[Di harapkan folow akun ini terlebih dahulu sebelum membaca, beberapa part banyak yang di privat]
[SERIES LOVE 1]
※※※※※
"LO YANG TADI NABRAK GUE SAAT BERTUGAS KAN?!" ucap Novi dengan nada penuh penekanan dan membuat siswa-siswi yang ada di kelas men...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Song: {Astrid S} Hurts So Good.
LUSA ini tepatnya kepulangan Maria ke Indonesia, Hanle dan juga Novi sama-sama berkunjung ke rumah Maria untuk memberitahu yang sebenarnya kepada beliau. Meskipun ini akan membuat Maria sedikit syok, tapi bagaimana lagi memang ini kebenarannya.
Bahkan Hanle juga akan terima jika ntar Maria akan memarahinya atau memakinya. Hanle sudah berlapang dada untuk menerimanya.
Mobil yang di kendarai Hanle berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah. Kedua sepasang kekasih itu turun dari mobil dan mereka langsung bergegas untuk berjalan ke pintu utama.
"Hanle lo yakin?" tanya Novi meyakinkan sekali lagi, sebelum Hanle benar-benar mengetuk pintu rumah tersebut.
"Mau gimana lagi, emang ini yang sebenarnya." Jawab Hanle, seraya mengetuk-ngetuk pintu yang ada di hadapannya.
Meskipun Novi sedikit canggung akan kedatangan dirinya di rumah ini. Pasalnya, dia belum begitu dekat dengan sosok Maria.
Seorang wanita paruh baya menggenakan seragam berwarna pink, muncul dari balik pintu wanita tersebut tersenyum pada Hanle.
"Kamu Den Hanle ya? Ya ampun Den, Bibik kangen banget sama Den Hanle." Ucapnya seraya memeggang kedua lengan Hanle, dan respon Hanle saat itu tersenyum lalu mencium punggung tangan asisten rumah tangga tersebut.
Sejak kecil Hanle memang di ajarkan oleh kedua orang tuanya, untuk menghormati seorang yang lebih tua. Tanpa memandang derajat seseorang.
Pandangan sang asisten rumah tangga itu beralih kepada seorang gadis yang berdiri di samping Hanle, "ini siapa Den? Pacar Den Hanle ya?"
Novi tersenyum, seraya meraih tangan asisten rumah tangga tersebut dan mencium punggung tanganya. "Claura Novia, panggil Novi aja."
"Tante Maria, ada di dalam Bik?" tanya Hanle langsung ke intinya, memang tujuan Hanle kesini kan untuk membicarakan yang sebenarnya pada Maria.
"Oh iya kalian masuk aja, aduh Bibik sampai lupa nih. Nyonya Maria ada di dalam, barusan habis selesai makan, ayo masuk aja." Ajak sang asisten tersebut, seraya membuka pintu tengah lebar-lebar. Supaya mereka lebih leluasa untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Akhirnya mereka bertiga pun masuk seraya beriringan, dengan posisi asisten rumah tangga itu di samping kanan Hanle. Dan, posisi Novi di samping kiri Hanle.
"Den Hanle, saya belakangan ini gak pernah melihat Non Maura, kalo Den tau, dia kemana ya? Atuh maaf Den, Bibik lancang bertanya kayak gitu." Sang asisten rumah tangga tersebut berjalan seraya menunduk, karna dia merasa terlalu lancang untuk bertanya seperti itu.
"Gak papa Bik, sama Hanle mah santai aja. Lagian dia juga gak gigit kok." Kata Novi seraya terkekeh, dan tiba-tiba saja tangannya terulur untuk memukul bahu Hanle dengan pelan.