Part 33

58 3 1
                                        

Cheongdam

-Taemin POV-

Penyidik memasukkan flashdisk ke komputer tua dengan banyak tombol papan ketiknya yang sudah rontok.

Namun, flashdisk itu berkali-kali di cabut dari tempatnya. Setiap kali flashdisk itu di cabut, hatiku jadi merasa cemas seolah hendak ikut melompat ke luar.

“Komputer ini sudah tua… gara-gara ini juga aku tidak bisa menonton sebuah film sampai selesai.”

Penyidik itu mengeluh sambil menguap cukup lebar.
“Kalau begitu, bagaimana dengan komputer yang lain…?”

Aku mencoba memberi saran kepada penyidik itu sambil melirik jam tanganku.

“Aduh. Kau ini tidak tahu ya seberapa sering aku meminta komputer baru. Sayangnya, ketua tim kami adalah pria tua yang hanya tahu cara menggunakan disket. Dia sama sekali tidak paham apa yang
kulakukan. Hei, detektif kim. Tolong lakukan sesuatu pada flashdisk ini.”

Mungkin penyidik itu mulai kesal, ia akhirnya kembali mencabut flashdisk itu lalu menyerahkannya kepada penyidik lain. Namun, penyidik yang menerima flashdisk itu tak sengaja menjatuhkannya.

Flashdisk itu jatuh ke lantai. Aku mengejar flashdisk itu lalu mengambilnya sebelum ada orang yang menginjaknya, dan menyerahkan flashdisk itu kembali pada penyidik. Rasanya, jantungku mau copot. Berbeda dengan aku yang memperlakukan flashdisk itu dengan hati-hati, penyidik yang bernama detektif kim itu malah mengambilnya dengan tangan bekas merokok. Ia menerima flashdisk itu dengan wajah datar, kemudian mengamatinya dengan seksama.

“Apa ini?”

“Katanya, dia diculik,” kata penyidik yang kuberi flashdisk pertama kali.

“Siapa?” tanya detektif kim.

“Hmm… kapan terakhir kau bertemu dengannya?”

Penyidik yang pertama kali menerima flashdisk dariku bertanya sambil menguap, lalu memandangku dengan matanya yang besar.

“Dua tahun yang lalu,” jawabku.

“Iya, katanya istrinya yang meninggal dua tahun lalu itu diculik.”

“Ini bukan hanya sandiwara, kan?” detektif kim bertanya curiga.

Percakapan kedua penyidik itu terasa menyerangku.

“Maksudku bukan kau, tapi wanita itu. zaman sekarang, banyak wanita yang seperti itu…”

Penyidik yang satunya bergumam. Ia mengubah kata-katanya setelah melihat ekspresiku. Wajahku tampak ingin menangis. Namun, aku menahannya sambil mengepalkan tinju.

“Hm… mari kita lihat apa isi flashdisk ini.”

Saat itu, akhirnya penyidik itu memasukkan flashdisk ke komputernya. Jantungku ikut berdetak kencang seiring dengan bunyi yang ditimbulkan saat sedang membaca isinya.

Entah apa yang salah dengan komputer itu, tulisan loading itu berhenti bekerja setelah terdengar suara desing. Aku tidak bisa lagi menahan emosi. Aku melempar pandangan kesal pada kedua penyidik itu. namun, mereka berdua hanya mengangkat bahu dengan malas.

“Ada kasus!”

Saat itu, seorang pria bertubuh besar memberikan pengumuman dengan nada mendesak. Kedua penyidik yang tadinya merasa kebingungan gara-gara aku langsung berdiri, kini mereka bersemangat seolah-olah senang karena bisa terbebas dariku. Aku langsung merasa panic dan memandang penyidik
satunya lagi dengan putus asa.

“Ah, pak. Kami akan segera kembali. Segera. Selagi aku pergi menangani kasus yang ini, tolong perbaiki
flashdisk itu.”

Penyidik itu menunjuk flashdisk yang terhenti dan mengeluarkan bunyi-bunyi aneh.

“Tapi…!”

Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, kedua penyidik itu mengambil mantel lalu bergegas pergi. Aku
yang ditinggalkan dua penyidik itu pun terhuyung.

Aku tidak bergerak dan hanya bisa memandang flashdisk yang terhenti itu. saat itulah, kemarahan yang sedari tadi kutahan memuncak. Dengan kasar, aku mengenggam flashdisk itu dan menariknya.

Napasku terasa sesak. Aku mencoba mengatur kembali napasku sambil menggenggam flashdisk itu. para polisi yang lain beserta orang-orang yang sedang diperiksa di kantor polisi itu, semua memandangku dengan terkejut.

Aku membalas tatapan mereka dengan marah. Aku menaruh flashdisk itu dalam saku
celanaku seperti melindungi seorang anak kecil dimedan perang. Kemudian, aku menggertakkan gigi dan
menggeram dengan marah.

Remember Me As A Time of Day✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang