Part 47

69 4 2
                                        


-Author POV-

Malam itu Seulgi dan Seolhyun melarikan diri setelah memberikan suntikan antispsikotik kepada Naeun.
mencegahnya mengamuk atau melarikan diri.

Dia juga menyiapkan pejagaan penuh di kamar Naeun. malam itu kondisi mental Naeun sangat buruk.

Berbagai halusinasi datang dan pergi mengganggunya. Dia hampir tidak dapat membedakan yang mana kenyataan yang mana hanya ilusi.

Dan kian hari kondisi mentalnya bukan membaik, malah kian buruk.

Naeun sering bertemu dengan teman-temannya. Bahkan dengan orang-orang yang sudah meninggal.

Dia juga pernah bicara dengan mendiang ayahnya.

Tetapi orang yang paling sering diajaknya bicara dalam ilusi adalah Taemin dan kedua anaknya.

Sementara kondisi fisiknya juga memburuk karena efek samping obat. Dia sering pusing. Mengalami kejang. Menderita tremor.

Sampai suatu hari gugatan itu datang.

Seulgi dituntut karena telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Naeun dan membunuh dokter Hyesun.

***

“Dua tahun yang lalu Naeun hilang.” Sebagai juru bicara Ji Changwook sungguh menggugah.

Membuat terenyuh semua orang yang mendengarnya. “Tidak ada yang tahu dia diculik atau tenggelam.”

Betapa beratnya cobaan yang harus dipikulnya. Betapa tragis trauma yang menimpa keluarganya.

“Naeun tidak pernah menceburkan dirinya ke laut. Tidak ada yang tahu dia ingin mencari apa di hutan
lebat itu. dia harus dirawat oleh psikiater karena mengidap amnesia. Menurut Dokter Eunji, psikiater
yang merawatnya, itu merupakan mekanisme pertahanan diri karena dia tidak mau mengingat peristiwa itu lagi.”

“Apakah pasien amnesia seperti ini harus dirawat?”

“Tidak,” sahut Dokter Eunji dalam kesaksiannya., “Karena dia dianggap tidak membahayakan dirinya
sendiri atau orang lain. Selain itu, Naeun-sii dapat hidup dan bekerja seperti biasa.”

Pihak kepolisian ingin menjenguk Naeun. dia harus dihadirkan dalam penyelidikan. Tetapi Bibi Tae Hee keberatan.

“Kondisi psikisnya belum mengizinkan. Dia mengidap kelainan mental yang parah.”

Tetapi karena polisi berkeras untuk melihatnya. Dokter Eunji ditugasi untuk memeriksa kondisi psikisnya.
Apakah dia layak untuk di introgasi.

Sekali lagi Bibi Tae Hee keberatan.

“Saya bibinya. Saya berhak menolak. Demi keselamatan keponakan saya.”

“Saya akan melakukannya sebaik mungkin, Imo,” kata Dokter Eunji. “Anda percaya pada saya, kan?”

“Bukan saya tidak percaya, Dok. Tapi saya khawatir.”

“Ini perintah polisi, Imo. Kita tidak bisa melawan hukum.”

Saat itu Naeun sudah sebulan lebih dirawat di sanatorium.

Dan kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Dan atas perintah yang berwenang, Naeun dipindahkan ke bagian penyakit jiwa rumah sakit tempat Dokter Eunji bertugas. Dia harus dirawat di sana sampai Seulgi dan Seolhyun di temukan dan dia
dianggap mampu menghadiri sidang.

Dokter Eunji langsung bertindak cepat setelah Naeun masuk rumah sakit. Perutnya dipompa. Dan obat-obatannya dihentikan.

Dua hari kemudian, Kai membawa obat yang lebih istimewa lagi.

Taemin.

***

Taemin ingin sekali menjenguk Naeun di rumah sakit. Tetapi Bibi Tae Hee melarangnya.

Bibi Tae Hee langsung memindahkannya ke RS Ulsan setelah memberikan kesaksian lengkap tentang Seulgi.

Yang berwajib berjanji akan melaporkan semua penemuan yang berarti dalam pencarian Seulgi.

Taemin hanya dapat menanyakan kondisi Naeun kepada dokter yang merawatnya.

“CT scan dan MRI tidak memperlihatkan kelainan. Hanya mengidap amnesia.”

Jadi Naeun masih tidak ingat apa yang sudah terjadi. Dia sudah melupakn perjalanan mereka.

Tapi Taemin tidak melupakan janjinya kepada Naeun.

“Hanya dengan satu permintaan,” pinta Naeun sebelum dia pergi ke Ulsan dua tahun yang lalu. “Selama
aku pergi, aku ingin kau menciptakan proyek baru di kantor yang bisa membuat bangga seluruh keluarga.”

Jadi Taemin pergi ke Jepang setelah sia-sia menunggu hasil pencarian Seulgi.

Wanita itu tetap tidak
ditemukan.

Dalam keputusasaannya Taemin berjuang untuk mewujudkan impian istrinya. Dia mengadakan kerja sama besar dengan perusahaan besar di Jepang.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Taemin mencoba menelpon Bibi Tae Hee. Dia ingin mengabarkan bahwa dia telah menepati janjinya kepada Naeun. tetapi tidak ada jawaban. nomor itu sudah tidak aktif.

Telepon ke rumahnya pun tidak ada yang menjawab.

Sampai suatu hari Kai menelponnya. Memaksanya pulang.

“Kau harus datang menengoknya, Taemin-ah.”

Remember Me As A Time of Day✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang