Seokjin menyuruh Kyu Min untuk menjemput Jungkook, karena sejak pagi Taehyung tidak turun dari kamarnya. Dia demam tinggi, dia bahkan tidak membuka mata saat dokter memasangkan alat medis pada tubuhnya. Tubuh Taehyung sangat lemah untuk sekedar bicara, Taehyung memilih untuk memejamkan mata, pikirnya terserah mereka akan melakukan apa pada tubuhnya, dia hanya ingin memejamkan mata.
Tadi pagi saat Kyu Min akan membangunkan Taehyung, terlihat Taehyung yang sedang terbaring lemah dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Saat coba di bangunkan, Taehyung juga tidak bangun. Dia pingsan, membuat Kyu Min segera memberitahu Seokjin kalau Taehyung sedang tidak baik-baik saja. Dan saat akan di bawa ke rumah sakit, Taehyung tidak mau. Akhirnya Seokjin memanggilkan dokter untuk datang.
"Bagaimana kondisinya, Tuan?" tanya Jungkook.
"Demamnya tinggi, Dokter sudah memeriksanya. Bisakah kamu menjaga kakakmu, Nak?" Seokjin berpikir jika Taehyung sedang merindukan adiknya, itu sebabnya dia minta Jungkook untuk datang.
"Ya saya akan menemaninya," jawab Jungkook.
Jungkook duduk di samping Taehyung yang terbaring lemah dengan infus yang menancap di lengan kanannya. Luka di tangan kirinya pun terlihat kembali di obati, bahkan dokter memasangkan sling di bahu Taehyung yang sakit.
"Hyung ..." panggil Jungkook.
Taehyung bahkan tidak menjawab panggilan Jungkook, rasanya sekujur tubuh nya sangat sakit. Dokter juga memberikan obat agar Taehyung bisa beristirahat, tapi seperti obat itu tidak ada efek untuk tubuhnya, dia masih merasa sakit di seluruh badannya.
"Bisakah kamu tinggal di sini menemani Hyungmu?" Seokjin sedang mengajak Jungkook bicara di depan kamar Taehyung. Seperti keinginan Taehyung sebelumnya, ayahnya ingin Jungkook tinggal bersama. Namun, Taehyung berpikir itua akan membahayakan Jungkook. Apalagi Ahn Jong membencinya setelah tau Taehyung mendapatkan jabatan dari sang ayah.
"Tapi, Tuan ..."
"Aku mohon, Nak. Dia pasti sangat kesepian dan dia merindukanmu. Tinggallah di sini temani dia," pinta Seokjin.
"Maaf tuan, saya tidak bisa untuk tinggal di sini. Tapi kalau saya harus menemani Hyung untuk datang ke sini setiap hari saya bisa. Saya tidak mau dengan adanya saya di sini Hyung malah merasa tertekan," jelas Jungkook.
"Asal kau tau, Nak. Dia menangis sambil memegang fotomu. Dia pasti merindukanmu," balas Seokjin.
"Tapi saya ..."
"Kamu itu adiknya, aku tidak ingin saat Taehyung tinggal di sini dia merasa asing atau kesepian dan jauh darimu. Kita juga belum begitu dekat, jadi tolong temani dia. Kamu juga anak untukku, sama seperti Taehyung karena kamu adik dari putraku," jelas Seokjin.
Seokjin coba memohon agar Jungkook mau tinggal bersama di rumahnya. Tanpa persetujuan Taehyung lagi pastinya. Dia hanya tidak mau saat hubungannya dengan sang putra belum dekat, Taehyung merasa tidak nyaman tinggal di rumahnya sendiri.
"Todak. Aku tidak setuju kalau dia tinggal di sini," ucap Taehyung yang sudah berdiri di belakang mereka berdua yang sedang bicara di depan kamar Taehyung.
"Hyung kamu sudah bangun?" Jungkook segera menghampiri Taehyung yang ada di hadapannya.
"Biarkan Jungkook tinggal di sini agar dia bisa menemanimu, Nak," sahut Seokjin.
"Tidak!" jawab Taehyung.
Taehyung tidak mau kalau Jungkook celaka karena tinggal bersamanya. Masalah keluarga mereka sudah cukup rumit, kalo Jungkook ikut tinggal bersama Taehyung bukankah akan sangat mudah musuh Seokjin melukai Taehyung dengan Jungkook yang menjadi umpan. Belum lagi Ahn Jong pernah bicara seperti itu kepada Taehyung, itu membuat Taehyung lebih berhati hati lagi dengan Ibu tirinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
PROMISE (KTH)
Fanfictionperjuangan seorang kakak untuk menjaga adiknya. Berjanji untuk selalu ada untuknya dan berjanji akan selalu menjaganya, dan semua berubah saat rahasia besar terungkap. Jeon Taehyung, bocah 8 tahun yang harus menjaga Jeo Jungkook, adiknya, usia 5 tah...
