Taehyung sedang berbincang dengan beberapa rekan kerja ayahnya di temani oleh Chief Kang. Sebenarnya ingin sekali Taehyung segera pergi dari acara seperti ini. Dia tidak nyaman dengan suasana seperti ini, namun dia harus membiasakannya karena ini juga tugas Taehyung. Belum lagi Hoseok tadi bersikap tidak suka padanya.
"Anda masih muda, tampan dan sudah menjadi direktur di perusahaan. Ayah Anda pasti bangga kepada Anda," puji salah satu klien Seokjin.
"Anda terlalu memuji." Ucap Taehyung.
"Saya dengar Tuan Seokjin bersikap tidak adil kepada putra pertamanya. Apa Anda tidak akur dengan Hyung Anda?" tanya salah satu dari mereka.
"Maaf?" Taehyung terkejut dengan pertanyaan dari rekan Ayahnya itu. Kenapa gosip seperti itu yang beredar di kalangan karyawan ayahnya.
"Oh maafkan saya, harusnya saya tidak memcampuri urusan keluarga Anda," jawabnya.
Dia orang yang bekerja di bawah kepemimpinan Dong Min, dan dia sama busuknya dengan Dong Min, dia bahkan membuat isu yang menyudutkan Taehyung.
"Tidak masalah, cukup nikmati waktu Anda di perusahan dengan sangat baik. Saya nanti akan membuat perubahan dalam sistem kerja perusahaan cabang, tunggu saja," tutur Taehyung.
"Anda mengancam saya?" Merasa Taehyung menggeretaknya, dia menatap tajam ke arah seseorang yang menjadi atasannya itu.
"Tidak. Saya hanya mengingatkan Anda. Saya tidak akan memaafkan staf yang bekerja buruk dalam perusahaan. Kalau perlu saya sendiri yang akan menghabisi siapapun yang merugikan perusahaan," ujar Taehyung.
Taehyung berjalan pergi keluar ruang rapat, di dalam sana seperti ladang ranjau menurut Taehyung yang kalo saja tidak berhati hati akan meledak sewaktu waktu. Bagaimana Seokjin bisa bertahan dengan tekanan yang dia dapatkan. Semua ingin menjatuhkan Seokjin, sejak dulu Seokjin di pandang sebelah mata oleh orang yang tidak suka denganya, padahal perusahan yang sekarang di pimpin mengalami kemajuan pesat dan banyak sektor yang Seokjin jelajahi untuk merambah usahanya, dengan kesuksesan yang selalu dia dapat karena Seokjin tidak pernah setengah jalan untuk melakukan tujuannya.
Dari sana musuh Seokjin semakin banyak, banyak pesaing yang ingin Seokjin gagal dalam usahanya. Apalagi orang-orang yang membela Dong Min, itu bisa di manfaatkan oleh Dong Min untuk merebut kekayaan milik Seokjin.
Ayah Seokjin memang lebih percaya perusahaan di tangan Seokjin daripada Dong Min. Karena Seokjin berusaha untuk memajukan perusahaan bukan hanya menghabiskan pendapatan perusahaan dengan cara berfoya-foya.
Taehyung memilih untuk meninggalkan ruang rapat dan kembali ke rumah, dia akan termakan ucapan orang yang ingin menjatuhkannya kalau terus berada di sana. Dan membuat suasana semakin kacau."Tuan tidak apa-apa?" tanya Chief Kang saat melihat Taehyung bersandar dengan mata terpejam sesampainya di mobil.
"Nagaimana Ayah bisa bertahan dengan situasi seperti itu kalau mulut mereka sangat pedas. Apa kontribusinya untuk perusahaan saat dia bicara seperti itu," gerutu Taehyung.
"Mereka memang seperti itu. Kalau tidak hati-hati Anda juga akan terjebak oleh perangkap mereka," jawab Chief Kang.
"Aku ingin datang ke kantor cabang besok tanpa sepengetahuan mereka. Berikan laporan Staf bermasalah di kantor cabang." Taehyung harus tau permasalahan apa yang ada di kantor cabang. Dia harus menyelesaikannya segera.
"Baik, Tuan."
Taehyung tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin menjatuhkan dia dan Ayahnya. Ini kesempatan untuk Taehyung, dia akan membongkar kebusukan Dong Min. Itu niat Taehyung sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
PROMISE (KTH)
Fanfictionperjuangan seorang kakak untuk menjaga adiknya. Berjanji untuk selalu ada untuknya dan berjanji akan selalu menjaganya, dan semua berubah saat rahasia besar terungkap. Jeon Taehyung, bocah 8 tahun yang harus menjaga Jeo Jungkook, adiknya, usia 5 tah...