Arthur menaiki mobil sembari membaca buku dengan seragam hari Senin, lengkap dengan atribut Sekolah SMA Trijayanda.
Pak Dio yang selalu setia mengantarkan Arthur ke Sekolah pagi-pagi telah duduk di kursi sopir sedari tadi. Pak Dio menyalakan mesin mobil dan mengemudikannya dengan perlahan menuju SMA Trijayanda.
Sesekali di tengah jalan Pak Dio bertanya kepada Arthur.
"Den Arthur, tumben pas hari libur enggak beli buku baru? Kan biasanya setau Bapak den Arthur suka beli buku seminggu sekali." Tanya Pak Dio untuk memecah keheningan didalam mobil.
"Belum kepikiran buat beli buku." Jawab Arthur dengan nada datar sambil membaca buku.
"Oh, den Bapak saranin nih. Kalau mau beli buku mendingan sekalian ngajak den Kyle sama den Bima, biar den Arthur ada temennya." Saran Pak Dio dengan nada menasihati.
"Nanti Pak, ditanya dulu." Jawab Arthur dengan singkat.
"Oke." Timbal Pak Dio dengan sumringah.
*****
Arthur menutup pintu mobilnya dan berjalan memasuki gerbang Sekolah SMA Trijayanda sambil membaca buku.
"Ekh, masa depan anak Bapak udah datang. Biar gak telat yah datang sepagi ini?" Tanya Pak Kuswan dengan nada merayu, Pak Kuswan merupakan tukang bersih-bersih SMA Trijayanda dan sudah bekerja selama 54 tahun.
Arthur terus berjalan sambil membaca buku dan tidak menghiraukan ucapan Pak Kuswan. Karena ujung-ujungnya Pak Kuswan pasti akan membujuk Arthur menikahi anaknya untuk memperbaiki keturunan dan hal itu membuat Arthur merasa terusik.
Arthur pergi menuju ke Perpustakaan Sekolah untuk membaca buku dengan santai. Menurutnya, dekat dengan sekumpulan buku merupakan hal yang paling menyenangkan.
Perpustakaan Sekolah dibuka pukul 05.30, sedangkan Arthur biasanya datang ke Perpustakaan pukul 05.50 dan duduk di bangku paling ujung.
Arthur berjalan memasuki Perpustakaan sembari membaca buku dan Bu Maria penjaga Perpustakaan memandang Arthur dari meja pendaftaran buku dengan kacamata berada di batang hidung.
Bu Maria sudah bekerja sebagai penjaga Perpustakaan selama 60 tahun, bahkan semasa beliau muda ia suka membaca buku dan menyukai aroma toko buku, semenjak saat itu beliau jatuh cinta terhadap buku.
Arthur menyeret kursi di meja belakang dengan tangan kirinya, kemudian duduk di bangku tersebut sembari membaca buku.
*****
"Bim, gua bosen nih diam di kelas melulu." Keluh Kyle yang sudah bosan.
"Tinggal jalan, kan lu punya kaki." Ejek Bima.
"Okay, Bima Sakti." Kyle beranjak dari bangkunya dan pergi keluar kelas sembari bersiul santai.
Tuh peliharaan Hades pasti ke Perpustakaan nyamperin Arthur habis itu langsung upacara. Mendingan gua susul tuh anak. Pikir Bima.
Bima beranjak dari bangkunya dan berjalan dengan cepat menyusul Kyle yang sedang melangkah.
"Gua kira lu gak bakalan ikut." Ucap Kyle dengan santai.
"Ya kali, gua gak tau maksud lu." Kata Bima sembari mensejajarkan tubuhnya dengan Kyle.
"Emang gak salah gua punya temen dari kecil kayak lu sama Arthur berasa pacaran." Ucap Kyle dengan bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raja Kelas
Teen FictionKisah cinta anti-mainstream antara selembar kertas putih polos dengan setetes darah biru dingin yang tidak sengaja saling bertemu. Pertemuan tersebut membawa mereka ke dalam takdir cinta. Hanya takdir yang bisa menyatukan Arthur dan Orly. Jangan per...
