Aku harap kalian para pembaca setia gak pada kecewa, karena Raja Kelas bakalan update seminggu 2 atau 3 kali dan gak bisa lagi menemani kalian setiap hari.
Ada keuntungannya, kalian bisa mendapatkan part yang lebih-lebih UWOW! Dari part sebelumnya. Karena saya jadi lebih fokus dengan part selanjutnya.
Note:
Yang gak mau ketinggalan cerita Raja Kelas silahkan follow Wattpad saya, karena saya bakalan random updatenya dalam seminggu dan ketika sudah selesai langsung saya UP atau besoknya, tanpa mempedulikan hari.
(Demi kepuasan para pembaca agar tidak ketinggalan jika ada part baru)
Semoga kalian sehat-sehat selalu, Amin....
Mohon maaf Gaise :)
Orly berjalan di lorong sekolah menuju ke kelas dengan lekukan senyum manis yang dimilikinya. Pagi yang indah memang cocok untuk hatinya yang sedang bermekaran satu-persatu layaknya bunga.
Orly pun tak tahu alasan kenapa hatinya seperti ini, tapi saat dirinya membayangkan Arthur entah mengapa hatinya secara perlahan berdegup kencang. Padahal kan muka Arthur jelek, kalau dipikir-pikir Arthur juga lumayan baik, tapi Arthur orangnya nyebelin dan sedingin kristal.
Semakin dalam kamu mengenal seseorang, maka semakin dalam juga sikapnya terhadap dirimu. Apakah kamu mengerti makna dari kata "dalam" dari sebuah cinta? Cobalah kamu pikirkan baik-baik makna kata tersebut.
Orly menarik knop pintu kelasnya dan membukanya selebar mungkin. Seketika tubuhnya menegang dan lekukan senyum manisnya sirna begitu saja ketika melihat tetesan noda merah di lantai kelasnya.
Hati dan pikirannya telah berlabuh ke bayang-bayang trauma yang di idapnya. Detik selanjutnya kedua tangan Orly bergetar hebat, tatapan matanya kosong.
Seluruh memori trauma tersebut terbuka kembali dan memutar ulang di pikirannya. Orly ingin sekali pingsan, namun mau sampai kapan dirinya berada di bayang-bayang trauma? Pokoknya Orly harus sembuh!
Orly mengepalkan kedua tangannya erat-erat dan berjalan mengikuti jejak tetesan darah di lantai. Semakin Orly mengikuti jejak tetesan darah tersebut, semakin terbuka lebar juga ingatannya tentang insiden kecelakaan tersebut.
Tetesan terakhir darah tersebut berada di atas meja Arthur, sebuah tanda tanya besar bagi Orly. Mungkinkah seseorang yang caper terhadap Arthur? Kan, Arthur sangat terkenal di SMA Trijayanda.
Orly mendongakkan kepalanya, di atas meja Arthur terdapat sebuah amplop berwarna coklat yang sangat mencurigakan. Orly membalikkan isi amplop tersebut dan keluarlah beberapa lembar kertas di atas meja Arthur.
Orly mengambil secara acak kertas yang tergeletak di atas meja Arthur. Orly pun tak tahu mengapa dirinya seberani ini, seperti bukan dirinya.
Orly membaca kertas tersebut, namun Orly tidak memahami isi dari kertas tersebut. Anehnya di kertas tersebut tidak tertulis penulisnya. Seolah-olah isi kertas tersebut bagaikan teka-teki yang membutuhkan kepingan puzzle lainnya.
Orly mengernyitkan keningnya saat membaca kertas lainnya, isi kertas tersebut tak terlalu jauh dengan kata-kata dari surat yang lainnya. Sulit dimengerti isinya dan tidak ada penulisnya, namun yang paling mencolok adalah kertas paling terakhir disana terdapat tanda sidik jari telunjuk seseorang dengan tinta berwarna ungu gelap.
Mungkinkah inilah salah satu petunjuk yang ditinggalkan sang penulis? Ataukah jejak kesalahan sang penulis? Sangat misterius.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Raja Kelas
Genç KurguKisah cinta anti-mainstream antara selembar kertas putih polos dengan setetes darah biru dingin yang tidak sengaja saling bertemu. Pertemuan tersebut membawa mereka ke dalam takdir cinta. Hanya takdir yang bisa menyatukan Arthur dan Orly. Jangan per...
