25. Ya, Mau

146 29 64
                                        

Taeyeon melongo di depan pintu, mengabaikan salam Renjun saat memasuki halaman bersama Rahayu. Penampilan keduanya sudah bak kucing jatuh ke kali, super basah dengan rambut yang lepek tak jelas.

Tangannya terangkat sambil mendekat, lalu memukul-mukul bahu putranya dengan cukup keras.

"Aaaa, Bun! Akh! Sakit!! Kenapa, sih?!" tanya Renjun mundur beberapa langkah ketika Taeyeon menggertakkan gigi dengan tatapan yang jengkel.

"Ngapain kamu ujan-ujanan bawa anak orang, hah?! Udah gila?! Emang di muka bumi ini enggak ada tempat yang bisa diteduhi?!" omelnya berkacak pinggang, kilatan marah tampak di matanya. Kendati demikian ia langsung ingat bahwa keadaan tamunya adalah yang utama, jadi ia segera menghampiri Rahayu dan meraba-raba tangannya. "Ayu kedinginan, ya? Ayo, masuk dulu! Tante bawain baju ganti."

"Anu ..."

Taeyeon melotot ketika melihat bibir Rahayu bergetar, makin geram saja pada Renjun yang malah mengepak-ngepakkan tangannya. Wanita tersebut menarik Rahayu masuk setelah melemparkan tatapan tak bersahabat kepada putranya.

"Kamu juga masuk, tuh yang lain udah kumpul di ruang tamu!"

Renjun mencibir, memperhatikan Rahayu yang sudah dibawa masuk ke kamar mandi. Ia hanya menyapa sekilas teman-temannya yang saling melempar tatapan bingung karena kedatangan gadis itu, lalu bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian.

Sementara di sisi lain, Rahayu merasa tak enak karena langsung menyusahkan tuan rumah begitu datang. Taeyeon bahkan menyiapkan air hangat untuk mandi, tak lupa meminjamkan pakaian ganti.

Renjun memang menyebalkan, dia memaksa Rahayu bertandang meski harus dalam keadaan yang tak keruan.

"Kapan terakhir kali gue ujan-ujanan?" gerutunya sambil menggantungkan seragam. Ia mengelap dirinya dengan handuk dan menatap polos pakaian yang sudah Taeyeon pinjamkan.

Cukup lama ia di kamar mandi, akhirnya gadis tersebut keluar dengan daster terusan.


Iya.


Daster.


Kalian tidak salah baca.

Untunglah orang yang pertama melihatnya adalah Renjun, di dapur di mana ruangannya dekat dengan kamar mandi ketika ia tengah menuangkan air hangat ke dalam gelas. Untung pula ia lebih terkejut pada penampilannya daripada mementingkan tawa, siapa yang tahu Rahayu akan melemparkan panci di sampingnya ke arah Renjun, bukan?

Dengan segera Renjun protes pada Taeyeon karena memberikan pakaian itu untuk Rahayu. Bahkan mereka berdebat selagi gadis di ambang pintu kamar mandi itu memainkan jari-jarinya bingung.

"Udahlah, bentar! Gue bawain baju lain," ucapnya kembali ke kamar dan menyerahkan satu celana training serta hoodie, "iya emang badan gue kecil, tapi semoga yang ini cukup di badan lo."

"Oh, oke."

"Emang kenapa sama pilihan Bunda? Itu daster yang paling baru, tahu!" protes Taeyeon mencubit perut Renjun.

"Bun, Renjun enggak peduli itu daster yang paling baru atau bukan. Namanya daster ya bentukannya juga gitu-gitu aja. Entar si Haechan bakal ngejadiin Rahayu bulan-bulanan kalau pake yang begitu. Terus latihannya enggak bakal beres kalau ribut," jelas Renjun berbalik ketika Rahayu kembali masuk ke kamar mandi, "Bunda kayak yang enggak tahu Haechan aja. Pertama kali main ke sini udah bilang bakal nganggap rumah sendiri. Enggak ada akhlak anaknya."

"Hus!! Emang kamu sebaik apa bisa ngomong gitu, ha? Haechan lucu! Dia enggak kayak kamu yang ngebosenin jadi cowok!"

"Lah?!" Renjun berjalan menuju ruang tengah setelah merotasikan bola mata, mengabaikan Taeyeon yang menggelengkan kepala sambil kembali menyiapkan camilan untuk tamu-tamu anaknya.

It's All FineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang