Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat?
Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu.
Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi.
Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama.
Hi...
-Maaf yaa guys, diriku baru mulai WFH jadi baru sempet update-
Cheongdam
-Naeun/Lena POV-
Di mana ini?
Gelap.
Aku bergerak hati-hati. Aku menyingkap selimut, tetapi ini bukan milikku. Ini bukan ranjangku. Suara kasur yang berderit pelan membuatku terlonjak. Perlahan, aku memijak lantai, kemudian mencari tombol lampu. Mataku menangkap keberadaan meja di dekat pintu. Ada laptop di atas meja persegi panjang tersebut. Hanya itu.
Aku meraih gagang pintu, menariknya ke bawah. Tak terjadi apa-apa. Pintu tak terbuka.
Aku menahan napas, berbalik, berusaha melihat seisi kamar. Ada pintu di sisi kiri, yang sepertinya menuju kamar mandi.
Kenapa?
Kenapa aku di sini?
Aku menggali ingatan. Apa yang sebelumnya aku lakukan? Kemana aku pergi begitu keluar dari rumah sakit? Bertemu siapa?
Tidak.
Pikiranku kosong.
Aku hanya ingat kemarin, seingatku, aku tidak ke mana-mana. Namun, kepalaku langsung berdenyut.
Mengapa kini aku meragukan ingatanku sendiri? Aku merasa pergi dengan seseorang.
Seorang pria.
Aku mengenalnya. Tidak.
Sekarang aku ragu. Benarkah aku mengenal orang itu? lalu, bagaimana bisa aku berakhir di tempat ini?
Aku mengernyit merasakan sakit di kepalaku. Dengan sentakan keras, aku mencoba membuka pintu lagi. lagi. lagi. pintu tetap bergeming. Saat itulah aku menyadari di sisi tempat tidur ada jendela kecil. Aku terlonjak. Aku mundur dengan cepat, memberi jarak sejauh mungkin hingga punggungku menabrak pinggir meja.
Barusan ada bayangan.
Berkelebat di luar jendela. Aku mengerjap. Napasku memburu.
Pelan-pelan, masih menjauh dari jendela, aku membuka pintu di sebelah kiri. Ada kloset, jadi benar, ruangan ini adalah kamar mandi.
Kucoba tombol lampunya. Tak menyala.
Aku mendekat kembali ke meja panjang dekat pintu.
Ternyata, ada tumpukan kertas. Setelah dilihat-lihat dari jarak sangat dekat, ada banyak gambar persegi panjang dengan isi berbeda-beda.
Sepertinya ini adalah coretan terkait pekerjaan.
Aku menoleh sedikit, masih waspada terhadap jendela di belakangku dengan alasan yang tidak aku mengerti. Aku membuka laptop di meja. Di luar dugaan, layarnya memancarkan sinar dan menampilkan halaman untuk masuk. Aku belum terpikirkan kata sandinya, tetapi aku melihat gambar latar yang terpampang sosokku sendiri, berdiri dengan rambut berkibar dan gedung dipenuhi pepohonan di belakangnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.