun hanya memberikan senyum tipis dari mulutnya.
"Yaudah yuk kita kekantin. Sekalian ngisi perut biar gak kosong. Bentar lagi mau masuk soalnya," Ujar Raina membuat perhatian agar sahabatnya melihat dirinya. Sahabatnya pun hanya mengangguk jawaban tanda ia mengerti. Raina mengeluarkan kotak makan yang ia bawa lalu mulai beranjak dari duduknya.
Mereka berjalan keluar kelas bersama sama diiringi candaan Wina yang membuat mereka tertawa diiringi rasa bahagia.
Karena inilah cara satu satunya agar semua orang tau termasuk sahabatnya bahwa ia baik baik saja. Ia hanya memakai topeng sebagai alas muka yang harus ia pakai sebelum ia melepaskannya dan pergi menyusul gelapnya cahaya malam.
《-》
Setelah memasuki pintu depan kantin Raina mengedarkan pandangannya pada semua siswa/i yang kini berada didepan matanya.
Lalu satu titik memberhentikan dia pada satu objek yang mampu membuat kehidupannya kebih berwarna.
Ia bermaksud menghampiri Razir untuk berterimakasih karena sudah menemaninya lari pagi dan menjajankan dirinya ice cream.
Tapi sebuah tangan lebih dulu menariknya mendekat dan mengagalkan rencana yang tadi ia sudah siapkan.
"Raina lo mau pesen apa?" Ujar Zira menatap Raina.
"Hmmmm. Gue-------," Ujar Raina yang gelisah melihat Razir dan teman temannya ingin keluar.
"Ckck. Cepet Raina. Gue laper." Ujar Wina yang tidak sabaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ranzir
Fiksi RemajaDia Raina Alexandria. Seorang perempuan dengan seribu bahasa yang ia simpan dimulut. Bukan masa lalu yang membuat ia sekarang diam, tetapi seseorang yang telah mengambil hatinya kini membenci dirinya. **** Dia, Razir Smolither menyukai seorang cewek...
