Taehyung menyuruh Chief Kang untuk melakukan penjagaan ketat kepada Seokjin di kediamannya. Walau sebenarnya Taehyung tidak percaya dengan apa yang dikatakan temannya, tapi dia ingin lebih melindungi Seokjin.
"Selamat pagi Eomma," sapa Taehyung sambil mencium pipi Hyun Ae.
"Pagi, Nak." Hal yang biasa Taehyung lakukan meski nereka tidak memiliki hubungan darah.
"Eomma baru akan menyiapakan makan untukmu. Kembalilah ke kamar," ujar Hyun Ae.
"Aku makan di meja makan saja, Eomma," sahut Taehyung. Selagi dia mampu untuk berjalan, walau sakit dia tetap tidak mau seperti orang yang sakit parah.
"Apa Jungkook belum bangun, Nak?" tanya Hyun Ae. Belum selesai bicara putra bungsunya itu sudah terlihat kesal.
"Hyung, bisa tidak kau berhenti mengerjaiku saat aku sedang tidur. Kau hobi sekali mengerjai ku," gerutu Jungkook yang berjalan ke dapur dengan muka kesalnya.
"Itu dia sudah bangun Eomma." Taehyung hanya tersenyum puas karena sukses mengerjai Jungkook.
"Jungkook aa, kecilkan suaramu," pinta Hyun Ae karena putranya itu bicara keras pada kakaknya.
"Ada apa ini?" Seokjin yang baru bergabung di meja makan. Saat mendengar kegaduhan yang terjadi antara adik dan kakak.
"Ya begitulah dia, Ayah. Selalu saja berisik," sahut Taehyung.
"Hyung mengerjai ku." Jungkook menatap tajam ke arah Taehyung dengan perasaan kesal.
"Siapa suruh kau susah sekali dibangun kan." Bukannya minta maaf, Taehyung malah senang melihat adiknya merasa kesal.
Saat sedang di meja makan Ryu datang, menunduk hornat sebelum mendekati Taehyung untuk mengatakan sesuatu. "Maaf tuan, mobil Anda sudah siap," ucap Ryu.
"Oh iya, sebentar lagi aku akan keluar," jawab Taehyung.
"Kamu mau ke mana, Nak? Istirahatlah dulu. Jangan memaksakan diri," ujar Seokjin.
"Aku ada urusan, hanya sebentar saja."
"Aku ikut denganmu, Hyung. Hari ini aku libur dan aku tidak menerima penolakan," ucap Jungkook tanpa melihat Taehyung, dia memaksa untuk ikut dengannya.
"Tapi aku hanya sebentar saja," elak Taehyung.
"Bukankah sebaiknya kita segera makan Ayah," ujar Jungkook sambil berjalan meninggalkan Taehyung.
Selesai sarapan, Jungkook tetap dengan kemauannya untuk ikut dengan kakaknya. Taehyung sendiri hanya ingin menemui Kwang Soo. Dan dia menemuinya di tempat, di mana dia dan anak buahnya biasa berkumpul. Tempat yang dulu juga menjadi markas Taehyung saat masih bersama Kwang Soo.
"Hai V, apa kabar?" tanya salah satu anak buah Kwang Soo. Memang selama ikut Kwang Soo, dia selalu dipanggil dengan sebutan V.
"Apa Bos mu ada?" tanya Taehyung.
"Ada, dia sedang di dalam masuklah. Apa kau ingin bergabung lagi dengan kita di sini?" Taehyung langsung menggeleng pelan sambil tersenyum.
"Aku hanya ingin menyapa Bos mu saja," jawab Taehyung sambil berjalan masuk.
"Hyung, siapa itu V? Dan ini tempat apa?" tanya Jungkook yang bingung karena Hyung nya datang ke tempat para preman berkumpul.
Jungkook mengikuti Taehyung dengan perasaan bingung, kenapa Taehyung datang ke tempat seperti ini. Sesampainya tadi Jungkook menganggap ini tempat para preman, bagaimana tidak banyak orang yang terlihat tidak baik, mereka sedang menikmati minuman ber alkohol. Terlihat benar-benar seperti preman.

KAMU SEDANG MEMBACA
PROMISE (KTH)
Hayran Kurguperjuangan seorang kakak untuk menjaga adiknya. Berjanji untuk selalu ada untuknya dan berjanji akan selalu menjaganya, dan semua berubah saat rahasia besar terungkap. Jeon Taehyung, bocah 8 tahun yang harus menjaga Jeo Jungkook, adiknya, usia 5 tah...