Bab 57

275 42 7
                                    

Taehyung berjalan masuk ke dalam rumah Seokjin. Sudah cukup malam saat dia sampai di rumah, walaupun begitu terlihat Seokjin masih berada di ruang tengah, sepertinya dia sedang menunggu Taehyung. Tadi saat ingin melihat kondisi Taehyung di rumah bibi Song, Seokjin tidak bertemu Taehyung, Bibi Song bilang Taehyung pulang, nyatanya dia tidak pulang membuat Seokjin khawatir belum lagi Taehyung tidak menjawab telpon dari Seokjin.

"Ayah belum tidur?" Suara Taehyung membuat sang ayah menatapnya.

"Kamu baik-baik saja, Nak?" Dengan nada khawatir, Seokjin menatap lekat tubuh putranya.

"Iya, Tae baik-baik saja," jawab Taehyung.

"Duduklah, Ayah ingin bicara," pinta Seokjin.

Taehyung kemudian duduk seperti permintaan Seokjin. Sepertinya apa yang ayahnya katakan hal yang penting. Dengan tubuh yang dia sandarkan, Taehyung menunggu ayahnya mulai bicara.


"Biarkan Kyu Min yang menggantikan Chief Kang untuk mendampingimu," jelas Seokjin.

"Iya," jawabnya singkat. Dia masih memikirkan tentang ucapan Myung Dae tadi tentabg Chief Kang.

"Apa kamu ingin fokus dengan pendidikanmu, Nak?" tanya Seokjin.

"Kenapa Ayah tiba-tiba membicarakan hal ini?" Jika sudah membahas pendidikan, itu artinya Taehyung tidak harus bekerja.

"Kalau kamu mau, kamu bisa melanjutkan pendidikanmu. Fokus dengan pendidikanmu saja," timpa Seokjin.

"Tae masih fokus dengan pendidikan Tae di sini. Ayah tau itu. Kenapa malah membahas itu," sahut Taehyung.

"Ayah ingin kamu meneruskan pendidikanmu di Inggris." Seokjin secaea tiba-tiba membahas masalah pendidikan saat dia juga yang meminta Taehyung menggantikannya.

"Sebenarnya ada apa Ayah? Kenapa Ayah tiba-tiba bicara seperti ini," ujar Taehyung.

"Ayah tidak mau kehilanganmu, apalagi saat kamu berani menantang pamanmu seperti tadi. kamu bahkan bicara seolah akan pergi meninggalkan Ayah. Sakit rasanya mendengarmu bicara seperti itu. Ayah lebih memilih hidup miskin daripada Ayah harus kehilangan dirimu. Biarkan pamanmu yangmemiliki harta ini daripada kamu harus celaka, Nak." Seokjin merasa khawatir, takut jika kakaknya akan mencelakai Taehyung.

"Ayah, Tae hanya ingin membuktikan pembunuh Ibu, dan Tae akan tetap di sini," jelas Taehyung.

"Tapi, Nak--"

"Walaupun Ayah akan memotong kedua kaki Tae agar aku menuruti kemauan Ayah, Tae akan tetap di sini sampai Tae bisa menyeret pelaku yang membunuh ibu. Bahkan seandainya nanti Tae berakhir mati." Ucap Taehyung.

"Nak ..." panggil Seokjin.

"Ayah, Tae sangat menyayangi Ayah. Sangat. Ayah keluarga Tae, tapi tolong izinkan Tae berbakti untuk Ibu Tae. Tae ingin berguna untuk Ibu. Karena Tae, Ibu menyerahkan nyawa. Dan Tae ingin membalas itu. Tolong percayalah pada Tae, kalo Tae bisa melakukannya." Ini sudah ditengah jalan dan Seokjin meminta Taehyung untuk mundur. Akan sangat percuma, kenapa tidak dari dulu saja Taehyung menghindar dari masalah ini.

"Ayah hanya ingin kamu tetap selamat bagaimana pun caranya," jawwb Seokjin.

Walau nyatanya Taehyung tidak tau akan berakhir seperti apa nanti tapi dia tetap ingin mencobanya. Semua semakin rumit untuk Taehyung, belum lagi dia tau kebenaran di mana orang kepercayaan ayahnya ternyata berkhianat, entah hal itu benar atau tidak karena Taehyung belum mendapatkan bukti tentang kebenaran hal itu. Walau di sela-sela kesibukannya Taehyung tetap melanjutkan pendidikan, terdengar aneh saat Seokjin menyuruhnya untuk melanjutkan pendidikan hukum di luar negeri hanya karena Dong Min ingin menghancurkan nya dengan Taehyung yang menjadi umpan.

PROMISE (KTH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang