Part 48

53 4 1
                                        


*Sorry yaa guys, aku baru comeback lagi di story karena part ini ada unsur little 18+ nya, dan diriku sempet ragu mau post pas ramadhan 😁

-Author POV-

Begitu melihat Taemin memasuki kamarnya, Naeun mengulurkan kedua belah lengannya sambil menahan tangis.

Kondisi mentalnya sudah jauh lebih baik. Hampir mencapai batas normal.

Melihat tatapan matanya saja Taemin sudah tahu, dia sudah menemukan kembali mutiaranya yang hilang.

Taemin setengah berlari memburu kekasihnya, memeluk dan mendekap erat-erat wanita yang paling dicintainya. Belahan jiwanya.

Lama mereka berpelukan.

Begitu erat. Begitu lekat.

Seolah tak pernah mau melepaskannya lagi.

Sambil tersenyum Kai menyingkir. Dia keluar dan menutup pintu.

“Tidak apa-apa,” katanya kepada perawat yang selalu ditugasi mengawasi Naeun.

“Naeun sudah kembali
ke dunianya.”

Ketika sedang memeluk Naeun dengan segenap cinta yang meluap di dada, Taemin sadar, wanita ini sudah menjadi miliknya lagi.

Taemin masih diberi kesempatan untuk bersama cintanya, maka dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.

Karena yang penting bukan berapa lama kita hidup.

Tetapi berapa lama kita dapat menikmatinya.

***

Taemin masih harus menunggu hampir tiga bulan lagi baru dia menemukan kembali wanita yang dicintainya. Utuh seperti sediakala.

Amnesianya telah sembuh, ilusinya lenyap.

Halusinasinya tak pernah kembali. Tetapi jiwanya tetap belum tenang.

Setelah diizinkan pulang.

Naeun memilih kembali ke rumahnya di Ulsan bersama kedua anaknya.

***

Beberapa hari kemudian Taemin memasuki rumah Naeun dan mendapati Seungjae dan Naeun(little) sudah menunggunya untuk diantar pergi berlibur bersama seluruh keluarganya di Cheongdam, tapi lain
dari biasanya, wajah mereka sedikit sendu. Lalu dia sadar ibu mereka tidak ada bersama mereka. “Ibu ke mana?” tanyanya.

“Ada di atas, Ayah. Lagi sakit,” jawab Seungjae muram.
Taemin langsung mengerutkan dahi.

“Apa ibu sudah ke dokter?”

Mereka berdua menggeleng.

“Ibu bilang hanya kelelahan dan perlu istirahat saja,” jelas Seungjae, tapi dari wajah khawatirnya Taemin tahu sakit Naeun lebih serius dari itu.

Taemin ragu sesaat. Ada dia sempat lari ke atas untuk mengecek keadaan Naeun?melihat waktu yang
sudah mepet akhirnya dia memutuskan untuk mengantar kedua anaknya dulu pulang sebelum kembali untuk melakukan itu. buru-buru dia menggiring kedua anaknya ke mobil, lalu mengunci pintu di belakangnya.

***

Kurang dari dua jam kemudian Taemin kembali berada di rumah Naeun. rumah yang biasanya terang-benderang dan berudara segar kelihatan gelap dan pengap karena tirai dan jendela masih belum dibuka.

Taemin buru-buru membukanya, lalu menuju lantai atas, ke kamar Naeun. pintu kamar dalam keadaan setengah tertutup. Sejenak dia mempertimbangkan apakah dia perlu mengetuk pintu atau langsung masuk saja. Akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk dan menunggu sesaat. Ketika tidak terdengar gerakan sama sekali dari dalam kamar, dia mendorong pintu dan memasukinya.

Langkahnya terhenti ketika dia menemukan Naeun terbaring menyamping, setengah ditutupi selimut.

Dan meskipun dia kelihatan tertidur karena matanya tertutup, tapi Taemin bisa melihat ada kerutan pada keningnya, seakan dia sedang berpikir.

Wajahnya yang biasanya cerah kelihatan pucat dannada beberapa helai rambut yang lembap oleh keringat menempel pada pelipisnya. Dia kelihatannya begitu kecil dan lemah terbaring sakit seperti ini.

Naeun-nya, yang selalu bersinar terang bagai matahari, kini terlihat redup. Taemin melarikan matanya pada beberapa botol obat di atas nakas di samping tempat tidur dan gelas dan botol minum yang sudah
kosong. seperti dugaannya, Naeun ternyata lebih sakit daripada yang dia mau akui.

“Naeun-ah?” panggil Taemin.

Tidak ada jawaban.

perlahan-lahan Taemin melangkah mendekati tempat tidur dan menyentuh bahu
Naeun. dia bisa merasakan suhu tubuh Naeun yang panas, bahkan melalui selimut. Naeun jelas-jelas demam cukup tinggi. Kenapa dia tidak menelponnya, dan memintanya membawanya ke dokter?

“Naeun-ah,” panggilnya lagi.

Kali ini Naeun beraksi dengan perlahan-lahan membuka matanya yang sedikit tidak fokus karena panas tubuhnya terlalu tinggi. Ketika dia mengenali Taemin, matanya langsung melebar.

“Oppa?”

“Hey, baby,” ucap Taemin.

“What are u doing here?” tanya Naeun.

“Seungjae bilang kamu sakit,” jelasnya.

Naeun menggeram. “U shouldn’t be here. Aku tidak mau kamu terus melihatku dengan keadaan seperti ini. you should go, oppa.”

Yeah like that ever gonna happen. Wanita ini sudah gila kalau berpikir dia akan meninggalkannya, wanita yang dicintainya dengan sepenuh hatinya.

Remember Me As A Time of Day✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang