39. Polisi Tidur di Malam Minggu

173 30 18
                                        

Setelah hari di mana Renjun mengira Rahayu sedang cemburu, mereka tak benar-benar berkomunikasi. Laki-laki itu selalu menyempatkan diri menemui Rahayu, tapi gadis itupun selalu sibuk menghindarinya—plus dengan pipi yang merona. Jadi mau tidak mau Renjun hanya menahan diri, memberikan Rahayu waktu untuk menghilangkan rasa malunya selagi ia juga sibuk dengan ujian-ujian.

Satu-satunya yang rutin Renjun lakukan adalah mengirimi Rahayu pesan, berupa kalimat semangat dan do'a semoga mereka dimudahkan dalam ujian-ujian praktek yang akan datang. Sebagai tambahannya, Renjun kadang menitipkan camilan kepada Jaemin untuk sang empu.

Akhir pekan pun akhirnya tiba, ujian praktek telah rampung dikerjakan. Bernapas sejenak sebelum menghadapi ujian yang lain bagaikan hadiah berharga, waktu itu mereka gunakan untuk beristirahat dan bersenang-senang.


Malam Minggu.

Sudah enam hari Rahayu cuek pada Renjun yang tak menunjukkan sedikitpun protes karena sikapnya ini, malahan laki-laki itu selalu kedapatan senyam-senyum ketika mereka berpapasan. Gadis tersebut tak tahu kenapa dia begitu, tapi Renjun jadi dua kali lipat lebih menyebalkan dari yang biasanya.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan ketika Rahayu masuk ke kamar dan menghela napas di depan jendela, ia baru selesai makan malam dan belum sempat mengeringkan rambutnya setelah mandi. Melihat sepinya kawasan rumah membuat Rahayu terdiam sambil memperhatikan jalanan, ia juga heran kenapa mau-maunya berdiri di sana sambil melakukan kegiatan yang tak berguna.

Hubungannya dengan orang tua tak membaik. Suho masih terlihat memihaknya, tapi tidak berarti ia berlaku adil sebagai seorang kepala keluarga. Rahayu sadar Irene jadi lebih dingin, dan menyedihkannya lagi terlihat semakin kesepian dengan kesendiriannya.

Terhitung sejak Irene memberikan tawaran padanya, dia tak lagi membuka percakapan dengan Rahayu. Mereka bertahan untuk bungkam, menyibukkan diri dengan kegiatan masing-masing dan membiarkan Suho tersiksa dengan segala pikirannya.

Arti 'rumah' bagi Rahayu semakin pudar, dan anehnya dia tak merasa iba akan hal itu.


Lamunan sesaatnya membuat tangan gadis tersebut terulur mengambil ponsel dan mengecek kolom chat dengan Renjun. Rahayu ingin membalas setelah selama ini hanya dia baca setiap pesan-pesannya.

Meski terkesan jahat, Rahayu akui dia selalu menghindari pikiran atau lamunan tentang keluarganya. Dia hanya ingin lepas dari kepenatan yang tak kunjung terlihat juga ujungnya itu.

[Renjun]

Rahayu
Lagi apa?


Tak berselang lama dari pesan yang Rahayu kirim, centang biru sudah tampak di layarnya.


Renjun
Lagi tiduran sambil nonton TV
Kamu?

Rahayu
Diem aja

Renjun
Oh
Udah makan?

Rahayu
Udah

Renjun
Ya udah


Rahayu kira Renjun akan membalas lagi, tapi pesannya itu menjadi akhir dari obrolan yang gadis itu lakukan. Meski sedikit aneh, Rahayu tetap mengetikkan sesuatu karena memang sudah menjadi niatnya untuk menghubungi Renjun.

"Chat lagi ...," gumamnya.


Rahayu
Renjun..

It's All FineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang