Part 4

132 8 1
                                        


3 tahun kemudian

Cheongdam

-Naeun POV-

Kesialanku tidak ada habisnya hanya untuk hari ini. Neraka tingkat tujuh!

Berikut penyiksaan yang kuterima hari ini: semua artikel yang aku buat kembali ke mejaku dengan seribu
satu hal yang harus diedit.

Lalu, rapat redaksi bulanan berjalan dengan buruk, ide-ideku tidak ada yang
lolos! Review dari edisi lalu juga parah, dalam artian sebagian besar tulisan dari desk kami di kritik habis-
habisan. Siangnya, mendadak aku ditugasi liputan ke ujung dunia ketika hujan deras mengguyur tiada hentinya. Kemudian, ketika aku kembali ke kantor, dalam keadaan kuyup dari atas ke bawah, bos-ku sudah duduk-duduk di depan mejaku dengan omelan panjang karena foto-foto untuk artikel yang
deadline-nya sudah lewat belum juga dia terima. And to top all of that, waktu hendak pulang, aku melihat Myungsoo melintas ke arah kantin dengan reporter freelance yang sedang banyak di
bicarakan anak kantor karena wajahnya mirip Song Hye Kyo.

Judulnya ini sudah jatuh, tertimpa tangga, tersenggol truk, dikejar anjing rabies, lantas jatuh dari jurang!
Kenapa nasibku bisa seburuk ini?

Aku pun rela menerjang kemacetan yang tiba-tiba, yang luar biasa parahnya itu, demi bertemu dengan
sahabat-sahabatku dan mencurahkan semua kekesalan.

Namun, begitu tiba di Starbucks dengan hati nyeri seperti disilet-silet, hanya satu wajah yang kulihat duduk tenang di meja langganan tempat kami berempat biasa berkumpul.

Namun, begitu tiba di Starbucks dengan hati nyeri seperti disilet-silet, hanya satu wajah yang kulihat duduk tenang di meja langganan tempat kami berempat biasa berkumpul

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Taemin? Yang lain kemana?" tanyaku kecewa sambil melirik jam tangan. Sudah jam Sembilan lebih, kenapa Krystal dan Kai masih belum datang juga?

"Krystal terkubur kerjaan yang harus dia bawa pulang, Kai mendadak harus terbang ke Daegu besok pagi. Jadi dia harus pulang dan packing malam.ini," jawab Taemin.

"So you are stuck with me, baby," katanya sambil membuka tangan lebar-lebar. "What's going on? Kata Krystal kamu in desperate need untuk mendongeng malam ini?"

Aku menarik kursi di sampingnya lalu mengempaskan tubuh dengan lemas. Melihat senyum hangat Taemin, mendadak semua yang ada di dada tumpah-ruah tanpa bisa kucegah.

"Hei, Naeun! Naeuni!" taemin panik ketika tanpa aba-aba tangisku pecah. Dia tiba-tiba merangkulku, memberiku satu dosis panjang pelukan yang seharian ini benar-benar aku butuhkan. Orang-orang
melirik penasaran, tapi kami tidak peduli.

Butuh waktu sekitar lima menit menangis dalam rangkulan sahabatku ini sebelum aku punya energy lagi untuk bercerita pada Taemin yang mendengarkan semuanya dengan penuh perhatian.

"Aku tidak paham, baru seminggu yang lalu aku terima kabar kalau aku kandidat untuk jadi redaktur,
kenapa sekarang aku malah di injak-injak begini?"

"Tough love, naeuni. What doesn't kill you makes you stronger perhaps? Kamu butuh keeping pace dengan calon kerjaan kamu yang baru. Makanya mereka memperlakukan kamu habis-habisan begini,"
jawab Taemin sambil tersenyum
Lalu dia pun menceritakan pengalamannya sebeum di angkat oleh daddynya menjadi direktur di kantornya. Sangat panjang, khas seorang Taemin.

Remember Me As A Time of Day✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang