"ma, kayaknya lebih enak bunuh choi jisu. soalnya dia tadi sempet mau kabur, aku bunuh sekarang ya?ㅡsend!"
"sinting, lo mau bawa gue ke mana?!"
jisu bisa melihat lino yang tertawa disampingnya. setelah mengetik sesuatu dihandphone, dia tertawa keras. membuat jisu bergidik saking kerasnya tawa itu. dia jelas menganggap candaan pertanyaan jisu.
begitu mengajaknya jalan-jalan, lino dengan paksa mengangkat tubuh jisu. membawa badan ringan itu masuk ke dalam mobil merah yang sudah tidak asing lagi bagi si gadis. lalu seakan kehilangan akal, pemuda itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. tak tentu arah, jisu sama sekali tidak bisa mengira ke mana lino membawanya pergi.
jisu hanya bisa meringkuk takut di kursi penumpang sebab laju mobil yang membuatnya mual. pemuda itu sengaja, agar jisu tidak berkutik sedikit pun di tempatnya.
"kalo misal lo orang yang beberapa tahun gak pernah ngeliat dunia luar terus suatu hari lo diperbolehkan ngeliat dunia luar lagi tapi ada syaratnya, lo bakal ke mana?"
jisu mendecih, tidak minat menjawab.
"lo inget jawaban gue gak?" lino tersenyum, bertepatan dengan mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di suatu tempat, "inget gak?!"
"orang gila!" jisu rasanya ingin menendang wajah itu, "lo jawab tempat yang gue datengin sama orang gila waktu itu! puas lo?!"
lino semakin menarik senyum, "bagus." kemudian secara kasar membuka pintu penumpang dan menggendong paksa gadis itu keluar dari mobil.
"brengsek, lo ngapain gendong-gendong gue?!" jisu memberontak dalam rengkuhannya, "lepasin! najis banget, lepasin gue!"
mungkin sedikit kerepotan, tetapi bukan berarti lino menurunkan jisu ketika gadis itu memberontak. lino justru makin mengencangkan tangan, langkah beratnya membawa jisu tepat ke tengah jembatan sempat mereka datangi.
ya, jembatan tinggi itu, juga sungai deras di bawahnya itu. jisu pernah mendatangi tempat ini bersama dengan orang gila yang sedang menggendongnya asal.
jisu dibuat semakin panik, apa dia berniat menjatuhkan jisu dari jembatan?
"kalo lo mikir, apa gue mau jatuhin lo dari jembatanㅡseratus. niat gue memang gitu." lino menurunkannya dan langsung menyudutkan gadis itu di tepi jembatan, "asik 'kan? lo cuma tinggal jatuh terus lo kebawa air sungai. gak perlu berdarah-darah, darah lo udah kecuci bersih sama air sungai."
"l-lo gila!"
"gue udah berusaha minta maaf sama lo, tapi lo malah bikin gue marah. lo mau kabur dari gue." suara itu memberat, "gue cuma capek jisu, gue capek dimanfaatin. gue cuma mau bebas."
napas jisu kian memburu, "ya tapi gak gini caranya, lino! lo memangnya mau ada diposisi gue?! lo mau?!"
"sayangnya gue gak lagi ada diposisi lo."
"kurang ajar!" wajah jisu memanas, air mata lagi-lagi menggenangi penghujung matanya, "coba buka hati lo sedikit! gue gamau mati, lino!"
lino tersenyum, "tapi, lo satu-satunya..."
KAMU SEDANG MEMBACA
[v] one & only ✓
Fanfictionbagi lino, jisu adalah satu-satunya. ft. lee know, lia. est. 2020 ⚠️ violence, murder, harsh words, lowercase, unrevised
![[v] one & only ✓](https://img.wattpad.com/cover/217392108-64-k228640.jpg)