Bab 39

421 56 6
                                    

Ahn Jong menatap terkejut saat benda yang Taehyung bawa adalah miliknya. Bagaimana bisa dia mendapatkannya, itu pikir Ahn Jong. Memang sangat aneh, tapi entah apa yang sedang Taehyung rencanakan. Ayahnya saja tidak tau.

"Kenapa gelang itu ada padamu?" tanya Ahn Jong.

"Apa benar ini gelang Ibu?" Taehyung mengangkat gelang itu agar semua bisa melihatnya lebih jelas.

"Ahh itu ..." Seperti tertangkap basah, Ahn Jong seketika ragu untuk menjawab apa yang Taehyung tanyakan.

"Katakan kepadaku, kepada siapa gelang ini Ibu berikan?" tanya Taehyung.

"Apa maksud yang kau bicarakan?" Ahn Jong seakan tidak terima dengan apa yang Taehyung tanyakan.

"Dari orang yang berada di sini siapa yang mengambil gelang milik Ibu atau lebih tepatnya Ibu yang memberikannya." Taehyung membuat mereka di sana saling menatap, mencurigai milik siapa gelang itu.

"Kau menuduhku? Sebenarnya apa yang sedang kau katakan?" Ahn Jong seperti tidak terima dengan apa yang Taehyung tuduhkan, padahal tadi dia bilang gelang di tangan Taehyung, miliknya.

"Apa kata-kataku terdengar sedang menuduh Ibu? Aku hanya bertanya kepada Ibu," ucap Taehyung tanpa mendapatkan jawaban dari Ahn Jong.

"Oke kalau Ibu tidak mau menjawabnya. Aku akan tunjukkan siapa yang membawa gelang ini semalam," imbuh Taehyung.

Taehyung berjalan ke arah beberapa orang yang berkumpul dan menarik seseorang untuk maju. Seorang wanita yang juga sudah sejak lama dicurigai Taehyung, dia yang ditarik olehnya.


"Bukankah ini gelangmu?" tanya Taehyung kepada pembantu baru yang selama ini Taehyung curigai.

"Maaf, Tuan, tapi itu bukan gelang saya." Dia mengelak atas apa yang Taehyung tuduhkan.

"Aku tanya sekali lagi. Apa ini gelangmu?" Nada bicara Taehyung sudah tidak santai lagi. Dia tampak serius lebih dari tadi saat awal bicara.

"Bukan, Tuan."

"Oke, kau seperti ingin menpermainkanku. Ryuji, berikan pistolmu padaku sekarang," pinta Taehyung. Dia dengan sorot mata tajam, dan tak ingin dibantah lagi meminta senjata Ryu.

"Tapi, Tuan.." Ryu yang ragu akan permintaan Taehyung segera menatap ke arah Ryu.

"Apa aku perlu mengatakan perkataanku?" Benar, Taehyung tidak bisa lagi dibantah.

Seokjin hanya bisa diam dengan apa yang dilakukan Taehyung. Dia tau Taehyung sedang memberi pelajaran untuk semua orang yang bekerja di rumah Seokjin, ayahnya percaya kalau Taehyung akan mengurus masalah ini dengan bijak.

Setelah Ryu memberikan senjata miliknya, Taehyung mulai memainkan senjata itu dan menodongkan senjata itu kepada seseorang yang ada di depannya. Membuat orang yang di depannya terkejut dan ketakutan saat Taehyung menodongkan senjata itu tepat di kepalanya.

"Aku akan berbaik hati kepadamu. Katakan dari mana kau mendapatkan gelang ini?" tanya Taehyung. Dengan cara halus mereka tidak mengaku. Itu artinya dia harus bersikap keras.

"Apa Anda menuduh saya mengambilnya, Tuan?" Dia masih mengelak. Dia bahkan tidak percaya dengan apa yang ditanyakan Taehyung.

"Apa pertanyaanku bisa di anggap menuduh?" tanya Taehyung dengan senyum sinis yang tersunging tipis.

"Apa kau gila mengancam perempuan seperti itu?" Ahn Jong kembali bersuara saat Taehyung mendapatkan pelaku yang dia anggap pemilik gelang itu.

"Apa Ibu ingin membantuku? Jelaskan apa yang terjadi dengan gelang ini. Apa gelang Ibu ini hilang atau tidak sengaja Ibu berikan kepadanya," jelas Taehyung.

PROMISE (KTH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang