Setelah dari makam Soo Bin, mereka berdua berencana untuk ke yayasan milik Soo Bin untuk berbagi sedikit kebahagiaan bersama beberapa anak yatim piatu di sana. Saat perjalanan, Taehyung lebih banyak diam, bukan karena apa dia diam, melainkan karena dia merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Dia memilih duduk dengan tenang di samping Seokjin sambil memejamkan mata.
"Dulu Ibumu suka sekali datang dan membantu di yayasan, dia itu sosok yang sangat hangat. Ibumu juga sangat suka dengan anak kecil. Di dekat yayasan ada tempat yang selalu Ibumu datangi. Dulu saat Ibumu hamil kamu, Ayah sering datang ke tempat itu bersama Ibumu. Di sana tempatnya sejuk dan indah," jelas Seokjin.
"Apa kita akan ke sana nanti Ayah?" Taehyung seketika membuka mata saat Seokjin mengajaknya bicara.
"Kamu mau ke sana?" tanya Seokjin.
"Boleh," jawab Taehyung sambil menganggukkan kepalanya pelan.
Kenapa rasa sakit itu datang di waktu yang tidak tepat, walau begitu Taehyung tetap mencoba kuat. Dia harus bertahan sampai acaranya selesai.
"Maaf, Tuan, sepertinya ada Tuan Dong Min ada di sana," ucap Chief Kang.
"Siapa yang mengundangnya untuk datang?" Merasa tidak memyuruh Dong Min datang, Seokjin tampak tidak senang dengan kedatangan kakaknya.
"Maafkan saya, Tuan. Sepertinya beliau datang bersama Nyonya besar dan Tuan Muda Hoseok," jelas Chief Kang.
"Kalau mereka aku yang menyuruhnya untuk datang, tapi aku tidak menyuruh Hyungku datang," sahut Seokjin.
Sesampainya di yayasan, Taehyung dan Seokjin segera berjalan masuk ke dalam aula yayasan karena kepala yayasan mengumpulkan penghuni Yayasan di sana karena acara akan di lakukan di aula.
"Oh Seokjin aa, aku baru saja menanyakanmu pada istrimu. Kau bersama anakmu juga. Apa kabar, Nak?" sapa Dong Min. Dia bersikap baik pada Taehyung, padahal keponakannya itu menjadi musuh terbesarnya.
"Seperti yang Paman lihat, aku terlihat baik-baik saja. Yang semalam membuatku sangat nyaman. Lain kali buat sedikit lebih menyenangkan lagi," balas Taehyung. Sepertinya Dong Min datang untuk memastikan apa Taehyung masih hidup atau sudah tiada.
"Memangnya apa, Nak?" tanya Seokjin.
"Bukan apa-apa Ayah, hanya sebuah permainan yang sedang Paman mainkan. Benar begitu Paman?" Taehyung masih menyudutkan Dong Min di depan keluarganya.
"Dia itu bekerja sangat keras di perusahan sama sepertimu. Aku bangga sekali padanya," ucap Dong Min mengalihkan pembicaraan yang Taehyung bahas.
"Memang harusnya seperti itu kan Hyung. Kalau sedang bekerja kita tidak boleh melakukan setengah-setengah," balas Seokjin.
"Iya juga, apa kau tidak merasa jahat saat anak pertamamu saja tidak bisa menduduki posisi itu. Malah anakmu ini yang menduduki kursi CEO." Dong Min menatap tidak suka ke arah Taehyung karena kedudukan yang Seokjin berikan.
"Memangnya kenapa dengan hal itu Paman? Paman merasa keberatan? Bukankah aku sudah bilang kepada Paman, aku akan meminta langsung kepada Ayah dengan mudah. Dan lihat, sekarang Ayah memberikan posisi itu cuma-cuma." Taehyung sengaja membuat Dong Min kepanasan karena ucapannya. Belum lagi ada Ahn Jong dan Hoseok di sana.
"Kau tega kepada Hyungmu?" tanya Dong Min pada Dong Min.
"Bagaimana dengan Paman? Apa Paman tidak tega kepada adik Paman sendiri?" Taehyung balik bertanya dengan apa yang Dong Min bicarakan.
"Kau itu memang pandai sekali bicara, aku suka dengan caramu bermain." Dong Min mendapatkan lawan yang tidak akan mudah di kalahkan karena Taehyung dengan matang memikirkan cara untuk mendapatkan informasi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
PROMISE (KTH)
Hayran Kurguperjuangan seorang kakak untuk menjaga adiknya. Berjanji untuk selalu ada untuknya dan berjanji akan selalu menjaganya, dan semua berubah saat rahasia besar terungkap. Jeon Taehyung, bocah 8 tahun yang harus menjaga Jeo Jungkook, adiknya, usia 5 tah...
