Arthur yang bersama dengan Kyle dan Bima memasuki mall yang luas dan sedikit berisik, namun wajar saja bagi Arthur mendengar kebisingan di mall yang cukup ramai di hari Minggu.
Kyle yang berada di sisi kiri Arthur telah siap sedia untuk menghalangi kaum hawa yang ingin mendekati Arthur dengan tatapan menusuk. Sedangkan, Bima mengedarkan seluruh pandangannya mencoba mencari hal baru yang ingin ia buat.
Kyle mengubah posisinya menjadi di belakang Arthur ketika menaiki eskalator menuju lantai dua sambil menatap tajam para kaum hawa yang melihat Arthur dari eskalator menuju lantai satu.
Bima yang berada di depan Arthur masih mengedarkan pandangannya ke segala arah dan menemukan sebuah inspirasi dari benda yang menurutnya cocok untuk dibuat ulang dengan pemikiran out of the box-nya.
Arthur melangkahkan kakinya melewati ujung eskalator sambil membaca buku dan tidak peduli jika dirinya menjadi perhatian para kaum hawa yang melewatinya.
"Tik, Tik, Tik!" Rin dan Cantik yang tidak sengaja sedang berada di mall untuk membeli parfum malah bertemu dengan prince mereka, Arthur.
"Bunyi hujan diatas genteng airnya turun tidak terkira." Cantik yang malah bernyanyi sambil mencium beberapa aroma parfum dengan menggoyangkan kepala. Belum menyadari keberadaan Arthur yang sedang melangkah menuju ke arah mereka.
"Bukan itu! Lu liat tuh!" Rin memaksa kepala Cantik untuk menoleh ke kiri dengan kedua tangannya.
"Aww! Sakit." Cantik yang awalnya merintih kesakitan menjadi membisu ketika melihat Arthur sedang berjalan menuju mereka.
"I-itu be-beneran, Rin? Raja kelas ada disini?" Tanya Cantik dengan grogi.
"Iya! Inilah takdir Tuhan." Jawab Rin dengan semangat.
"Mbak! Saya beli parfum yang ini." Dengan cepat Cantik membeli parfum yang ada di depannya secara asal-asalan.
"Hah?!" Mbak penjaga toko parfum tersebut terkejut dan terheran-heran.
"Gak usah di bungkus Mbak, langsung bawa pulang." Perintah Cantik dengan terburu-buru karena jantungnya semakin dag-dig-dug tak karuan.
Cantik memakai parfum yang telah ia bayar dengan sangat banyak hingga membuat Rin yang berada di sampingnya mabuk parfum.
Rin menarik tangan Cantik yang ingin berlari menuju ke arah Arthur sambil menahan nafas sesaat agar ia tidak semakin banyak menghirup aroma parfum yang bisa membuatnya tumbang.
"Iiikh, Rin lepasin tangan gua." Pinta Cantik.
"Lu mau kemana?" Rin mengambil nafas sesaat karena oksigen didalam paru-parunya semakin berkurang.
"Ke Arthur lah!"
"Emangnya lu kagak tau orang yang ada di kanan-kiri Arthur?" Ucap Rin sembari melihat Kyle dan Bima dari kejauhan secara bergantian.
"Alah, mereka berdua paling temennya my prince." Cantik yang tak berpikir panjang langsung melepaskan genggaman tangan Rin dan pergi menuju ke arah Arthur.
Rin menepuk dahinya hingga berkali-kali dan berkata, "Tuh anak pasti bakalan mati, mana gua lupa ngasih tau kalo Kyle sama Bima kayak monster."
Kyle yang sedang berada di sisi kiri Arthur dengan pandangan lurus ke depan melihat seorang wanita berlarian menuju mereka.
"Bim, siaga satu." Ucap Kyle
"Akhirnya, udah lama gak siaga satu." Jawab Bima dengan perasaan lega, lega karena setelah seminggu lebih belum ada yang falling in love pada Arthur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raja Kelas
Teen FictionKisah cinta anti-mainstream antara selembar kertas putih polos dengan setetes darah biru dingin yang tidak sengaja saling bertemu. Pertemuan tersebut membawa mereka ke dalam takdir cinta. Hanya takdir yang bisa menyatukan Arthur dan Orly. Jangan per...
