Part 21

73 6 1
                                        


6 tahun kemudian

Cheongdam

-Taemin POV-

“Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk melalui jalur cepat.” Aku langsung mengadukan keluh kesahku pada Naeun ketika diputuskan aku harus pergi naik kapal laut menuju Jeju.

“Jangan khawatir. Oppa akan baik-baik saja di sana.”
Naeun mengelus-elus rambutku seperti sedang menghibur anak kecil. Hatiku langsung merasa tenang, seperti minuman bersoda yang kini sudah hilang buihnya.

“Apa kamu mau pergi bersamaku?” tanpa sadar aku bertanya. Mungkin pengaruh tangannya yang hangat dan lembut yang mengelus kepalaku.

“Hm?”

“Apa kamu mau pergi bersamaku ke pulau jeju? Aku harus ada di sana selama dua minggu. Aku tidak bisa menelponmu dan rasanya akan sangat berat. Apa kamu pernah ke pulau jeju? Kamu kan suka pergi
berlibur. Setelah pekerjaanku selesai, kita bisa pergi berlibur bersama di sana.”

Aku pun menjelaskan alasan Naeun harus ikut bersamaku ke pulau jeju tanpa jeda seperti sebuah iklan situs belanja yang sering muncul di televisk.

“Hm… pulau jeju, ya…” Naeun tampak ragu-ragu.

Aku pun merasa tegang. Tenggorokanku terasa kering. Persis seperti seorang murid yang sedang menunggu hasil ujiannya. Apakah aku akan mendapatkan nilai 100? Ah, apakah aku bisa mendapatkan
nilai 90 saja? Naeun kembali memecah keheningan yang tadi ia ciptakan.

“Maaf. Tapi besok aku harus menjemput anak-anak yang sedang berlibur di Ulsan di rumah Tae Hee imo.”

Wajahku pun menunjukkan kesedihan mendalam seperti seorang murid yang mendapatkan nilai nol.

Karena situasi yang canggung, Naeun berusaha menunjukkan tingkah lucu dan menggemaskan. Namun,
tak satu pun dari tingkahnya itu menarik perhatianku.

Kemudian, ketika Naeun menawarkan untuk memasak makan malam untukku, aku menolaknya. Aku beralasan bahwa aku lelah dan ingin segera beristirahat.

***

-Author POV-

Pagi berpenghuni
Masih dalam kantuk, Naeun dengan lembut dibangunkan Taemin yang telah segar tubuh dan cerah wajahnya setelah mandi.

“Sayang, sudah siang, bangun.”

Taemin mengecup lembut kening Naeun yang membuka matanya dan takjub dengan sosok wajah di atasnya, tersenyum lalu mengangkat tubuhnya, membopongnya menuju bathup.

“Mandi.”

Naeun direbahkan dalam bathup, Taemin mengedipkan mata kanan sebelum meninggalkan Naeun yang
kembali dicium keningnya.

Naeun yang terdiam, tak percaya dengan apa yang dilakukan Taemin.

Keromantisan pagi penuh kejutan.

Taemin dengan caranya memanjakannya sebagai wanita.

Usai menyegarkan tubuh dan rambutnya, Naeun melenggang keluar dari kamar mandi setelah membalut tubuh dengan baju mandi yang telah dipersiapkan Taemin tepat di sisi bathup-nya.

Ditatapnya Taemin yang juga menatapnya lekat sambil menyiapkan cangkir kopi untuknya.

Perlakuan yang istimewa, seharusnya Naeunlah yang bangun lebih pagi dan mempersiapkan semuanya.

Hal itu membuat Naeun tidak nyaman dan segera menebusnya dengan mencium pipi kiri Taemin yang tersenyum kecil dibuatnya. Dia mengeringkan rambut sembari menatap lelaki tampan yang membuat
hidupnya setiap saat merasa senang.

Remember Me As A Time of Day✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang