||18. Jealous (I)°

2.5K 200 18
                                        

Heartbeat

Wajar aku cemburu, aku mencintaimu maka dari itu aku tidak suka dengan orang lain yang menatapmu seperti itu.

•••


"Kau jadi mengunjungi Kim Jisoo?" tanya Lalisa yang tengah membenarkan dasi sang suami.

Pria itu mengangguk, tangannya menggegam tangan Lalisa lalu menciumnya. "Kau tidak cemburu, kan?"

Wanita itu tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Sejak dulu ia memang jarang sekali merasakan cemburu, bukan karena tidak cinta. Namun, emang dasarnya Lalisa bukan tipe pasangan yang cemburuan.

"Kau tidak mencintaiku, ya?" kata Jungkook tiba-tiba dengan mengerucutkan bibirnya.

Tentu saja Lalisa langsung mengernyitkan dahinya, menghela napasnya dengan kasar. Lalu berjalan pergi meninggalkan suaminya yang masih tampak kesal padanya.

"Kau benar-benar tidak mencintaiku, Lalisa?" teriak Jungkook kembali, namun Lalisa mengabaik.

"Sudahlah tidak usah banyak drama."

"Lalisa."

Lalisa menghentikan langkahnya saat melihat Kang Seulgi yang duduk bersama ibunya di ruang tamu. Sebuah senyum terukir pada sudut bibirnya, berjalan mendekat pada sahabatnya itu dan memeluknya.

"Tumben pagi-pagi datang kemari, ada apa?"

"Ada temannya datang sambut dia, bukan ditanya kenapa kemari." Jeon Jihyun berkata mengingatkan putrinya itu.

"Miane."

Seulgi mengangguk paham, wanita itu menarik napasnya terlebih dahulu sebelum memberi kabar pada sahabatnya itu. "Tebak, aku membawa kabar baik apa?"

Lalisa terheran saat melihat wajah Seulgi yang sangat bahagia. Rasa penasarannya semakin bertambah saat melihat kedua mata Seulgi yang sangat terlihat bebinar. Jarang sekali temannya itu bahagia selepas ini.

"Apa? Jangan membuatku penasaran."

"Jaehyun mengajakku menikah, kau tahu aku bahkan tidak bisa tidur semalam. Aku menunggu hari ini untuk memberi kabar padamu."

Senyum Lalisa mengembang saat Seulgi memeluknya dengan bahagia. Tentu saja ia senang, sudah lama sekali Seulgi menunggu momen ini.

"Sayang dia sampai sekarang belum mengatakan perasaanya padaku." Senyum wanita bermarga Kang itu memudar.

Melihat Seulgi yang masih bertahan dalam hubungan yang hanya didasarkan satu pihak membuat Lalisa kagum. Bahkan Seulgi selalu yakin pada saatnya orang yang dicintainya akan luluh dengan rasanya, Seulgi tidak peduli seberapa lama lagi ia menunggu.

"Aku tahu kau sangat mencintainya, tapi andai hatimu sudah tidak sanggup untuk mencintainya, berhentilah. Aku hanya tidak ingin melihatmu mengemis cinta."

Seulgi mencoba untuk tersenyum, mencoba untuk tidak menangis.

"Oh ya, bagaimana dengan temanmu itu?"

"Rose?"

Seulgi mengangguk dengan senyum kecil. "Saat pertama bertemu dengan temanmu itu, aku merasa tidak asing."

"Semalam sih dia terlihat masih terpukul, tapi hari ini aku akan izin. Aku ingin menemaninya, kau mau ikut?"

"Aku ingin mengenal temanmu, tapi aku ada janji dengan pasienku," balas Seulgi dengan kecewa.

Heartbeat✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang