Bab 03

1K 102 3
                                    

Pukulan hingga tendangan diterima oleh Taehyung dari beberapa anak yang sedang berdiri di depannya. Taehyung dipegang oleh dua anak di kanan dan kirinya, anak lain tak henti memukulnya, Taehyung hanya diam saat pukulan demi pukulan diterima.

Tadi setelah menyuruh Jungkook kembali ke kelas, Taehyung menghampiri teman Jungkook dan ingin membayar apa yang dituduhkan kepada Jungkook. Taehyung hanya tidak ingin Jungkook melihat dirinya dihajar oleh temannya, jadi Taehyung mengajak teman Jungkook agar mereka menghajarnya di gudang belakang sekolah tidak di samping sekolah yang seperti di janjikan.

"Kau kuat juga," ucapnya.

Taehyung terduduk sambil bersandar di dinding dengan tangan yang memegang perutnya karena mendapatkan pukulan dari beberapa orang yang sedang berdiri di depannya.

"Bukankah sudah impas, kau tidak akan mengganggunya lagi?" tanya Taehyung sambil menahan rasa sakit.

"Ya, kita impas. Aku suka sekali bermain denganmu, kalian itu hanya orang miskin yang beruntung bisa bersekolah di sini," ejek anak itu kepada Taehyung yang sudah babak belur.

"Dan kalian orang kaya yang suka sekali menindas orang kecil seperti kita. Apa seperti itu? Aku ingatkan kepada kalian, dan dengarkan baik-baik. Jangan sampai kalian mengganggu adikku lagi, mungkin sekarang aku yang kalian hajar, tapi kalau saja kalian melukai adikku. Aku yang akan menghabisi kalian," tutur Taehyung dengan penuh emosi.

Taehyung berjalan keluar gedung sekolah sedikit tertatih karena menahan sakit di sekujur tubuhnya, belum sembuh luka dari pukulan Ayahnya. Taehyung sudah mendapatkan luka baru tapi Dia tidak peduli akan hal itu. Taehyung berjalan sambil sesekali memegangi perutnya, ada beberapa luka di wajahnya, tapi dia sudah membersihkannya walau masih saja terlihat luka itu mengeluarkan darah.

Sejak tadi setelah jam istirahat, Taehyung tidak melanjutkan jam pelajarannya karena tidak ingin guru tahu tentang luka yang Dia dapat, karena akan jadi masalah kalau guru tahu. Setelah dirasa gedung sekolah sedikit sepi, Taehyung keluar dan berjalan meninggalkan sekolahnya menuju tempat kerja, tapi saat akan menaiki bus yang biasa dinaiki, Taehyung melihat Jungkook menunggunya di halte yang tak jauh dari sekolahan mereka, Jungkook sedang bersama Jimin.

Taehyung hanya menghela nafas pelan saat melihat Jungkook yang sedang menunggunya di halte, dia tahu apa yang akan Jungkook katakan kalau tahu Taehyung babak belur karenanya. Taehyung mempisisikan dirinya pelan duduk di samping Jungkook sambil sedikit menahan sakit. Dia tidak menatap wajah Jungkook yang sejak tadi menatapnya. Taehyung tidak ingin melihat Jungkook bersedih karena kondisinya.

"Tae--"

"Kenapa kalian belum pulang? Dan Jungkookie, bukankah Ibu memerlukan bantuanmu, pulanglah," ujar Taehyung, dia tidak menghiraukan panggilan Jimin.

"Hyung benar-benar melakukannya."  Sejak tadi Jungkook menatap Taehyung yang babak belur karenanya.

"Jimin aa, bisa kau ajak Jungkook pulang, aku harus berangkat bekerja," ucap Taehyung tanpa peduli pertanyaan sang adik.

"Aku memang selalu saja menyusahkanmu," sahut Jungkook.

"Pulanglah, kita bicarakan di rumah setelah aku pulang bekerja," ucap Taehyung.

"Terus saja Hyung bersikap seperti ini. Aku memang tidak ada gunanya." Jungkook beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Taehyung.

Jungkook merasa selalu menjadi beban untuk Taehyung saat Ayah mereka tidak pulang karena sibuk bekerja, Taehyung lah yang selalu ada untuknya, tapi Jungkook selalu merasa dirinya tidak pernah berguna untuk kakaknya. Jungkook berpikir selalu saja menyusahkan Taehyung.

PROMISE (KTH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang