[Tandai jika ada typo]
---------------------------
-----------
Happy reading
-----------Seperti ingin membuatnya menjauh namun hati ingin ia tetap tinggal
-Ali
Pandangan Prilly mengeblur, menatap Ali sendu. Ia harus tetap mengendalikan emosinya, jangan sampai semua usahanya sia-sia begitu saja.
Ali membuka mulutnya hendak bersuara namun sedikit pun tidak ada sepatah kata yang keluar. Ketiganya terdiam dalam keheningan, Rena mendelikan tatapanya secara diam-diam, tidak menyangka jiga gadis itu ternyata sangat keras kepala.
Dibalik pintu masuk toilet, Gritte menahan nafas yang sejak tadi sudah mendengarkan semuanya. Awalnya ia akan menyusul Prilly ke toilet karena gadis itu tidak kembali lagi ke kantin sejak tadi, namun sesampainya di sana Gritte melihat hal yang membuatnya geram sendiri.
"Dasar batu!!" umpat Ali menahan gejolak yang ingin keluar kembali.
Ia kira Ali akan meminta maaf kepadanya, namun Ali tetaplah Ali yang ingin membuat Prilly pergi dari kehidupannya. Padahal jika Ali meminta maaf, Prilly akan memaafkannya.
Prilly menunduk, saat itu cairan bening yang ia tahan sejak tadi meluncur dengan cepat. "Lo tau gue gimana!"
Sial kenapa air mata itu harus jatuh di saat seperti ini.
Ada yang sakit dibagian tubuh Ali, namun lelaki itu berusaha menepisnya.
Tangan Ali mengepal.
"Prill. Ikut gue!" Gritte menerobos masuk, menarik tangan Prilly. Saat melewati Rena Gritte menatap gadis itu tajam.
"Lo lebih rendah dari yang gue lihat!" bisik Gritte di samping telinga Rena membuat gadis itu menatap Gritte cepat.
Prilly hanya pasrah ditarik begitu saja oleh Gritte, gadis itu terlalu malas untuk memberontak setelah apa yang terjadi barusan.
"Ali-"
"Ayo ke kelas" ajak Ali dingin yang di balas anggukan lugu dari gadis itu.
Ali maupun Rena terdiam selama perjalan, langkah Ali sedikit melambat ada sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Rena, tentang apa yang membuat gadis itu menjauhi nya. Meski Ali sudah mengetahui jika semua itu ulah Prilly.
"Ren, aku mau nanya" Ali melirik Rena di sampingnya membuat gadis itu juga menatap Ali.
"Nanya apa?"
"Selama ini kamu kemana aja?, aku hubungin gak pernah kamu jawab, setiap aku samperin ke kelas atau kerumah kamu selalu gak ada"
Rena mengatupkan bibirnya, tandanya gadis itu tengah dilanda kegugupan. "Itu... Anu...ak--aku" Ali mengeryit dengan reaksi gerak gerik kekasihnya.
"Itu kenapa?" tanya Ali heran tau jika Rena berusaha menutupi sesuatu darinya.
"Ahhh itu... Aku kan di acem sama Prilly biar jauhin kamu. Dimana pun" Ali menatap begis lorong kolidor.
Gadis itu lagi !!
"Kenapa kamu gak bilang aja sih sama aku?!"

KAMU SEDANG MEMBACA
I'am Not Alone
Novela Juvenil_Terimakasih telah hadir walau dengan membawa luka, tapi setidaknya kamu tidak pergi dan tidak membuatku sendiri di saat Tuhan lebih menyayangi mereka_ Prilly Latuconsina Aliando Syarief I'am Not Alone