20. Sakit Hati

451 31 2
                                        


Arthur yang tengah berjalan di lorong sambil membaca buku menuju Taman belakang Sekolah bersama dengan Bima dan Kyle. Menjadi pusat perhatian bagi para kaum hawa yang langsung jatuh cinta dengan ketampanan Arthur.

"Hilang sudah akal sehatku." Ucap seorang wanita dengan lebay.

"Haduh, jantungku berdetak tak karuan. Auto masuk rumah sakit." Ucap wanita lainnya

"Halo, Dokter. Bisa panggilkan ambulans, saya terkena hantaman meteor cinta." Ucap wanita lainnya sambil menelpon Dokter.

"Pak, bisa tolong carikan tanah kosong?" Tanya wanita lainnya dengan menempelkan handphone di telinganya.

Untuk apa? Tanya balik seorang bapak-bapak dengan suara parau di telpon.

"Untuk menguburkan otak saya yang mulai kehilangan kendali."

"WOY! BERISIK. KALIAN SEMUA PADA HALU!!" Teriak Kyle seketika memecah keributan di lorong menuju Taman belakang Sekolah.

"MINGGIR! JANGAN NGEHALANGIN JALAN!" Sergah Kyle.

Seluruh wanita yang saat itu sedang berada di lorong menyisi ke pinggir untuk memberikan jalan bagi Bima, Arthur, dan Kyle. Seluruh wanita yang berada di lorong hanya terdiam dan patuh terhadap perkataan Kyle.

Kyle mencoba mengatur amarahnya agar tidak kelepasan kembali sambil berjalan. Sedangkan, Bima yang berada di samping Arthur menatap setiap wanita yang membisikkan Kyle.

Bima, Arthur, dan Kyle duduk di salah satu bangku Taman belakang Sekolah dengan beberapa wanita yang sedang duduk di bangku Taman belakang Sekolah lainnya sambil memandangi Arthur dengan tatapan mata jatuh cinta.

Seorang wanita melangkah mendekati meja yang terdapat Bima, Arthur, dan Kyle.

"Lu lagi?" Tanya Kyle dengan tatapan jijik terhadap wanita tersebut.

"Gua kira lu udah berubah," ucap Bima sambil menopang pipinya dengan tangan.

"Perasaan gua sama Arthur gak bakalan berubah, gua bakalan ungkapin rasa cinta gua sama Arthur berjuta-juta kali." Ucap Tayesya sambil menggenggam erat roknya.

"Hebat juga mulut lu. Tapi, mau sampai kapan?" Puji Kyle sambil menepuk-nepuk tangannya.

"Sampai mendapatkan hatinya." Jawab Tayesya dengan percaya diri.

"Emangnya lu gak malu mau nembak lagi? Tuh liat yang lainnya pada ngeliatin lu." Ledek Bima sambil sesekali melirik para kaum hawa yang sedang duduk di belakang tubuh Tayesya.

"Gua akan memperjuangkan cinta gua kepada Arthur, sekalipun gak diterima berjuta-juta kali, tapi gua akan mengungkapkan rasa cinta gua bermiliar-miliar kali."

"Mau sampai kapan? Sampai dia masuk surga, sedangkan lu masuk neraka? Sampai para Dewa Olympus datang ke Bumi terus mempunyai anak?" Ejek Bima sambil menghela nafasnya. "Atau sampai seluruh galaksi saling bertabrakan?" Tambah Bima.

Tayesya hanya terdiam mendengarkan perkataan Bima sambil meregangkan eratan genggaman tangan pada roknya.

"Malah diam. Padahal, tadi udah bagus dialognya. Udah kehabisan kata-kata?" Tanya Kyle sambil mengernyitkan keningnya.

"Thur, lu mau gak nerima cinta gua?" Tayesya dengan penuh percaya diri menatap Arthur yang sedang membaca buku dan menumpahkan seluruh rasa cintanya.

"Perlukah saya mengulangi jawaban waktu itu? Agar anda mengerti." Arthur menutup sampul bukunya dan berjalan pergi menuju kelas.

Bima dan Kyle langsung berdiri dari posisi duduknya, kemudian pergi berjalan menyusul Arthur yang sedang menenteng bukunya.

Tayesya dengan nekat langsung pergi menghadang Bima, Arthur, dan Kyle ditengah-tengah kerumunan murid perempuan lainnya yang sedang duduk di Taman belakang Sekolah.

"Thur, gua mohon sama lu buat nerima gua sebagai kekasih lu." Pinta Tayesya.

"Kalau saya tidak mau, bagaimana?" Tegas Arthur sambil memberikan tatapan dinginnya kepada Tayesya.

"Lu harus mau!" Bentak Tayesya.

"Saya tidak akan pernah mau dengan anda, meskipun anda mengucapkan kalimat itu bermiliar-miliar kali sekali pun." Tegas Arthur dengan menekan beberapa kalimat.

"Thur, gua mohon." Dengan keteguhan cinta yang bar-bar Tayesya yang berada dihadapan Arthur langsung berjalan untuk memeluk tubuh Arthur, namun Bima dan Kyle langsung menghadang Tayesya.

"Lebih baik anda jangan menghalangi saya." Arthur yang berada dibelakang tubuh Bima dan Kyle langsung berjalan mengitari Bima.

"Kalau punya otak tuh harus dijaga biar gak melayang." Ucap Bima dengan menyeringai.

"Udah jelaskan?" Ledek Kyle dengan menelengkan kepalanya.

Hati dan harga diri Tayesya seketika runtuh hingga membuatnya menitikkan air mata di tengah-tengah kerumunan beberapa murid wanita yang sedang menatapnya dari tempat duduk mereka masing-masing.

Tayesya dengan cepat mengusap air mata yang ada di pipinya sambil berjalan menunduk menuju toilet terdekat, sedangkan Bima, Arthur, dan Kyle berjalan melewati lorong Taman belakang Sekolah.

Tangis Tayesya semakin pecah begitu melihat dirinya begitu hina di depan kaca toilet yang besar.

"Kenapa?!"

"Kenapa?! Tuhan itu gak adil?!"

"Kenapa?! Apa yang kurang dari gua?!!"

"Kenapa?!" Tayesya memukul keramik westafel berulang kali untuk melampiaskan emosinya.

Tayesya yang berada didalam toilet menangis kejer dengan puluhan air mata menetes ke keramik wastafel.

Tayesya berjanji di dalam dirinya bahwa suatu hari nanti, jika saatnya tiba Arthur akan menjadi miliknya bagaimanapun caranya.

Jangan lupa vote, komen, dan share-nya, Gaise!

Salam FSR,

*****
About me?

Follow Instagram: basztian11.2

Raja KelasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang