Song: {Pia Mia} Do It Again.
"HAN lo pesen apa?" tanya Al.
Kini Hanle, Al, Dimas dan Bima sedang ada di kantin. Usai mengerjakan tugas yang sudah menggeroggoti otak mereka, Dimas yang sedari tadi hanya celingak-celingkuk memperhatikan seseorang. sedangkan Bima, masih setia membaca buku. Di antara mereka ber empat yang sering baca buku Hanya lah Bima. Jika ulangan tiba, teman-temanya pasti akan menyontek ke Bima.Tetapi tidak dengan Hanle karna ia sudah pintar bukanya sombong tapi kenyataan.
"Gue pesen nasi goreng aja deh," ucap Hanle kemudian memberikan uang berwarna hijau ke Al.
"Woi lo berdua, mau pesen apa kutu kupret?" ucap Al kepada Bima dan Dimas.
Dimas yang sedari tadi celingak-celinguk menunggu seseorang. Menoleh, ke arah Al dengan tatapan tajam. Memang, Dimas orangnya rada-rada sensitif.
"Sans dong sempak fir'aun." Kemudian Dimas mengembail uang berwarna hijau. "Gue beli...," Dimas menggantungkan ucapanya. Saat melihat seorang gadis yang baru memasuki kantin.
Al sedari tadi mengikuti arah pandang Dimas. Yang masih setia melihat gadis itu, Al geram karna sedari tadi Dimas tidak cepat-cepat memberikan menu makanan apa yang ingin di pesan, akhirnya Al menoyor kepala Dimas.
Dimas menoleh ke arah Al sambil menyengir membuat sederet gigi putihnya terlihat. "Eh, gue tadi habis lihat bidadari."
"Lo lihat Salsa ampe gitu banget dah, buruan lo pesen apaan? Gue laper woi cepetan!" bentak Al yang sedari tadi sudah geraam dengan tingkah laku Dimas.
"Sabar miper, gue pesen bakso aja deh," kemudian Dimas menyodorkan uang berwarna hijau ke Al yang tadi sempat tertunda.
Setelah mengambil uang dari dimas, Al menepuk bahu Bima.Yang masih anteng membaca buku.
"Lo pesen apaan Bima sakti?" tanya Al.
Bima menghela nafas nya, si Al memang suka ganti-ganti Nama orang. padahal. Nama nya bukan Bima sakti Nama Bima adalah Bima Anggara.
Kemudian Bima menoleh ke Al. "Gue pesen es teh aja deh," Bima menyodorkan uang berwarna ungu ke Al.
Setelah menerima jawaban dari teman-temanya. Al beranjak meninggalkan mereka ber empat, dan langsung menuju warung yang akan di pesan.
Entah kemasukan setan apa Al ini biasanya dia ogah-ogahan untuk di suruh.
Al memiliki poster tubuh cowo yang bagus tipe yang pas untuk di gebet.
Sementara Bima, dia juga sama memiliki poster tubuh yang bagus. tetapi, dia jarang sekali melakukan olah raga. Dia hanya sering membaca buku hingga pantas di juluki kutu buku.
Merasa semuanya canggung. Hanle merogoh saku celanaya. lalu, mengeluarkan ponsel kemudian memainkan game mobile legend.
"Mmm kak aku boleh gabung?" tanya seorang gadis yang sudah tiba di hadapan mereka bertiga
Mereka bertiga menoleh ke aras gadis itu. Dimas yang melihat gadis itu tiba di bangku mereka bertiga celingak-celinguk, adakah teman gadis ini tapi hasilnya nihil.
"Maura lo ke kantin sama siapa?" tanya Dimas
Hanle dan bima tadi sempat menoleh namun, mereka kembali ke aktivitas nya masing-masing lagi. Biar lah hanya Dimas yang menjawab pertanyaan Maura.
Maura menoleh ke arah Hanle yang kini tengah asik bermain ponsel nya. Maura memandang Hanle dengan tatapan senang bercampur sendu, apakah diirinya salah dekat dengan Hanle.
Dimas yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Maura. Melihat arah pandang gadis itu, Dimas langsung pahan bahwa Maura sedang sangat sedih melihat Hanle yang tidak mengajak bicara kepada Maura.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVIHAN [SELESAI]
Novela Juvenil[Di harapkan folow akun ini terlebih dahulu sebelum membaca, beberapa part banyak yang di privat] [SERIES LOVE 1] ※※※※※ "LO YANG TADI NABRAK GUE SAAT BERTUGAS KAN?!" ucap Novi dengan nada penuh penekanan dan membuat siswa-siswi yang ada di kelas men...
![NOVIHAN [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/211881472-64-k61653.jpg)