Song:{Adipati & Vanesha} You are the reason.
NOVI dan Sania kini berada di depan rumah Novi. Dirinya menengok ke samping kanan ada mobil Siska di sana yang berarti menandakan bahwa, Siska sudah pulang.
Ceklek.
Novi membuka pintu tersebut.Dan ternyata, Siska sudah berdiri di ambang pintu tatapanya fokus. Menatap anak gadis nya itu, dengan tatapan menajam.
"Kamu habis dari mana aja, nginep di rumah orang.." ucapan Siska menggantung saat tatapanya menoleh ke belakang putrinya tersebut "Eh jengg Sania haduhh udaah lama gak ketemu."
Siska menghampiri Sania yang saat itu tengah berdiri di belakang anak gadisnya itu. Respon Sania saat itu tersenyum manis, tak lupa Sania juga membawakan bingkisan untuk teman bisnis nya itu.
Terlihat jelas ke akraban mereka saat ini, mungkin mereka sudah beberapa akhir ini jarang ketemu. Novi pun meminta izin kepada bundanya untuk masuk terlebih dahulu, respon Siska hanya mengangguk kecil. Namanya juga sedang ada gosip seputar ibu-ibu.
Novi melangkahkan kakinya memasuki ruangan, di sana ia melihat Darmi yang tengah asik memasak sambil bernyanyi-nyanyi.
Memang kebiasaan pembantunya itu hanya bernyanyi-nyanyi bahkan, mandi saja bernyanyi. Novi hanya menggelengkan kepala bila menghadapi Darmi, tapi biar bagaimana pun juga. Darmi adalah pembantu, yang sangat baik kepadanya.
***
"Han. Lo jaga sebelah sana gih," tunjuk Dimas ke arah barisan anak berseragam putih abu-abu tersebut.
Sekarang hari senin yap, sekarang adalah jadwalnya Hanle bertugas lagi untuk menggantikan anggota OSIS nya. Yang tidak bisa hadir hari ini, di karna kan ada keperluan yang cukup penting.
Dengan tangan yang di masukan ke saku celana, Hanle berusaha menjaga barisan yang di tunjuk Dimas tadi. Panas matahari pagi ini tak membuat nya goyah, untuk menghadapi tugas organisasinya.
Pandangan Hanle berhenti ke satu titik.Di saat ada barisan siswi kelas 10 yang heboh, dengan cepat Hanle langsung menghampiri barisan tersebut yang sedang berkerumunan. Hanle mulai menyuruh kepada barisan siswi untuk tetap kembali ke posisinya semula, saat itu juga. Hanle melihat seorang siswi jatuh pingsan di sana, ternyata gadis itu adalah Maura. Keringat dingin terus bercucuran di wajah gadis itu, dengan sigap Hanle langsung menggendong Maura dengan ala bridal style, untuk menuju UKS Hanle tak menggubris ocehan para siswi lainya.
Terik matahari di pagi hari ini. Dan juga dengan nafas yang memburu, Hanle tetap sigap membawa Maura menuju UKS. Hanle menggendong gadis ini karna sudah menjadi tugasnya, untuk mengawasi. Karna sedari tadi, petugas PMR sedang berjaga di barisan lain takutnya gadis ini kenapa-napa. Hanle lebih mementingkan gadis ini ketimbang gengsinya.
Hanle menaruh Maura di bangkar, di sana sudah tersedia dokter dan juga petugas PMR lainya. Merasa tugasnya sudah selesai Hanle memutuskan pamit dari ruangan tersebut, lalu beranjak keluar.
Sorot mata Hanle fokus kedepan lagi saat ingin menuju kelapangan untuk berjaga.Hingga tak menyadari bahwa, Novi sedang berjalan sambil membawa buku tumpukan hingga akhirnya.
Brug!
Buku tumpukan yang tadi tertaruh rapih di atas tangan gadis tersebut.Tersungkur ke lantai, buku itu berserakan di bawah sana Novi memunguti buku itu. Hanle pun dengan perasaan bersalah nya membantunya, sampai pada buku terakhir tangan mereka bertautan dengan tidak sengaja. Karna ingin mengambil buku yang sama.
Mata Hanle menatap lekat manik mata hitam kecoklatan milik Novi, begitu juga dengan Novi.
Gadis itu menarik tanganya kembali dan mulai kembali menaruh satu buku itu di atas tumpukan buku lainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVIHAN [SELESAI]
Teen Fiction[Di harapkan folow akun ini terlebih dahulu sebelum membaca, beberapa part banyak yang di privat] [SERIES LOVE 1] ※※※※※ "LO YANG TADI NABRAK GUE SAAT BERTUGAS KAN?!" ucap Novi dengan nada penuh penekanan dan membuat siswa-siswi yang ada di kelas men...
![NOVIHAN [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/211881472-64-k61653.jpg)