Karena hari ini libur, Jungkook pulang lebih cepat setelah dari tempat Jimin. Dia takut Taehyung pulang jadi Jungkook memilih untuk pulang. Tapi saat Jungkook mengubungi Taehyung, dia tidak menjawab panggilan telpon dari Jungkook. Dia tau kalau Bibi Song ada di kedainya hari ini dan tidak pergi ke makam anaknya seperti yang dikatakan Taehyung. Pikir Jungkook kenapa Taehyung berbohong, Jungkook memang merasa ada yang aneh dengan Taehyung beberapa hari ini. Dari Taehyung mengijinkan Jungkook untuk membantu Yoongi dan membolos entah apa alasannya.
"Apa Hyungmu sudah bisa di hubungi, Nak?" tanya Bibi Song.
"Tidak Eomma." Dengan rasa khawatir dan kesal, Jungkook terus mencoba untuk menghubungi kakaknya.
"Dia mungkin di rumah temannya," ucap Bibi Song.
"Tidak tau juga Eomma. Kookie merasa Hyung menutupi sesuatu dariku," sahut Jungkook.
"Lebih baik kamu sekarang lihat di rumah saja, siapa tau dia sudah pulang," pinta Bibi Song.
Mungkin memang mereka memiliki ikat batin atau bagaimana, Jungkook yang berjalan pulang melihat Taehyung yang baru masuk ke dalam rumahnya. Dengan segera diikuti Jungkook dari belakangnya."Hyung dari mana?" tanya Jungkook saat baru membuka pagar rumah mereka.
"Aku sangat lelah Jungkook aa, bisa aku ke kamar," jawab Taehyung yang tidak melihat Jungkook sedang bicara di belakangnya.
"Hyung ... ya Tuhan. Apa lagi sekarang," ucap Jungkook. Dia berjalan ke depan Taehyung dan terkejut saat melihat beberapa luka lebam di wajah Taehyung yang di dapatnya dari bekas pukulan boxing nya.
Semalam Taehyung memenangkan pertandingan boxing secara ketat karena lawannya sangat tanggung dan setelah pertandingan boxing Taehyung masih harus bekerja sampai pagi untuk menambah uang untuk membayar hutang ayahnhya yang masih kurang.
"Aku lelah sekali, bisa tidak membahasnya sekarang. Tolonglah." Seperti sedang tertangkap basah, Taehyung ingin segera memejamkan mata.
"Akan sampai kapan Hyung seperti ini? Apa aku tidak penting lagi untumu, Hyung? Kau ingin mencelakai dirimu sendiri? Sebenarnya ada apa Hyung? Bahkan Hyung selalu menutupi semuanya dari ku. Hyung." Jungkook butuh penjelasan dari Taehyung kenapa dia bisa babak belur seperti sekarang.
"Tolonglah, aku sangat sangat lelah," sahut Taehyung.
Taehyung segera berbaring di kamar dan diikuti Jungkook yang masih menceramahi Taehyung. Dia tau akan seperti ini kalau Jungkook tau kondisinya, tapi Taehyung hanya diam dan memejamkan matanya. Merasakan lelah dan sakit disekujur tubuhnya.
Entah seperti apalagi Jungkook bicara kepada Hyungnya. Taehyung tidak pernah terbuka kepadanya, dia selalu memendam perasaannya sendiri."Kau melihat tas kertas yang aku bawa?" tanya Taehyung yang baru bangun dari tidurnya. Dia benar-benar tak peduli saat Jungkook ingin dia menjelaskan apa yang terjadi.
Jungkook hanya diam tidak menjawab perkataan Taehyung, dia masih kesal dengan Taehyung yang selalu saja mendapatkan luka baru.
"Jungkook aa ..."
"Aku akan ke rumah Eomma, Hyung makanlah," jawab Jungkook tanpa menatap Taehyung.
"Tunggu! Katakan di mana tas ku?" tanya Taehyung lagi.
"Aku membuangnya." Dengan santainya Jungkook menjawab pertanyaan kakaknya itu.
"Apa?!" Taehyung tampak terkejut mendengar jawaban Jungkook.
"Di mana kau membuangnya? Apa kau tidak melihat isinya?" Taehyung mencerca pertanyaan pada sang adik. Sebenarnya apa isi tas itu, kenapa Taehyung begitu terkejut saat Jungkook bilang sudah membuangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
PROMISE (KTH)
Fanfictionperjuangan seorang kakak untuk menjaga adiknya. Berjanji untuk selalu ada untuknya dan berjanji akan selalu menjaganya, dan semua berubah saat rahasia besar terungkap. Jeon Taehyung, bocah 8 tahun yang harus menjaga Jeo Jungkook, adiknya, usia 5 tah...