Bab 45

367 63 11
                                        

Dong Min sedang berjalan menuju ruang CEO untuk menemui Taehyung, dengan perasaan marah dia tetap ingin masuk walau sekertaris Taehyung melarangnya masuk, karena Taehyung sedang meeting dengan Manager nya. Dong Min datang ke kantor tujuannya membahas tentang proyek yang tidak disetujui Taehyung. Membuat Dong Min merasa marah dengan apa yang Taehyung lakukan kepadanya.

"Aku perlu bicara denganmu," ucapnya saat baru membuka pintu kantor Taehyung.

"Maafkan saya, Tuan. Tuan Dong Min memaksa masuk," jelas sekertaris Taehyung.

"Tidak apa-apa. Bisa kalian tinggalkan kita sebentar," sahut Taehyung kepada beberapa staf yang ada di ruangannya.

"Baik, Tuan."

"Duduklah, Paman," pinta Taehyung.

"Tidak perlu basa basi lagi, kenapa kau tidak mau menyetujui proyek itu?" Dong Min terlihat marah saat mengatakan itu pada Taehyung. Bagaimana tidak jika Taehyung tidak menyetujui apa yang dia mau.

"Oh tentang itu, kenapa Paman menanyakan hal itu saat Paman sendiri tau alasanya," jawab Taehyung.

"Ini tanggung jawab perusahaan. Kenapa kau tidak memberikan saja tanda tanganmu dan masalah selesai," ucap Dong Min.

"Yang membuat masalah Paman, jadi paman juga yang harus mengurusnya. Bukankah Paman tau kalau proyek itu dalam masalah kenapa Paman masih menjalankannya. Begitu menguntungkan bukan untuk Paman saat orang kecil di tindas dan Paman yang menikmati hasilnya," jelas Taehyung.

"Lancang sekali kau bicara seperti itu." Dong Min yang tidak terima dengan apa yang Taehyung katakan menatap marah ke arah Taehyung.

"Bukankah perusahaan sudah memberikan Paman dana untuk proyek itu. Kenapa Paman meminta persetujuan dana lagi untuk itu," ujar Taehyung.

"Aku mau kau menyetujui proyek ini, Investor sudah memberikan saham mereka dalam proyek ini," ucap Dong Min.

"Sudah aku katakan itu tanggung jawab Paman. Perusahaan sudah memberikan pembiayaan untuk itu, tidak ada pembiayaan lagi untuk proyek Paman itu," sahut Taehyung.

"Kau tidak mau memberikan persetujuanmu untuk itu?" tanya Dong Min lagi.

"Aku mau melakukannya kalau Paman memberikan saham paman kepadaku." Taehyung memiliki rencana agar Dong Min memberikan saham nya kepada Taehyung untuk mengganti rugi atas apa yang lakukan.

"Apa kau gila? Kau benar-benar ingin menghancurkanku. Kau bermain dengan orang yang salah." Dong Min tersenyum sinis mendengarkan apa yang Taehyung katakan. Dia tak terima jika Taehyung mengambil hak miliknya.

"Benarkah Paman?" Taehyung sendiri bersikap santai ketika mengatakannya. Dia sungguh-sungguh bersikap tega.

"Harusnya kau mati waktu itu karena racun yang kau minum," sahut Dong Min.

"Bukankah racun itu masih ada pada tubuhku walau sudah di keluarkan. Ini semua rencana Paman. Aku mati secara perlahan, benar begitu, Paman?" Taehyung kali ini menatap Dong Min yang merasa tidak puas dengan rencana yang dilakukan. Harusnya juga dia sudah mati, itu harapan Taehyung.

"Kau akan menyesal berurusan denganku," ketus Dong Min.

Dong Min keluar dari ruangan Taehyung dengan perasaan marah, karena Taehyung tetap tidak menyetujui apa yang diminta.


"Tuan ..."

"Awasi, dia akan melakukan rencananya lagi," pinta Taehyung.

PROMISE (KTH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang