[07] 🌼Perencanaan Event Sekolah

1K 226 25
                                    

Kelas Minho -atau bahkan seluruh kelas yang ada- tengah sibuk berdiskusi di jam kosong kali ini, tentu saja karena tadi sang ketua kelas telah menyampaikan jika dalam dua minggu lagi, sekolah mereka akan mengadakan event tahunan untuk menyambut ulang tahun sekolah.

Wajar saja suasana kelas berubah riuh, mereka saling mengeluarkan pendapat masing masing yang kemudian akan diambil keputusan berdasarkan suara terbanyak.

Event di sekolah ini terlihat lebih meriah ketimbang tempat Minho bersekolah dulu. Jika di tempat lama, mereka hanya akan mengadakan acara perayaan dengan upacara yang membosankan, tapi untungnya hal itu tak berlaku di sini.

Minho terlihat cukup tertarik menyimak seluruh arahan yang diucapkan oleh Yoon Jisung selaku sosok yang menjabat sebagai ketua kelas.

"Kurasa menjual nasi goreng terlalu biasa."

"Jinyoung benar, haruskah kita membuat makanan yang sedikit mewah untuk dijual di stand?"

"Bagaimana dengan kerang goreng dengan bumbu pedas?"

"Ah sepertinya bagus, kurasa hal itu tak terpikirkan oleh kelas lain."

Dan masih banyak usul yang datang silih berganti. Minho hanya duduk termenung di bangkunya, mulai memikirkan hal apa yang akan ia sumbangkan pada puncak acara.

Jadi, perayaan akan diadakan dalam dua hari berturut turut. Kelas akan didekorasi sedemikian rupa demi meraih predikat sebagai 'kelas paling kreatif'. Selain itu mereka juga diharuskan untuk membentuk stand stand, entah itu di depan kelas atau di dalam kelas karena area lapangan telah digunakan oleh organisasi juga ekstrakulikuler yang terdaftar di sekolah ini.

Setelah satu setengah hari mencicipi berbagai jenis makanan, maka di hari kedua akan diadakan pensi pada sore hari, lalu ditutup dengan pesta kembang api ketika malam sudah mulai larut.

Terdengar cukup menyenangkan, terlebih lagi pihak dari luar sekolah diperbolehkan untuk datang.

Hiruk pikuk di dalam kelas seketika mereda kala Yoon mengetuk ngetuk papan tulis menggunakan spidol. Membacakan kesimpulan dari diskusi hari ini.

Minho tentu menyimaknya dengan baik, lalu menganggukkan kepala paham.

Diberi acara bebas, Minho memutuskan untuk pergi ke luar kelas demi mendatangi ruang osis yang terletak pada gedung terpisah.

Perlu beberapa menit untuk mencapai tempat tersebut lalu dengan mantap, Minho segera melangkah masuk, hendak mengutarakan maksudnya yang akan menyumbangkan sebuah lagu saat pentas seni berlangsung.

Yeah cukup sederhana, Minho hanya ingin bernyanyi juga memetik gitar untuk seseorang nanti.

Sepertinya kalian sudah bisa menebak siapa orangnya.

━━━━━━━━━ ⚘ ━━━━━━━━━━
d a i s y
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Beberapa hari berlalu dan kini mereka mulai disibukkan dengan kegiatan mendekor kelas juga membeli bahan bahan yang diperlukan. Sebuah surga dunia karena selama satu minggu ini mereka bebas dari pelajaran menyebalkan yang begitu mengikat.

Tapi, tugas rumah tentu ada. Hal itu akan dikumpulkan ketika acara sekolah sudah selesai.

Anak anak kelas XI IPS 1, lebih tepatnya kelas Minho tengah duduk duduk santai di lantai ruangan. Mereka tengah menunggu Guanlin juga Changbin yang sedang keluar membeli dekorasi.

Beruntung sekali terdapat banyak orang kaya di kelas mereka sehingga hal tersebut tentu memberi keuntungan besar. Mereka tak perlu repot repot membuat semuanya sendiri, hanya tinggal membeli lalu memasangnya saja.

Sungguh, siswa siswi pemalas yang begitu beruntung.

"Hyunjin, aku ingin ke kantin sebentar."

Hyunjin yang awalnya sibuk bercengkrama dengan sang ponsel seketika mendongkakkan kepala, lalu mengangguk tanpa minat.

"Silahkan saja."

Minho bangkit dari posisi yang semula duduk bersila. Menepuk celana pelan lalu memandang Hyunjin yang masih setia bertukar pesan dengan sang kekasih.

"Kau ingin menitip tidak?"

"Hm minuman isotonik satu."

Minho berdehem singkat lalu menghampiri Yoon untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum akhirnya bawa kaki jenjangnya menyusuri lorong koridor yang terlihat cukup padat.

Memang tujuan utama Minho adalah kantin, namun, destinasi selanjutnya bukanlah kembali ke kelas, melainkan menghampiri pemuda manis yang selama beberapa hari belakangan jarang terlihat.

Minho hanya bersama dengan Jisung ketika makan siang saja atau saat tak sengaja berpapasan pada tempat tempat tertentu.

Sayang sekali Hyunjin harus menunggu minumannya sedikit lebih lama karena Minho sekarang tengah membelokkan langkah menuju ke gedung anak anak IPA.

Menyusuri kelas demi kelas, akhirnya Minho sampai di tempat Jisung bernaung selama dua tahun ke depan. Terdapat beberapa anak kelas yang sudah mengenal Minho menyapa pemuda tampan tersebut yang tentu saja dibalas dengan ramah.

Sifat Minho yang supel pun gampang bergaul membuatnya dapat dengan mudah beradaptasi.

"Bin dimana Jisung?" Soobin yang saat itu tengah sibuk mendata sesuatu- di meja yang terletak paling dekat dengan pintu seketika menoleh.

Masih dengan mulut berkomat kamit, Soobin menunjuk pojok kelas dimana sosok lelaki berpipi gembil tengah sibuk berkutat dengan kertas warna warni di hadapannya.

Minho tersenyum lalu mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya berjalan menghampiri Jisung kemudian duduk di sebelahnya.

Menyilangkan kaki dengan punggung bersandar pada dinding.

Meski Jisung terlihat sibuk dengan burung bangau origami yang tengah ia buat, tapi yang lebih muda tentu sudah menyadari keberadaan Minho.

"Untukmu."

Botol kecil yogurt terulur di hadapan Jisung, mengalihkan perhatian si manis yang sedari tadi sudah larut dalam kegiatannya sendiri.

Jisung tolehkan pandangan lalu ulas senyum menggemaskan.

"Terimakasih."

Minho menganggukkan kepala, menusukkan sebuah sedotan sebelum akhirnya meletakkan minuman tersebut di depan Jisung, karena ia paham betul jika tangan Jisung tengah sibuk melipat kertas kertas di hadapannya.

Tanpa diminta, Minho segera membantu yang lebih muda.

Yeah meski dirinya hanya bisa mengacau dan berakhir dengan merusak kertas kertas tersebut.

Jisung yang melihat mulut menggerutu Minho hanya bisa terkekeh kecil. Pemuda di sebelahnya benar benar berbeda dari kebanyakan orang.

Lagi, untuk alasan yang selalu Jisung sangkal, jantungnya mulai berdegup tak normal.

Lagi, untuk alasan yang selalu Jisung sangkal, jantungnya mulai berdegup tak normal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To Be Continue


Tertanda, 19/11/2020

Bee, tugas kampret kenapa gak bener bener sih (ಥ ͜ʖಥ)

Antologi; Flower Me [Minsung] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang