°Dua Puluh Satu°

423 22 0
                                        

Song: {Aldy Maldini} Kuatkan aku.

Heyy apa kabar?

Lama gak update nya nih.

Langsung aja ya.

............

Isi komentar kalian di atas.


"OKE semuanya kalau sudah selesai, kumpulkan di ruang guru. Saya permisi." Ucap Bu Marisca selaku guru Sejarah.

Marisca membereskan peralatan mengajar nya lalu berjalan meninggalkan kelas 11 IPS 3.

Hanle yang masih asik mencatat tiba-tiba saja mendapat jitakan dari Al. Memang si Al tuh kalo gabut kurang kerjaan banget, pasti dia selalu ngelampiasin marahnya ke Hanle di saat. Chats nya si Al sama gebetan belom di bales, si Al selalu saja mengisengi Hanle. Mulai dari menjitak, menyubit, bahkan waktu itu saat Hanle sedang tidur. Laki-laki itu selalu meniup-niup muka Hanle, itu alasanya mengapa Hanle lebih sering tidur di ruang OSIS dibandingkan kelas.

"Hanle. Masa si Aurel kaga bales chats gue, sedih dah gue," Al bertingkah se akan-akan dia menangis. Kemudian pria itu mengusap-ngusap air mata, nangis-nangis bombay.

Si Al kalo udah bucin ya ampun tobat dah. Hanle saja sedari tadi tidak meladeni Al, pria itu masih fokus mencatat ips nya. Lebih baik menulis materi, daripada meladeni Al yang sudah kelewat bucin.

"Gue, kumpulin duluan."

Hanle menaruh bolpoint nya di saku, lalu membawa buku tulis tersebut. Pria itu beringsut dari kursi nya dan beranjak meninggalkan ruangan 11 ips 3. Hanle juga meninggalkan Al, yang masih mengerucutkan bibirnya respon Hanle hanya terkekeh saja.

Hanle menelusuri koridor yang sekarang sudah di penuhi oleh siswa-siswi yang berjalan. Karna bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, tatapan semua murid di sini mengarah ke arah Hanle. Namun pria itu hanya menanggapinya dengan datar.

"Itu kan Hanle gilaa."

"Ganteng si ganteng tapi dingin."

"Beda jauh banget sifat nya dengan ka Rehan."

Hanle tidak memperdulikan cibiran orang di sekitar nya, pria itu masih fokus berjalan untuk segera pergi ke ruang guru. Setelah tiba di sana, Hanle menaruh buku tulisnya di meja Marisca. Kemudian pria itu menyalimi tangan Marisca dan berpamitan.

Beberapa ingatan mulai berputar di otaknya. Hanle baru menyadari bahwa, percakapan dirinya dan Novi belum usai saat di ponsel tadi. Sebenarnya dia memang ingin mengechet Novi, soal 'Dia banyak yang ngechet?' itu hanya alibi Hanle saja toh. Entahlah perasaan apa yang sedang di rasakan pria berlesung pipi ini.

Hanle duduk di bangku koridor ruang guru lalu, mengeluarkan benda pipih itu dari saku celana nya. Dan mulai pergi ke aplikasi Whats'App.

Claura novia.

Emang iyh wkwk.

Hanle sempat tekekeh saat membaca pesan tersebut kemudian dengan lincah Hanle mulai mengetik keyboard nya.

Btw lo masih di rooftop?

He'em knp?

Gue boleh kesana?

Lo mau ngapain anjirr bentar lagi gue pengen turun kalo mau kesini gue gak ada waktu soalnya gue laper pengen ke kantin!

NOVIHAN [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang